WHO: Dunia Dalam Fase Baru Bahaya Virus Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pandemi virus corona Covid-1i semakin cepat penyebarannya.
Arsip Foto: Direktur General WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada pertemuan Munich Security Conference di Jerman (15/2/2020). Tedros menyatakan optimismenya pada Covid-19 bisa dikendalikan. (Foto: Antara/REUTERS/ANDREAS GEBERT).

Jenewa- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa pandemi virus corona Covid-19 semakin cepat penyebarannya. Berdasarkan data Kamis, 18 Juni 2020, ada 150.000 kasus baru di seluruh dunia yang merupakan tertinggi dalam satu hari dan hampir setengah ditemukan di Amerika Serikat. "Dunia berada dalam fase baru dan berbahaya," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di kantor pusat Jenewa.

Di Amerika Serikat, sejumlah besar kasus baru, penularannya berasal dari Asia Selatan dan Timur Tengah.

Seperti diberitakan dari Channel News Asia, Sabtu, 20 Juni 2020, Tedros mengatakan virus corona Covid-19 ini masih menyebar dengan cepat. "Masih mematikan, dan kebanyakan orang masih rentan," ucapnya pada pengarahan virtual dari kantor pusat.

Baca Juga: Covid-19, WHO Sarankan Pakai Masker di Area Publik 

Lebih dari 8,53 juta orang di dunia dilaporkan terinfeksi virus Covid-19 dalam kasus gelombang baru. Menurut penghitungan Reuters pada Jumat, pukul 1.26 malam GMT, 453.834 dilaporkan meninggal dunia. ,

Tedros, yang kepemimpinannya di WHO sangat dikritik oleh Presiden AS, Donald Trump, mendesak masyarakat orang untuk menjaga jarak sosial (social distancing) dan "kewaspadaan ekstrem." "Seperti di Amerika Serikat, sejumlah besar kasus baru, penularannya berasal dari Asia Selatan dan Timur Tengah," tuturnya.

Pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan menyoroti situasi di Brasil. Ia mengatakan ada 1.230 tambahan kasus kematian akibat Covid-19 dalam sehari. Sekitar 12 persen infeksi di Brasil melibatkan petugas kesehatan. Namun, ia menyoroti keberanian petugas kesehatan yang dalam menangani pasien meskipun banyak yang terpapar virus.

Ilustrasi Covid-19Ilustrasi Covid-19 (Foto: pixabay)

Brasil memiliki wabah terburuk di dunia di luar Amerika Serikat. Jumlah kasus yang terkonfirmasi mencapai 978.142 dengan jumlah 47.748 orang.

Kebangkitan cluster baru Covid-19 tidak selalu berarti gelombang kedua.

Banyak negara yang mengurangi pembatasan atau melonggarkan lockdown, namun takut terjadi gelombang kedua infeksi. Ryan mendesak dilakukan pendekatan bertahap dan ilmiah.

"Keluar dari kuncian harus dilakukan dengan hati-hati, secara bertahap, dan harus didorong oleh data. Jika tidak tahu di mana kemungkinannya, virus itu akan mengejutkanmu," ucap Ryan.

Ryan menambahkan, kebangkitan cluster baru tidak selalu berarti gelombang kedua, sementara "puncak kedua" juga dimungkinkan dalam satu gelombang. Ia memuji Jerman, China, dan Korea Selatan atas penanganan pandemi.

Simak Pula: Covid-19 Dunia Jumlah Kasus Positif Tembus 7 Juta

Dengan uji coba yang sedang berlangsung di seluruh dunia untuk menemukan obat-obatan dan vaksin  Covid-19, para pejabat WHO memperingatkan bahwa pengujian skala besar akan diperlukan dengan efek samping yang dipantau dengan cermat. "Meskipun bukan tidak mungkin untuk menemukan vaksin ... itu akan menjadi perjalanan yang sangat sulit," kata Tedros.[]

Berita terkait
WHO Sulit Memprediksi Kapan Virus Covid-19 Musnah
WHO memperingatkan penyebaran pandemi Covid-19 masih akan berlanjut dan sulit diprediksi kapan akan musnahnya.
WHO: Virus Covid-19 Ini Mungkin Tak Pernah Sirna
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa virus corona Covid-19 mungkin tidak pernah siran.
WhatsApp Gandeng WHO Hadirkan Informasi Covid-19
WhatsApp menjalin kerja sama dengan World Health Organization (WHO) dalam menghadirkan layanan informasi seputar virus corona (Covid-19).
0
Ditemukan 215 Kerangka Anak-anak Penduduk Asli di Kanada
PM Kanada sebut penemuan lebih dari 200 kerangka anak-anak yang dikubur di bekas sekolah asrama penduduk asli bukan insiden terpisah