UNTUK INDONESIA
Waspada Penipuan Berkedok Lowongan Kerja di Malang
Warga Kabupaten Malang menjadi korban penipuan setelah mengirimkan lamaran kerja ke sebuah toko di Kota Malang. Padahal toko itu tak buka lowongan.
Postingan salah satu netizen soal penipuan berkedok lowongan kerja di Kota Malang. (Foto: Capture/Tagar/Moh Badar Risqullah)

Malang - Seorang wanita berinisial YZ, 22 tahun, asal Kabupaten Malang hampir saja menjadi korban penipuan dan pemerasan terkait lowongan kerja menjadi kasir toko di Pasar Besar Kota Malang pada Minggu, 16 Agustus 2020 lalu.

Saat itu, YZ mengaku diperas uang Rp 500 ribu oleh pelaku penipuan dengan modus ancaman identitasnya akan disebarkan. Hal itu membuat korban panik dan khawatir hingga trauma. Apalagi, dia mengatakan sudah telanjur mengirimkan dokumen lengkap berisi identitas pribadinya.

Ya Allah. Sedih kalau ingat kejadian (percobaan penipuan) itu. Bukan karena hanya ancaman, tapi juga pelecehan.

Beberapa dokumen administrasi kependudukan yaitu scan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) hingga Curiculum Vitae (CV) berisi data-data informasi terbarunya seperti alamat email dan akun-akun sosial media.

"Ya Allah. Sedih kalau ingat kejadian (percobaan penipuan) itu. Bukan karena hanya ancaman, tapi juga pelecehan," ujar YZ kepada Tagar, Minggu, 23 Agustus 2020.

Baca juga:

Dia menjelaskan pelecehan tersebut berupa terduga pelaku mengirimkan sebuah foto alat kelamin kepadanya melalui email. Foto tersebut, kata dia, dikirim terduga pelaku usai mengirim pesan bernada ancaman sebelumnya.

Dia mengungkapkan foto tak senonoh tersebut ternyata juga dikirim ke beberapa alamat email lainnya. Dia memaparkan kurang lebih ada 13 alamat email dengan diketahui bernama perempuan.

"Fotonya di forward ke banyak email. Setahu saya baca, kebanyakan email wanita-wanita. Makanya, saya merasa ini pelecehan sekali," tuturnya dengan nada jengkel.

Diceritakan YZ, bahwa awal mula bisa terjadinya percobaan penipuan dan pemerasan hingga pelecehan itu saat diberikan informasi lowongan kerja menjadi kasir toko oleh orang tuanya. Dia mengaku diminta untuk memasukkan lamaran kerja di tempat tersebut.

Dia lantas tidak mengamininya untuk segera memasukkan lamaran kerja. Akan tetapi, dia mengkroscek informasi lowongan kerja tersebut di sebuah Facebook Group Informasi Lowongan Kerja di Malang. Sebagaimana informasi dari gambar tangkapan layar diberikan orang tuanya.

"Saya browsing nama instansinya. Begitu juga tempat yang akan saya lamar ini. Dan memang bener ada tokonya. Letaknya di Pasar Besar," ujarnya.

Setelah percaya, merasa cocok dan tidak ada prasangka aneh dengan informasi lowongan kerja tersebut. Sekaligus dia mengaku kerjanya lumayan enak dan bisa mengisi waktu luang sambil menunggu kepastian wisuda di kampusnya dilaksanakan.

"Dia kan melampirkan alamat toko dan alamat email yang pas saya browsing infonya benar. Oke lah, saya lumayan yakin. Akhirnya dengan bismillah, saya submit lamaran kerja," kata dia.

Dua hari berselang, YZ mengaku awalnya senang mendapat balasan email terkait lowongan kerja tersebut. Namun demikian, betapa kaget dan paniknya ketika dia melihat dan membaca balasan emailnya berisi ancaman identitas akan disebarkan tersebut.

