UNTUK INDONESIA
Evaluasi Jokowi - Ma'ruf, Mardani Ali Sera Beri Ponten Lima
Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera merasa perlu ikut mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Presiden Jokowi-Wapres Maruf Amin dengan ponten lima
Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera merasa perlu ikut mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Presiden Jokowi-Wapres Ma\'ruf Amin dengan ponten lima (Foto: Tagar/Moh Ainul Yaqin).

Jakarta - Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera merasa perlu ikut mengevaluasi satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dalam konteks ini ia menilainya dari perspektif komitmen atau integritas dan perspektif kompeten atau kapasitas. 

Dari sudut integritas, Mardani mengaku sedih kala melihat kata dengan perbuatan Presiden Jokowi kerap tidak sinkron. Seperti saat video presiden memarahi menterinya sengaja dibocorkan ke publik. Namun, ia menyayangkan teguran tersebut tidak diimplementasikan dalam bentuk konkret. 

Kita melihat bagaimana alokasi anggaran jauh panggang dari api. Sehingga saya menilainya 5 dari 10.

Di mata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kemarahan Jokowi justru menurunkan muruah dan martabatnya sendiri. Sebab, pada periode kedua kepemimpinannya ini, publik mengharapkan presiden tidak hanya melakukan kerja keras saja.

Baca juga: Dubes Amerika Serikat Serahkan Surat Kepercayaan ke Jokowi

"Tetapi kerja yang membawa impact, yang membawa hasil. Tidak bisa cuma Pak Jokowi sendiri yang bekerja atau Kiai Ma'ruf berdua. Tapi keseluruhan dari kementerian dan lembaga yang ada di bawahnya. Khususnya kementerian betul-betul bekerja keras. Jadi dalam bab komitmen, saya menilai 6 dari 10 untuk Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," ucap Mardani dilihat Tagar dalam kanal YouTube Mardani Ali Sera, Rabu, 21 Oktober 2020.

Kemudian dalam perspektif kompetensi, karena belum lama menjabat dua periode malah Indonesia diterpa pandemi Covid-19, Mardani tidak memungkiri negeri ini mendapat ujian yang sangat berat.

Mardani memandang, dalam menangani pandemi Covid-19, sejauh ini pemerintah memainkan peran sangat buruk. Alih-alih memperkuat Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, dari segi kualitas dan kuantitas tidak kunjung ada penguatan puskesmas.

Dia berpendapat, semestinya dengan mewabahnya virus menular itu harus dijadikan kesempatan emas untuk melakukan pembenahan di bidang kesehatan level puskesmas. Sebab, anggaran untuk Covid-19 yang digelontorkan negara teramat tinggi.

Baca juga:  PDIP Sebut Masih Ada Elite yang Iri dengan Jokowi - Ma'ruf

"Kita bisa membuat sistem jaminan kesehatan nasional dan kualitas pelayanan yang sangat baik. Lompatan perhatian pembuatan puskesmas baru, peningkatan kapasitas puskesmas yang sudah ada mestinya menjadi pekerjaan utama ketika kita menghadapi pandemi yang sekarang ini. Sehingga, selesai pandemi, kita punya demikian banyak aset dan infrastruktur kesehatan nasional," ujarnya.

"Kementerian Dalam Negeri mestinya menjadi salah satu manajer utama untuk mendisiplinkan masyarakat, karena kementerian yang punya kaki sampai kepada aparat desa itu adalah Kementerian Dalam Negeri yang bisa diorkestrasi dengan sangat baik," ujar dia lagi.

Mardani berkata, sayangnya alih-alih Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri diperkuat, justru yang ada pemerintah malah sibuk mengotak-atik struktur gugus tugas yang tidak punya kaki dan tidak punya pasukan.

"Ini kesalahan fatal, plus tidak banyaknya didengar teman-teman dari akademisi. Padahal dalam konsep triple helix menghadapi krisis dan berbagai bencana ini expertis keahlian yang sangat menentukan. Belum lagi ketika kita melihat bagaimana alokasi anggaran jauh panggang dari api. Sehingga saya menilainya 5 dari 10," kata Mardani Ali Sera. []

Berita terkait
Efek Domino Revisi UU KPK Picu Ketidakpuasan ke Jokowi
Peneliti Politik LIPI Wasisto Raharjo Jati menilai ada efek domino ketidakpuasan publik ke Jokowi karena revisi UU KPK.
Gambar Jokowi Dibakar, Muannas Beri Peringatan ke Mahasiswa
Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid memberikan peringatan ke mahasiswa yang membakar baliho gambar Presiden Jokowi saat aksi unjuk rasa.
Wanita Tewas di Sukoharjo Ternyata Kerabat Presiden Jokowi
Wanita tewas di dalam mobil yang terbakar di Sukoharjo ternyata masih kerabat dari Presiden Jokowi
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Jumat 23 Oktober 2020
BMKG menyampaikan peringatan dini cuaca potensi hujan yang akan turun di sebagian wilayah DKI Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2020.