UNTUK INDONESIA
Ancaman Satpol PP Padang untuk Remaja Nakal
Remaja yang terlibat aksi tawuran dan balap liar bakal dikirim ke Batalyon Infanteri (Yonif) 133/Yudha Sakti Padang.
Sejumlah remaja yang ditangkap Satpol PP Padang karena diduga hendak melakukan aksi tawuran di Padang. (Foto: Tagar/Dok.Satpol PP Kota Padang)

Padang - Remaja yang kedapatan menggelar aksi tawuran dan balap liar di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), bakal dikirim ke Batalyon Infanteri (Yonif) 133/Yudha Sakti Padang.

Saya tidak bisa memastikan kapan program pelatihan dan pembinaan di Batalyon untuk remaja nakal ini dimulai.

Hal tersebut dibenarkan Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Padang Edrian Edwar. Menurutnya, program pembinaan di Yonif 133/Yudha Sakti Padang ini, pernah berjalan tahun 2018. Namun, terhenti di tengah jalan.

"Benar kembali diwacanakan. Tapi untuk teknisnya nanti berada di ranah Dinas Sosial," katanya, Rabu, 4 Maret 2020.

Salah satu indikator remaja bandel yang akan dikirim ke Yonif 133/Yudha Sakti Padang nanti adalah mereka yang terbukti terlibat aksi tawuran, atau pun balap liar dalam jumlah banyak.

"Program itu akan dianggarkan nantinya. Tapi saya tidak bisa memastikan kapan program pelatihan dan pembinaan di Batalyon untuk remaja nakal ini dimulai," katanya.

Saat ini, pihaknya hanya berkoordinasi dengan TNI-Polri dan Satuan Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) dalam rangka memerangi aksi tawuran dan balap liar yang kerap terjadi di Padang.

"Patroli kami lakukan setiap malam minggu. Kami koordinasi dengan TNI-Polri," tuturnya. []


Berita terkait
Warga Padang Tewas Ditabrak Kereta Api Bandara
Kecelakaan Kereta Api Bandara di Padang, Sumatera Barat, menewaskan seorang warga Padang.
Baru Bebas, Pria Padang Pariaman Maling Motor Lagi
Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor di Padang Pariaman, Sumatera Barat, diringkus di Kabupaten Limapuluh Kota.
Ancaman Polisi untuk Penimbun Masker di Padang
Polda Sumatera Barat bakal menindak tegas siapa saja yang terindikasi menimbun masker di saat situasi masyarakat khawatir ancaman corona.
0
Keringanan Retribusi untuk Pedagang Semarang
Pemkot Semarang membebaskan retribusi untuk PKL dan memberi diskon 50 % retribusi pedagang pasar.