"Kalau tidak mau disebarkan. Harus transfer Rp 500 ribu itu. Beruntungnya, saya tidak terpancing dengan ancaman itu untuk mentransfer uang kepadanya," kata dia.

Meski demikian, dia menambahkan tetap ada ketakutan serta kekhawatiran identitasnya dijadikan alat untuk melakukan perbuatan aneh hingga kriminal seperti pinjaman online dan lain sebagainya. Sekalipun dia mengetahui pinjaman online tetap tidak semudah itu.

"Ya saya panik lah. Soalnya kan tidak pernah mengalami kejadian demikian ini. Apalagi, saya takut dan khawatir dibuat pinjaman online atau hal-hal aneh lain," ungkapnya.

Tidak berhenti disana, sekalipun dia sudah memblokir email terduga pelaku itu. YZ mengatakan sore hari usai dapat ancaman itu malah mendapatkan pesan teror lagi berupa foto tidak senonoh.

"Astaghfirullah, sumpah jijik dapat teror foto seks gitu. Makanya, saya sampai sekarang masih trauma dan hati-hati buka email dari siapapun usai kejadian itu," tuturnya.

Usai kejadian itupun YZ mengaku awalnya ada keinginan untuk melaporkan kepada pihak berwajib. Akan tetapi, dia mengurungkan niatnya. Dikarenakan khawatir apa yang diupayakannya akan berakhir sia-sia.

"Awalnya saya ingin lapor ke Polisi. Sama bapak juga diminta demikian. Tapi, saya urungkan dan ngak mau ruwet. Jadi, saya blokir saja email loker tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan kejadian percobaan dan pemerasan tersebut tidak hanya terjadi pada dirinya. Dia menyampaikan juga terjadi pada beberapa orang di Facebook Group beranggotakan 140 orang ribu lebih ini.

Berdasarkan pantauan Tagar, ada salah satu anggota Facebook Group bernama Rachman Syah Husein menyampaikan keponakannya juga menjadi korban. Bahkan, dia mengaku sudah jauh-jauh datang dari Pasuruan ke Malang untuk melamar pekerjaan tersebut.

Akan tetapi, setelah tokonya didatangi ternyata diketahui tidak membuka lowongan kerja. Tidak hanya itu, dia menyampaikan juga ada beberapa orang yang bernasib sama yang sudah menunggu di depan toko dan mendapatkan hasil serupa.

"Keponakan saya jauh-jauh dari Pasuruan ke Malang. Lha kok hoax. Kemarin, ada beberapa anak yang menunggu di depan toko dan pemilik toko mengaku tidak membuka lowongan kerja," tuturnya.

Sedangkan dari hasil penelusuran Tagar. Informasi lowongan pekerjaan tersebut sudah terhapus di Facebook Group. Namun, belum pasti kapan dihapusnya sejak diposting pertama kali oleh pemilik akun bernama Muhammad Agung Prasetyo pada Rabu, 12 Agustus 2020 lalu. []

Berita terkait
Ancaman Hukuman Perebut Jenazah Covid di Kota Malang
Polresta Malang menindak tegas jika ada warga yang mengambil secara paksa jenazah pasien Covid-19. Bahkan ancaman pasal berlapis.
PKB Usung Sepupu Gus Dur di Pilkada Malang
Partai Kebangkitan Bangsa memutuskan mengusung sepupu Gus Dur, Latifah Shohib berpasangan Didik Budi Muljono di Pilkada Malang.
Wali Kota Malang Akan Tindak Pengadang Jenazah Covid
Wali Kota Malang sangat menyayangkan video viral seorang tokoh agama membukan kantong jenazah probable Covid-19 secara paksa.
0
Istri Cawalkot Medan Akhyar Nasution Bagi-bagi APK di Masjid
Kehadiran Nurul Khairani tanpa diundang. Di tempat ibadah itu, dia membagikan alat peraga kampanye suaminya, Akhyar Nasution.