UNTUK INDONESIA
Wiranto: Tugas Kami Belajar, Tidak Diajarkan Berpolitik
Pelajar SMA di Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, menyatakan ketidaksetujuannya dengan aksi turun ke jalan.
Siswa sedang melakukan penghormatan bendara setengah tiang, untuk memperingati Gerakan 30 September (G 30 S) di Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, Senin 30 September 2019. (Foto: Tagar/Karmawan Silaban)

Humbahas - Pelajar SMK di Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara, menyatakan ketidaksetujuannya dengan aksi turun ke jalan oleh para pelajar SMA dan SMK di beberapa daerah di Tanah Air.

Apalagi para pelajar tersebut melakukan tindakan anarkis yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum. Aksi dilakukan menolak RKUHP dan revisi UU KPK.

Wiranto Simamora, pelajar SMK Negeri 1 Tarabintang, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbahas menyebut, tidak sepakat dengan aksi para pelajar melakukan aksi turun ke jalan karena belum saatnya.

"Tugas kami hanya belajar. Kami di sekolah tidak diajarkan untuk berpolitik, tapi kami diajarkan di sekolah untuk belajar saja," tukasnya, Senin 30 September 2019 di Doloksanggul, Kabupaten Humbahas.

Pada momen peringatan Gerakan 30 September yang baru saja diperingati dan bertepatan dengan pelantikan 25 anggota DPRD Humbahas periode 2019-2024, dia mengingatkan para anggota DPRD terhormat untuk mengingat peristiwa dan sejarah buram Gerakan 30 September yang dimotori oleh PKI.

"Supaya mengkikis paham radikalisme. Kemudian paham komunis juga tidak berkembang ketika menjalankan tugas dan fungsinya sebagai anggota dewan," kata Wiranto, menitip pesan.

Namun DPRD yang diharapkan adalah yang memberikan contoh baik dan teladan bagi rakyat

Sedangkan Anju Sihombing, pelajar SMK Negeri 1 Lintongnihuta, Kecamatan Lintongnihuta, juga menitip harapan kepada 25 anggota dewan yang baru saja dilantik, agar lebih amanah memperjuangkan aspirasi.

"Kami berharap agar para wakil rakyat membawa perubahan kepada kami. Bekerja sebagai wakil rakyat dan pro rakyat," katanya.

Anju menyebut, rakyat secara detail tidak mengetahui apa tugas dan fungsi DPRD itu. Rakyat hanya tahu bahwa DPRD itu kumpulan wakil rakyat.

"Saya tidak mengerti apa dewan itu, kami hanya berharap mereka tahu apa yang diinginkan rakyat saat ini," katanya.

Hal sama disampaikan rekan Anju, Juniadi Siregar. Pelajar SMK I Lintongnihuta itu berharap ke-25 anggota DPRD Humbahas merupakan putra terbaik setiap daerah pemilihan.

Dia mengingatkan, beban sebagai wakil rakyat, tanggungjawabnya bukan hanya kepada konstituen, tetapi yang paling utama bagaimana amanah itu dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.

"Bila Tuhan berkenaan, bercita-cita sebagai wakil rakyat, bukan hal mustahil. Berkeinginan menjadi seorang dewan terhormat untuk perubahan yang lebih baik. Namun DPRD yang diharapkan adalah yang memberikan contoh baik dan teladan bagi rakyat," katanya.[]

Berita terkait
Polisi Hentikan Truk Pelajar STM yang Akan Demo di DPR
Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Priok melakukan kegiatan pencegahan pergerakan massa khususnya pelajar, pada Senin, 30 September 2019.
Aksi Pelajar di Yogyakarta Soroti Pasal Unggas di RKUHP
Sudah menjadi hal biasa kalau ayam ternak itu diumbar, sampai ke pekarangan tetangga. Ini kok mau dipermasalahkan.
Kembalikan Pelajaran Sejarah
Sekolah, begitulah tuntunan sekaligus tuntutan kurikulum, sudah sangat minim memberikan waktu (les) khusus bagi pelajaran sejarah.
0
Polisi Siaga di Kampus UMI Makassar
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, polisi bersenjata lengkap menjaga kampus UMI Makassar pasca tewasnya salah satu mahasiswa.