UNTUK INDONESIA
Waspada Corona, Dosen Unand Dilarang ke Luar Negeri
Seluruh civitas akademika Universitas Andalas dilarang berkunjung ke luar negeri untuk menghindari penyebaran virus corona.
Rektor Universitas Andalas (Unand), Prof. Yuliandri. (Foto : Tagar/Rina Akmal)

Padang - Universitas Andalas (Unand) mengimbau agar seluruh civitas akademika untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Hal ini untuk mencegah penyebaran wabah virus corona yang juga sudah menyerang warga Indonesia.

Seluruh civitias akademika Unand diminta tidak panik dan selalu melakukan tindakan pencegahan penularan penyakit.

Sebelumnya, WHO juga menetapkan bahwa COVlD-19 sebagai Public Health Emergency International Contern dan pemerintah juga telah mengeluarkan Kepmenkes No.HK.01.07/MENKES/104l2020 tentang penetapan COVlD-19 sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya.

Surat edaran Rektor Universitas Andalas (Unand) Prof Yuliandri dengan nomor: 5/UN.I6.R/SE/2020 itu, untuk menindaklanjuti kasus corona yang terus menyebar di beberapa negara. Seperti China, Jepang, Korea, Singapura. Malaysia, Vietnam, Thaitand, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Perancis, Inggris. Kemudian Italia, Spanyol, Belanda, Kroasia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Mesir, Iran India dan Australia.

"Himbauan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu, hingga kondisinya benar-benar aman," kata Rektor Unand Yuliandri, Senin, 2 Maret 2020.

Yuliandri mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi lebih dari 81.000 orang dengan angka kematian 3,2 persen. Kasus dengan jumlah negara terjangkit dan penderita pun terus bertambah. Hal ini yang menjadi dasar Unand melarang civitas akademika Unand untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri.

"Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami menghimbau seluruh civitas akademika Unand menangguhkan semua perjalanan ke luar negeri. Terutama pada negara-negara yang sudah tercatat terdampak COVID-19 sampai ada ketentuan yang menyatakan situasi benar-benar aman dan terkontrol," tuturnya.

Kemudian, jika baru saja kembali dari melakukan perjalanan dari luar negeri (baik itu sendiri maupun anggota keluarga), terutama dari negara yang sudah tercatat terjangkit COVlD-19, segera melakukan isolasi diri sendiri di rumah masing-masing. Jika mengalami gejala demam, batuk-batuk dan sesak nafas, diminta segera melakukan pemeriksaan di RS Unand.

"Walau begitu, seluruh civitias akademika Unand diminta tidak panik dan selalu melakukan tindakan pencegahan penularan penyakit. Seperti melakukan kebersihan tangan rutin dengan mencuci tangan dengan air dengan sabun. Gunakan masker jika batuk dan pilek," katanya.

Untuk informasi lebih lanjut, civitas akademika Unand diminta merujuk kepada buku pedoman kesiapsiagaan menghadapi virus corona yang diterbitkan oleh Kemenkes RI tanggal 17 Februari 2020. []


Berita terkait
Pasien Suspect Corana di Sumbar Pulang dari Thailand
Warga Sumatera Barat yang dilaporkan suspect corona pulang dari perjalanan luar negeri. Dia sudah enam hari dirawat di RSUP M Djamil Padang.
Gubernur Sumbar Minta Warga Tak Panik Virus Corona
Gubernur Sumatera Barat meminta masyarakat tidak panik dengan telah masuknya virus corona ke Indonesia.
Antisipasi Virus Corona, Orang Demam Jangan Naik MRT
Manajemen kereta Moda Raya Terpadu (MRT) akan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh di setiap stasiun untuk meminimalisir penyebaran virus corona.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.