Cara Menentukan Unique Selling Proposition untuk Sebuah Bisnis

Ini adalah konsep yang bisa Anda modifikasi bentuknya sesuai karakter dan goals perusahaan.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - USP adalah singkatan dari unique selling proposition. Konsep tersebut merupakan salah satu strategi penting dalam dunia bisnis yang sebaiknya diterapkan hingga saat ini.

Secara bahasa, unique selling proposition adalah komponen unik dalam suatu penjualan. Dalam arti lain, USP adalah teknik membedakan atau membuat unik produk Anda dengan pesaing.

USP adalah konsep yang bisa Anda modifikasi bentuknya sesuai karakter dan goals perusahaan. Biasanya perusahaan akan mengkreasikan USP melalui kata-kata dalam tagline, bentuk kemasan, hingga varian produk. Ketiganya dibuat menyesuaikan seperti apa image yang ingin dibangun perusahaan dari produk tersebut.

Salah satu aspek paling penting dalam menentukan USP adalah cara pandang konsumen. Sebab itu, jangan lupakan faktor tersebut dalam membentuk brand. Langkah yang bisa Anda ambil sebagai cara menentukan unique selling proposition adalah sebagai berikut.


1. Mengetahui pangsa pasar dan consumer behavior

Langkah pertama dalam cara menentukan USP adalah mengetahui pasar yang dituju dengan baik. Proses tersebut termasuk mencari informasi demografis konsumen hingga perilaku mereka saat mengkonsumsi suatu produk.


2. Melihat strength dan weakness kompetitor

Selanjutnya, setelah mengetahui siapa orang yang akan Anda ajak berkomunikasi lewat brand produk, jangan lupa melihat kompetitor juga. Dengan upaya tersebut, Anda akan mengetahui dengan siapa Anda bersaing.

Dalam langkah kedua ini juga perlu diadakannya evaluasi terhadap produk sendiri dengan produk pesaing. Sehingga akan terlihat kelebihan dan kekurangan yang perlu dimodifikasi ulang demi penjualan yang lebih efektif.


3. Menempatkan diri sebagai konsumen

Langkah terakhir yang paling penting dalam menentukan USP adalah menempatkan diri sebagai konsumen. Melalui metode tersebut, Anda akan semakin objektif terhadap produk tawaran perusahaan sendiri. Jadi akan semakin terlihat mana yang harus dibenahi agar konsumen ingin membeli produk Anda.

Nah, sekarang coba perhatikan beberapa contoh unique selling proposition di bawah ini agar Anda lebih memahaminya.


Apple

Siapa yang tidak kenal brand IT yang satu ini? Sampai sekarang Apple masih unggul jika dibandingkan brand serupa dalam kategori produk elektronik. Hal ini karena di saat brand lain bekerjasama dengan Android sebagai pengembang sistem operasi seluler, Apple satu berinovasi sendiri dengan membuat iOS untuk ditanam dalam jajaran produknya. Faktor tersebut menjadi salah satu keunggulan yang membuat pengguna betah dengan produk-produk Apple.


Indomie

Bukan hanya brand besar karya internasional seperti Apple, mie instan lokal seperti Indomie juga bisa menjadi salah satu contoh unique selling proposition.

Setiap hari pasti kita sering mendengar tagline khas dari merek tersebut yaitu “Indomie seleraku.” Sehingga ketika mendengar kata “seleraku”, beberapa masyarakat langsung berpikir mengarah ke produk Indofood tersebut.

Di samping itu, inovasi Indomie untuk memodifikasi varian rasa sesuai daerah yang ada di Indonesia juga bisa jadi nilai plus tersendiri. Beberapa konsumen mungkin akan berpikir bahwa Indomie adalah merek yang mementingkan pembeli hingga dari latar belakang kultur budaya mereka. []

(Sri Wahyuni Sitorus)



Baca Juga


Berita terkait
Perbedaan Omzet dan Profit dalam Bisnis
Sebagian pelaku usaha belum memahami penggunaan kedua istilah ini, sehingga terjadi salah kaprah yang bisa menimbulkan perbedaan persepsi.
Hebat! Ini 5 Pebisnis yang Telah Sukses di Usia Muda
Bermodalkan pengalaman atau pemikiran kecil, bisnis mereka kini sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Berikut daftar pebisnisnya.
11 Peluang Bisnis di Musim Kemarai
Manfaatkan musim kemarau untuk ber bisnis dan menghasilkan keuntungan.
0
Cara Menentukan Unique Selling Proposition untuk Sebuah Bisnis
Ini adalah konsep yang bisa Anda modifikasi bentuknya sesuai karakter dan goals perusahaan.