UNTUK INDONESIA
Cerita di Pengungsian Warga Korban Banjir Magelang
Warga pengungsian korban banjir bandang di Magelang menceritakan detik-detik datangnya air bah.
Warga korban banjir bandang di Dusun Semen, Desa Salamkanci, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang saat di tempat pengungsian, Minggu, 1 Maret 2020. (Foto: Tagar/Solikhah Ambar Pratiwi)

Magelang - Tinggal dan hidup sementara di pengungsian menjadi pilihan terbaik bagi ratusan warga Dusun Semen, Desa Salamkanci, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, setelah tempat tinggalnya digelontor banjir bandang pada Sabtu sore, 29 Februari 2020. Mereka mengaku bersyukur bisa selamat dari terjangan air bercampur lumpur itu.

Detik-detik mencekam saat air bah datang diceritakan Mudaliyah dari tempat pengungsiannya di tempat pendidikan Alquran (TPA) Dusun Semen. Sore itu, hujan lebat mengguyur wilayah dusunnya. "Hujan deras sejak siang," ucapnya saat ditemui Tagar di pengungsian, Minggu, 1 Maret 2020.

Di pengungsian sudah tersedia semua, makanan ada, obat-obatan cukup.

Ketika hujan Mudaliyah tengah berada di rumah bersama keluarga. Ia tengah menyiapkan bahan pembuatan kuliner khas Magelang, getuk. Kebetulan rumahnya juga menjadi basis pembuatan usaha kecil keluarga.

"Saya sedang mengupas singkong, hujan deras itu. Tiba-tiba ada suara gludug-gludug, gemuruh. Kemudian muncul air dari sungai dan dari arah atas ,jadi satu masuk kampung, masuk ke rumah-rumah," kata dia.

Datangnya air bah bercampur material tanah secara tiba-tiba membuat Mudaliyah panik. Sebab arus air sangat deras dan begitu cepat memasuki kediamannya. Tanpa berpikir panjang ia dan keluarganya langsung keluar rumah menyelematkan diri ke tempat yang aman.

Beruntung keluarga itu mampu meloloskan diri dari sergapan air bah. Sebab bencana itu membuat bangunan rumahnya rusak dan perabotan porak poranda. "Alhamdulilah, beruntung Mbak, masih diberi perlindungan Tuhan, kami sekeluarga selamat meski rumah rusak berat," ujarnya.

Mudaliyah juga bersyukur meski saat ini dalam kondisi sulit karena tak bisa lagi beraktivitas seperti semula tapi pemerintah langsung turun tangan membantu. Selama sehari semalam berada di pengungsian, seluruh kebutuhan makan tercukupi. Tak ada yang kurang di TPA yang kini jadi tempatnya bermalam.

"Di pengungsian sudah tersedia semua, makanan ada, obat-obatan cukup," ucap dia.

Wanita itu mengaku belum tahu sampai kapan akan bertahan di pengungsian. Ia lebih memilih bertahan di TPA setelah ada informasi kediamannya dinyatakan aman. "Inginnya ya segera pulang ke rumah. Mudah-mudahan segera aman. Kondisi rumah sekarang juga enggak tahu, belum lihat rumah karena belum boleh pulang," ujarnya.

Cerita senada disampaikan korban banjir bandang lain, Zaenab. Ia menuturkan banjir bandang terjadi setelah hujan deras yang mengguyur sejak pukul 14.30 WIB. Selang tiga jam, air bah lumpur menerjang kampung dan masuk rumah-rumah warga.

"Ada banyak rumah yang kemasukan lumpur," ujarnya.

Zaenab ikut mengungsi lantaran rumahnya juga diterjang air beserta lumpur. Lumpur membuat bagian dalam rumah tak bisa ditinggali. Selain itu, rumahnya juga berdekatan dengan titik yang mengalami longsor. "Saya mengungsi ke sini, takut kalau ada longsor lagi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan masih ada 65 Kepala Keluarga (KK) dengan 181 jiwa yang bertahan di pengungsian. Mereka tersebar di sejumlah titik seperti TPA Dusun Semen, gedung serba guna desa dan di rumah-rumah warga lain yang tak tersentuh banjir bandang.

"Dapur umum kami buka di SDN Salamkanci 2," ujar Edi. []

Baca juga: 

Berita terkait
Banjir Magelang, 181 Warga Bertahan di Pengungsian
Warga korban banjir bandang di Dusun Semen, Desa Salamkanci, Bandongan, Kabupaten Magelang, bertahan di tempat pengungsian.
Longsor Tebing di Salaman Magelang Intai 33 Jiwa
Tebing longsor di Salaman, Magelang mengancam 33 warga di bawahnya. Opsi relokasi disiapkan.
Jalan Magelang-Kulon Progo Tertutup Lumpur Tebal
Jalan alternatif Magelang-Kulon Progo, DIY, tertutup air bercampur lumpur. Jalan sempat ditutup untuk proses pembersihan.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.