UNTUK INDONESIA
Banjir Bandang di Jember, 450 Jiwa Mengungsi
Banjir bandang terjadi di Kabupaten Jember membuat tim gabungan membentuk posko untuk melakukan pendataan dan evakuasi warga.
Kondisi saat ini berupa evakuasi dan pendataan paska banjir bandang terjadi di Jember, Sabtu 1 Februari 2020 malam. (Foto: BPBD Jember/Tagar/Moh Badar Risqullah)

Jember - Belum usai duka banjir bandang lumpur di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Kali ini banjir bandang menerjang dua wilayah di Kabupaten Jember yakni Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi dan Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrangan, Sabtu 1 Februari 2020 malam.

Akibatnya, sekitar 450 jiwa terdampak dan harus mengungsi untuk sementara ini. Banjir bandang tersebut berawal dari hujan deras yang terjadi di Kabupaten Jember sejak siang hingga malam hari ini. Ketika itu, tiba-tiba debit air di sungai Kalijompo yang berhulu di Gunung Argopuro naik signifikan mencapai 150 cm dan membuat arus besar.

Di Desa Klungkung, warga terdampak 15 rumah. Genangan airnya mencapai 15 hingga 25 cm.

Kemudian, arus yang besar itu diketahui membawa beberapa material seperti lumpur, kayu-kayu gelondongan dan batang bambu. Diduga, itu merupakan bekas dari kebakaran hutan di Gunung Argopuro beberapa bulan yang lalu.

"Di Desa Klungkung, warga terdampak 15 rumah. Genangan airnya mencapai 15 hingga 25 centimeter," kata Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal dalam keterangan resminya kepada Tagar.

Untuk saat ini, pihaknya bersama tim gabungan sedang melakukan pendataan dan evakuasi serta mendirikan posko. Sekaligus memantau dan mengantisipasi dengan early warning jika ada kenaikan debit air secara tiba-tiba.

"Kami antisipasi dan sudah siapkan evakuasinya di satu titik. Kami sudah perintahkan Kabag Ops untuk poskonya ditempatkan di Desa Klungkung," ujarnya.

Dia menambahkan, desa terdampak tersebut memang lokasinya memang berada di dataran rendah. Sehingga antisipasi dan pemantauan masih terus dilakukan pihaknya bersama beberapa tim gabungan yaitu BPBD Jember, Kodim 0824 dan para relawan.

Sementara itu, data BPBD Jember menyebutkan dari 450 jiwa sudah mengungsi ditempat aman. Mereka diantaranya dari Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang dengan adanya 15 rumah terendam lumpur dan Dusun Gendir Desa Klungkung 2 rumah tergerus aliran air.

Beberapa fasilitas juga mengalami kerusakan. Diantaranya yaitu 1 jembatan penghubung pabrik Perkebunan Kalijompo rusak berat atau putus. Plengsengan di Jalan Mawar terkikis dengan lebar 10 meter dan tinggi 5 meter.

"Kita bagi dua tim untuk upaya sementara ini. Satu ke Perkebunan Kalijompo untuk melakukan assessment. Satu tim lain ke DAM Bromo untuk melakukan pemantauan debit airnya," kata Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama dalam laporannya yang diterima wartawan.

"Kita juga melakukan upaya berupa distribusi bantuan logistik untuk mendukung dapur umum bagi pengungsi. Sekaligus kita loading tenda untuk mereka (pengungsi)," ujarnya.

Diketahui, hingga kini proses pendataan mereka yang terdampak dan evakuasi masih dilakukan. []

Berita terkait
Titik Banjir Bertambah, Risma: Curah Hujan Tinggi
Akibat curah hujan yang cukup tinggi, menyebabkan sejumlah titik jalan protokol tergenang setinggi antara 30 cm hingga 50 cm.
WN Afrika Timur Hilang Terseret Arus Pantai di Bali
Basarnas Bali saat ini masih melakukan pencarian terhadap WN Afrika Timur yang hilang terseret arus saat berenang di Pantai Berawa Canggu, Bali.
Resmi Gabung Persebaya, Konate Target Juara Liga 1
Makan Konate mengaku memilih bergabung dengan Persebaya Surabaya ingin meraih juara dan juga terkesan dengan fanatisme Bonek Mania.
0
FPI dan PA 212 Datang, Polisi Pasang Kawat Berduri
Kepolisian mulai membentangkan pagar kawat berduri di sekitar Kedutaan Besar India, menyusul aksi protes massa FPI, PA 212, dan GNPF-Ulama.