UNTUK INDONESIA
Empat Fakta Istri Bunuh Suami di Agam
Selain kerap dimarahi, perempuan di Kabupaten Agam nekat membunuh suaminya sendiri karena kesal dibandingkan dengan perempuan lain.
Pelaku dugaan pembunuh suami saat ditangkap jajaran Polres Agam, Sumatera Barat. (Foto: Tagar/Dok.Polres Agam)

Agam - Polisi meringkus S, 62 tahun, tersangka yang diduga membunuh suaminya sendiri bernisial MD, 58 tahun, di Koto Batuang, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat, 21 Februari 2020.

Mereka menikah delapan bulan yang lalu dan tinggal hanya berdua saja di rumah itu.

Kepada polisi, S nekat menghabisi nyawa suaminya dengan pisau dapur karena kesal kerap dimarahi oleh sang suami. Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun Tagar dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Agam.

1. Nikah Siri

Jajaran Polres Agam masih menyelidiki motif dibalik pembunuhan S terhadap suaminya itu. Dari hasil interogasi, kata Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, S ternyata istri keempat MD. Sedangkan bagi S, MD merupakan suami yang ketujuh.

"Mereka menikah delapan bulan yang lalu dan tinggal hanya berdua saja di rumah itu. Anak-anak dan cucunya tidak tinggal dengan mereka," katanya, Minggu, 23 Februari 2020.

2. Dibandingkan dengan Perempuan Lain

Selain kerap dimarahi, S mengaku nekat membunuh suaminya karena MD sering membandingkan dirinya dengan perempuan lain.

Menurut Dwi Nur Setiawan, sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, MD sedang dipijit oleh sang istri di atas tempat tidur. Dalam keadaan itu, S mengaku masih saja dibandingkan MD dengan perempuan lain.

"Korban ditikam di bagian perut dengan pisau satu kali. Saat itu, korban sedang berbaring di atas tempat tidur," katanya.

Melihat suaminya tergeletak bersimbah darah, S pun panik dan mencoba kabur meninggalkan rumah. Namun, upayanya sia-sia. Salah seorang warga yang menyaksikan peristiwa itu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi korban. Setelah itu pelaku langsung kami tangkap," tuturnya.

3. Siaran Langsung di Facebook

Sebelum diberitakan media massa, kasus yang mengemparkan warga Kabupaten Agam ini pertama kali sudah beredar di media sosial (medsos) Facebook. Siaran langsung yang dilakukan akun bernama Nunu Putri Piliang dengan kutipan "telah terjadi pembunuhan di Koto Batuang" mendadak viral.

Meski demikian, Dwi memastikan pihaknya mendapatkan informasi pembunuhan dari masyarakat, dan bukan dari informasi medsos Facebook.

"Yang melaporkan kejadian masyarakat, bukan dari media sosial. Setelah itu kami langsung menuju lokasi," katanya.

4. Tidak Diautopsi

Polisi tidak melakukan autopsi terhadap jenazah MD dan hanya melakukan visum luar. Hal tersebut sesuai dengan permintaan pihak keluarga MD yang enggan jasadnya diautopsi.

"Tidak kami autopsi karena jelas usus korban keluar usai ditusuk itu," katanya.

Meski demikian, polisi telah menyita barang bukti berupa pisau yang digunakan pelaku, baju dan alas kasur tempat korban berbaring sebelum dibunuh. Saat ini, S juga telah mendekam di sel tahapan Polres Agam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. []


Berita terkait
Ini Alasan Istri Tikam Suami Hingga Tewas di Agam
Seorang istri di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, nekat membunuh suaminya karena kesal sering dimarahi.
Istri Bunuh Suami di Agam, Usus Keluar
Seorang istri di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dilaporkan membunuh suaminya sendiri dengan pisau dapur.
Mutasi di Polresta Padang, 6 Pejabat Utama Berganti
Enam perwira menengah Polresta Padang, Sumatera Barat, berganti posisi.
0
BPBD Magelang Teliti Penyebab Banjir Bandang
Pembersihan lumpur di lokasi banjir bandang di Magelang selesai. Berikutnyya meneliti penyebab munculnya banjir.