Tinggi Risiko, Cegah Kanker Prostat dengan 5 Cara Ini!

Kanker prostat dimulai ketika sel-sel di kelenjar prostat mulai tumbuh di luar kendali. Berikut cara mengatasinya yag perlu diketahui.
Ilustrasi - Pria saat nyeri di area intim. (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Kanker prostat dimulai ketika sel-sel di kelenjar prostat mulai tumbuh di luar kendali. Prostat sendiri adalah kelenjar yang hanya ditemukan pada pria. Itu membuat beberapa cairan yang merupakan bagian dari air mani.

Kanker prostat adalah kanker paling umum kedua yang dialami oleh pria. Risiko terkena kanker prostat semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 60 persen dari semua kanker prostat didiagnosis pada pria berusia 65 tahun atau lebih. Sangat jarang bagi pria yang mengidap kanker prostat sebelum usia 40 tahun.

Secara umum, dokter menyarankan pria dengan risiko rata-rata kanker prostat mulai untuk memulai hidup sehat yang dapat bermanfaat bagi kesehatan mereka secara keseluruhan untuk mencegah kanker prostat.

Tidak ada pencegahan kanker prostat yang mutlak, tetapi bukti menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan yang dapat menurunkan risiko kanker prostat sebagai berikut.


1. Olahraga rutin

Studi tentang olahraga dan risiko kanker prostat sebagian besar menunjukkan bahwa pria yang berolahraga mungkin memiliki penurunan risiko kanker prostat. 

Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker lainnya. Olahraga dapat membantu Anda mempertahankan berat badan, atau dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Saat Anda mulai berolahraga, lakukan secara perlahan. Tambahkan aktivitas fisik ke hari Anda dengan memarkir mobil Anda lebih jauh dari tujuan Anda, dan cobalah untuk memilih naik tangga daripada lift atau luangkan waktu 30 menit untuk olahraga sehari-hari.


2. Kurangi junk food

Nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam buah dan sayuran dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Sayuran hijau mengandung senyawa yang membantu tubuh memecah zat-zat penyebab kanker prostat yang disebut karsinogen. Diet kaya gizi juga dapat memperlambat penyebaran kanker.

Pertimbangkan untuk meningkatkan jumlah buah dan sayuran yang Anda makan setiap hari dengan menambahkan porsi tambahan buah atau sayuran untuk setiap makanan. Disarankan makan buah dan sayuran untuk camilan.


3. Teh hijau dan kedelai

Uji klinis menunjukkan bahwa kedelai dapat menurunkan kadar PSA, dan teh hijau dapat membantu pria yang berisiko tinggi terkena kanker prostat menurunkan risikonya. 

Selain teh hijau, makanan yang mengandung kacang kedelai juga aktif dan efektif untuk mencegah kanker. Beberapa contohnya adalah tahu, buncis, dan kacang hijau.


4. Konsumsi makanan “Merah”

Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi buah dan produk berbasis berwarna merah seperti tomat atau semangka yang mengandung antioksidan yang kuat yang disebut lycopene memiliki risiko lebih rendah mengidap kanker prostat daripada mereka yang tidak. 

Menurut penelitian dari American Institute for Cancer Research mengatakan, semakin merah sebuah tomat maka semakin tinggi kadar lycopene-nya sehingga sangat disarankan untuk dikonsumsi.


5. Konsultasi dokter

Beberapa pria memiliki peningkatan risiko kanker prostat. Bagi mereka dengan risiko kanker prostat yang sangat tinggi, mungkin ada pilihan lain untuk pengurangan risiko, seperti obat-obatan. Jika Anda berpikir Anda memiliki risiko tinggi terkena kanker prostat, disarankan untuk segera diskusikan dengan dokter Anda.

(Putri Fatimah)

Berita terkait
Manfaat Kurma, Bisa Turunkan Kolesterol Hingga Memperbaiki Kulit
Kurma menjadi makanan yang paling banyak dicari di dunia kesehatan dan gizi.
Hari Vegan Sedunia 1 November, Ini Manfaat Kesehatan Pola Makan Vegan
Banyak penelitian mengatakan bahwa pola makan vegan juga membantu menurunkan berat badan.
6 Manfaat Udang Bagi Kesehatan
Banyak manfaat kesehatan dari udang bermuara pada nutrisi yang dikandungnya.
0
Video Jokowi 'Menghadap' Megawati Sangat Tidak Elok Dipertontonkan
Tontonan video Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang sedang bertemu dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, sangat tidak elok.