UNTUK INDONESIA
Arsul Sani: Humphrey Djemat Sandiwara Politik
Arsul Sani mengatakan kubu Humphrey sedang memainkan sandiwara politik dengan mengatasnamakan PPP Muktamar Jakarta.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) mengangkat tangan bersama Ketua Umum PPP Muktamar Jakarta Humphrey Djemat (kiri) saat deklarasi dukungan PPP muktamar Jakarta kepada pasangan Prabowo-Sandi di kediaman Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (28/11/2018). PPP muktamar Jakarta secara resmi menyatakan dukungannya untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi pada Pemilu 2019. (Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, (Tagar 1/12/2018) - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyatakan akan menempuh jalur hukum atas tindakan kubu Humphrey Djemat yang mengatasnamakan PPP Muktamar Jakarta. 

Hal tersebut, kata Arsul, bukan karena kubu Humphrey Djemat mendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kami akan mengambil tindakan hukum secara pidana, bukan karena mereka dukung PAS (Prabowo-Sandi), tapi karena mereka memalsukan kop surat, stempel dan menyebar kebohongan dengan mengaku sebagai DPP PPP," ujar Arsul Sani kepada wartawan, Kamis (29/11).

Arsul Sani mengatakan, kubu Humphrey sedang memainkan sandiwara politik dengan mengatasnamakan PPP Muktamar Jakarta. Jadi, kecil kemungkinan suara kubu Humphrey terdengar sampai akar rumput.

"Apa yang disebut sebagai PPP Muktamar Jakarta itu kan hanya segelintir orang yang lagi cari perhatian media dan saluran politik, supaya jadi berita. Tapi, kecil sekali suara mereka sampai atau didengar akar rumput," terangnya.

Baca juga: PPP Muktamar Jakarta Dukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019

Ada dua alasan, kenapa Arsul sampai mengatakan kubu Humphrey memainkan sandiwara politik. 

Pertama, karena istri dari Humphrey Djemat merupakan anggota dari Tim Kampanye Daerah (TKD) DKI Jakarta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu (01) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Istrinya yang bernama Triana Dewi Seroja Djemat dipasang menjadi Tim Pendukung Ma'ruf Amin di TKD DKI Jakarta di bawah Pak Prasetio (Ketua DPRD Jakarta)," ungkap Arsul.

Tugasnya tidak lain adalah menyampaikan dukungannya untuk pasangan nomor urut 01. "Istri Humphrey ini ke mana-mana menyampaikan dukungan kepada paslon nomor satu (01) Jokowi-Ma'ruf Amin," sambungnya.

Alasan kedua, menurut Arsul, karena PPP Muktamar Jakarta sebenarnya sudah bubar seiring mundurnya Djan Faridz sebagai Ketua Umum saat itu. Selain itu, anggota lain dari PPP Muktamar Jakarta juga telah pindah partai politik, semisal Dimyati Natakusumah yang kini menjadi calon legislatif dari PKS.

"Yang disebut PPP Muktamar Jakarta itu sudah bubar, karena yang menyatakan diri sebagai Ketua Umumnya yakni Djan Faridz sudah mundur, yang dulu mengklaim sebagai Sekjen Dimyati Natakusumah sudah jadi caleg DPR RI dari PKS di dapil Banten," beber Anggota Komisi III itu.

Arsul juga merinci satu per satu anggota lain kubu Djan Faridz yang sudah berpindah partai politik pascapembubaran, di antaranya Epiyardi Asda yang pernah menjadi Wakil Ketua Umum PPP Djan Faridz. Epriyadi diketahui menjadi calon legislatif DPR RI dari PAN untuk dapil Jakarta Barat/Utara.

Nama lain juga yang juga telah pindah partai yakni, Ahmad Gojali Harahap yang dulu giat menjadi juru bicaranya. Kini telah menjadi caleg Golkar untuk Dapil Jakarta Timur.

Sedangkan Nukman Abdul Hakim, yang dulunya menjadi Waketum Kubu Djan Faridz kini menjadi caleg PPP yang legal di dapil Jabar 2.

Fadli Zon: Mereka Nyaman dengan Kami

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengaku pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut dua (02) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memilih menerima dukungan kubu Humphrey yang mengatasnamakan PPP Muktamar Jakarta itu.

"Ya kita kan dukungan dari mana saja yang datang dukungan, tentu kita terima dengan tangan terbuka dengan lapang dada ya, penuh dengan persaudaraan ya, kita berterima kasih," ujarnya di Nusantara III, Kompleks Parlemen Jakarta, Kamis (29/11).

Meski ia mengakui dukungan memang bukan langsung dari struktural PPP, namun dukungan yang tidak resmi itu mencerminkan sebagian elemen PPP punya arus dukungan terhadap Prabowo-Sandi.

"Saya kira memang banyak elemen-elemen dari PPP yang mendukung, itu mungkin yang tidak resmi ya, itu maksudnya yang bukan secara struktural. Tetapi yang kita rasakan, cukup banyak arus yang mendukung," terang Fadli.

Ia mengatakan belum bisa membuktikan seberapa besar dukungan dari para sebagian elemen PPP. Namun, menurutnya, secara tidak langsung dukungan itu menunjukkan bahwa sebagian elemen PPP lebih nyaman berafiliasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Secara kultural dan secara politik ideologis saya kira juga aspirasi dari teman-teman PPP ada, mungkin tidak semua, tapi saya tidak tahu seberapa besar harus dibuktikan, yang memang mereka lebih nyaman berafiliasi dengan Pak Prabowo," tandas Wakil Ketua DPR tersebut. []

Berita terkait
0
Peluang Besar Airlangga Hartarto Jabat Ketum Golkar
Analis komunikasi dan marketing politik UGM Yogyakarta Nyarwi Ahmad menilai Airlangga Hartarto berpeluang besar terpilih kembali sebagai Ketum.