UNTUK INDONESIA
Bappenas: Tahun 2021 Pembangunan Ibu Kota Baru Dimulai
Ibu kota negara sudah dipastikan akan pindah ke Kalimantan Timur. groundbreaking atau pembangunan awal baru akan dilaksanakan pada tahun 2021.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko usai menghadiri diskusi media di Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Foto: Antara)

Jakarta - Ibu kota negara sudah dipastikan akan pindah ke Kalimantan Timur. Meski demikian, tahap groundbreaking atau pembangunan awal baru akan dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang. Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam diskusi media di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2019, mengutip Antara.

Bambang mengungkapkan tahun 2020 baru tahap persiapan dalam rencana pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan.

"Karena memang belum ada aktivitas yang signifikan di tahun 2020, baru tahap persiapan," ujar Bambang.

Baca juga: Sofyan Djalil Pastikan Ibu Kota di Kalimantan Timur

Dia juga menegaskan bahwa anggaran pembiayaan pemindahan ibu kota ke Kalimantan tidak bergantung kepada APBN, dan pembiayaan paling besar berasal dari investasi swasta serta BUMN.

Bambang mengatakan pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan mulai memasuki tahap groundbreaking pada tahun 2021, dimana yang akan dibangun pertama kali merupakan pusat pemerintahan di atas lahan sekitar 3.000 sampai dengan 6.000 hektar.

"Kita akan menyediakan lahan sekitar 6.000 hektar, tapi mungkin yang akan efektif 3.000 hektar," katanya. 

Saat diminta untuk menanggapi kemungkinan ibu kota pindah ke Kalimantan timur, khususnya Samboja, Bambang Brodjonegoro meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi dari Presiden Joko Widodo.

"Pokoknya tunggu pengumuman dari Presiden Joko Widodo," katanya sambil bercanda dengan para awak media.

Sebelumnya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil memastikan ibu kota negara akan pindah ke Provinsi Kalimantan Timur.

Baca juga: Ibu Kota Pindah, Sandiaga: Penting Enggak Sih?

Sofyan menegaskan pengadaan lahan untuk kebutuhan ibu kota ini masih menunggu pengumuman resmi lokasi pasti ibu kota baru oleh Presiden. Ia memastikan kebutuhan lahan ibu kota baru untuk tahap pertama memerlukan tanah seluas 3.000 hektar yang akan dimanfaatkan guna pembangunan kantor pemerintahan. Setelah itu luas perluasan kawasan ibukota baru bisa mencapai 200-300 ribu hektare, dengan demikian bisa menjadi sebuah kota baru, dengan taman kota yang indah.

Presiden Joko Widodo telah meminta izin kepada seluruh rakyat Indonesia untuk pindah ibu kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan dalam Pidato Kenegaraan HUT RI-74 pada Sidang Bersama DPD dan DPR RI di Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019. Namun, pada kesempatan itu Presiden tidak menyebutkan secara spesifik provinsi atau kota mana yang akan dijadikan ibu kota baru tersebut. []

Berita terkait
Video: Sandi Kritik Soal Pemindahan Ibu Kota
Sandiaga Salahuddin Uno memberikan masukan sekaligus mengkritik persoalan pemindahan Ibu Kota yang menjadi perhatian publik saat ini.
Sandiaga Uno Kritik Rencana Pindah Ibu Kota RI
Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam diskusi 'Selamatkan Indonesia dari Kebangkrutan' di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta.
Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Zulkifli Hasan: Boleh Saja
Rencana Presiden Jokowi yang akan memindahkan ibu kota Indonesia dari kota Jakarta ke Pulau Kalimantan 'direstui' Ketua MPR Zulkifli Hasan.
0
Jelang Natal, HMI Sumut Serukan Lawan Terorisme
HMI Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hari besar Natal 25 Desember 2019.