UNTUK INDONESIA
Akun Medsos Fitnah Pedangdut Nella Kharisma Dihapus
Polda Jawa Timur kesusahan menelusuri akun medsos yang dilaporkan Nella Kharisma karena sudah dihapus.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Polisi mengaku kesulitan mencari akun Facebook Suprianto yang menyebut pedangdut Nella Kharisma selingkuh dengan mantan Bupati Kediri, Ir Sutrisno.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan berdasarkan pengaduan yang dilakukan oleh kuasa hukum Nella Kharisma pada Rabu kemarin, pihaknya langsung melakukan upaya. Namun, saat melakukan penelusuran akun yang dilaporkan, Barung menyebut akun Facebook Suprianto telah dihapus.

"Prinsipnya kami menindaklanjuti akun ini ternyata sudah melakukan penghapusan terhadap apa yang diposting," kata Barung saat dikonfirmasi, Jumat 29 November 2019.

Barung menyampaikan meski pengaduan yang dibuat oleh kuasa hukum Nella Kharisma belum resmi. Namun polisi tetap melakukan lidik, terhadap akun Facebook yang diduga mencemarkan nama baik pelantun lagu "Jaran Goyang" ini.

Prinsipnya kami menindaklanjuti akun ini ternyata sudah melakukan penghapusan terhadap apa yang diposting.

"Nella Kharisma hanya melakukan pengaduan saja melalui pengacaranya dengan surat yang ditulis oleh Kuasa hukumnya. Tetapi polisi, walaupun pengaduan bukan laporan, polisi tetap menindaklanjuti itu," ujarnya.

Selain itu, Barung juga mengungkap adanya dugaan jika akun tersebut merupakan akun palsu atau fake account. Yang mana, pelaku tidak menggunakan identitas hingga alamat aslinya.

"Kemudian kita menelusuri akun itu kemungkinan besar adalah akun-akun yang tidak sesuai dengan identitasnya dia yang tertulis baik alamat," ucap Barung.

Untuk itu, Barung meminta kuasa hukum Nella Kharisma melakukan laporan secara resmi ke polisi. Atau bisa dilakukan dengan Nella mendatangi langsung Mapolda Jatim.

"Tapi kita akan terus menindaklanjuti, saran kita kepada Kuasa hukumnya, buatlah laporan secara tertulis agar penyelidikan lebih mendalam bisa kita lakukan," ujar Barung.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi secara terpisah kuasa hukum Nella Kharisma, Ander Sumiwi Budi Prihatin menerima saran dari Barung. Ia mengkonfirmasi bahwa Nella akan mendatangi Mapolda Jatim untuk memberikan keterangan terkait dengan aduannya tersebut.

"Prinsipal (Nella) akan kita hadirkan untuk dimintai keterangan sebagai pelapor," ujar Ander.

Sayangnya, saat ini kata Ander, posisi Nella masih sedang tour di Sumatera dan Kalimantan. Sehingga, pihaknya masih menunggu konfirmasi waktu, untuk dapat melakukan laporan langsung ke Polda Jatim.

"Saya masih menunggu konfirmasi dari pihak manajemen Nella. Sebab, saat ini Nella masih tour di Sumatera dan Kalimantan. Sehingga agak susah akses komunikasinya. Kita tunggu saja," ucap dia.

Sebelumnya, tak terima diisukan selingkuh dengan Bupati Kediri, pedangdut Nella Kharisma mengadukan sebuah akun Facebook bernama Suprianto ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Langkah ini dilakukan Nella, lantaran isu tersebut cukup lama beredar di media sosial. Apalagi, isu adanya hubungan khusus antara Nella dengan Bupati Sutrisno ini disertai dengan kolase foto antara Nella dan Sutrisno di akun tersebut.

Selain itu, akun tersebut juga menyinggung istri dari Sutrisno yang kini Bupati Kediri, Haryanti Sutrisno. Sehingga membuat perdebatan dan dituding telah mencemarkan nama naik Nella Kharisma. []

Baca juga:

Berita terkait
Polrestabes Surabaya Ungkap Praktik Calo SIM Palsu
Polrestabes Surabaya mengamankan sejumlah barang bukti, tujuh lembar tanda bukti SIM sementara, lima flashdisk, dan empat lembar STNK palsu.
Pelaksanaan MTQ di Pamekasan Terkendala Penginapan
Jumlah peserta MTQ yang mencapai ribuan, sementara tempat penginapan seperti hotel di Pamekasan amat begitu terbatas.
AUI Jawa Timur Desak Proses Hukum Sukmawati
Aksi AUI Jatim dilakukan untuk menuntut Sukmawati Soekarnoputri diproses hukum karena dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.