UNTUK INDONESIA
Diancam, Puluhan Jurnalis Subulussalam Gelar Aksi
Puluhan jurnalis di wilayah Kota Subulussalam, Aceh menggelar aksi damai di Kota Subulussalam, Aceh.
Aksi puluhan wartawan dari lintas organisasi menggelar aksi damai terkait kasus pengancaman dan pembunuhan dengan senjata api yang dialami Aidil Firmansyah (Wartawan Modus Aceh) yang digelar di pertigaan Tugu Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh, Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, Senin 20 Januari 2020. (Foto: Tagar/Nukman)

Subulussalam - Puluhan jurnalis di wilayah Kota Subulussalam, Aceh menggelar aksi damai di pertigaan Tugu Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh, Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, Senin 20 Januari 2020.

Aksi puluhan jurnalis tersebut adalah sebagai bentuk solidaritas terhadap Aidil Firmansyah seorang wartawan Modus Aceh di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat terkait kasus pengancaman dan pembunuhan dengan senjata api yang menimpa dirinya yang diduga dilakukan oleh Direktur Utama PT Tuah Akfi Utama yang diketahui bernama Akrim, pada 5 Januari dini hari yang lalu terkait pemberitaan kegiatan perusahaan yang diekspos oleh Aidil.

Aksi solidaritas ini menunjukkan bahwasannya kita semua wartawan ini bersatu. Merasakan apa yang teman rasakan.

Aksi puluhan wartawan Subulussalam berasal dari organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) dan diramaikan oleh sejumlah pegiat-pegiat sosial dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) turut mendapat pengamanan dari puluhan personil Mapolres Subulussalam.

Baca juga: Dapat Ancaman, Jurnalis di Aceh Gelar Aksi di Polda

Koordinator aksi, Rofi Rahendra mendesak Kapolda Aceh untuk mengambil alih penanganan kasus hukum pengancaman dan pembunuhan dengan senjata api yang dialami Aidil Firmansyah di Meulaboh serta meminta Kepolisian untuk dapat menerapkan Undang-undang (UU) Pers Nomor 40 Tahun 1999 guna menjerat Akrim, kontraktor yang kuat diduga sebagai pelaku.

"Jadi kita dari lintas organisasi pers dan individu di Kota Subulussalam menggelar aksi solidaritas ini menunjukkan bahwasannya kita semua wartawan ini bersatu. Merasakan apa yang teman rasakan," katanya.

Baca juga: Puluhan Jurnalis Aceh Gelar Aksi Keprihatinan

Selain itu, jurnalis lainnya, Satria Tumangger meminta Pangdam Iskandar Muda Aceh untuk menertibkan kepemilikan senjata yang ada di Aceh karena hal ini dapat disalahgunakan seperti halnya yang dilakukan oleh salah seorang kontraktor di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat yang diduga telah mengancam membunuh wartawan dengan senjata apinya.

Baca juga: Temui Para Jurnalis Demo, Ini Tanggapan Polda Aceh

Sementara, Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono tampak menyambangi aksi damai yang digelar puluhan wartawan di Subulussalam itu.

"Apa yang menjadi aspirasi wartawan di dalam aksi tersebut, Kapolres berjanji akan melaporkannya ke Kapolda Aceh," katanya.[]

Berita terkait
Kisah Keluarga di Aceh Diusir dari Rumahnya Sendiri
Hamdan bersama istri Atriani, 40 tahun, dan lima orang anaknya terancam diusir dari rumahnya di Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Empat Kuliner Aceh Kesukaan Presiden Jokowi
Presiden RI Joko Widodo punya kuliner kesukaan saat berkunjung ke Aceh.
Polisi Gerebek Gudang Minyak Oplosan di Aceh
Polisi temukan gudang minyak oplosan di Desa Matang Baroh, Kecamatan Lapang Aceh Utara, Aceh.
0
Waspada Info Hoaks Penculikan Anak di Surabaya
Polrestabes Surabaya mengonfirmasi jika sampai saat ini belum ada kasus penculikan anak di Surabaya dan meminta warga untuk menyaring informasi.