UNTUK INDONESIA
Warga Kaliurang Sleman Sebal Knalpot Blombongan
Warga Kaliurang Sleman sebal dengan motor berknalpot blombongan. Warga pun berinisiatif pasang spanduk dan berharap polisi menindaknya.
Warga Dusun Ngipiksari RT 1 RW 12, Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta membentangkan spanduk di jalanan (Foto Tagar/Evi Nur Afiah).

Sleman - Suara bising knalpot blombongan pengendara motor membuat warga Dusun Ngipiksari RT 1 RW 12, Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta mengeluh. Tak ingin tinggal diam, warga pun membentangkan spanduk besar di jalan.

Salah satu warga setempat bernama Supargito usia 70 tahun mengatakan, dalam dua minggu terakhir ini, suara bising knalpot blombongan kerap mengganggu kenyamanan warga. Mereka menegaskan bahwa akses jalan menuju wisata Kaliurang itu bukan area sirkuit.

“Dimohon kepada pengendara motor yang blombongan, jalanan ini bukan sirkuit. Kurang lebih seperti itu tulisan di spanduk yang warga buat kenapa pengguna knalpot blombongan,” kata Supargito kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Jumat, 16 Oktober 2020.

Baca Juga:

Pengendara motor yang sudah merenggut kenyamanan warga akhir-akhir ini adalah komunitas motor Ninja, CBR, dan RX-King. Saat berkendara, komunitas pemotor ini yang dinilai kerap menggeber-gegerkan kendaraannya.

Komunitas pemotor juga sering kali membahayakan warga yang ingin menyebrang karena mereka kerap bergerombol. Selain itu, suara bising knalpot blombongan sangat beresiko bagi warga yang memiliki riwayat penyakit serius seperti lemah jantung.

Anti Knalpot BlombonganWarga Dusun Ngipiksari RT 1 RW 12, Kelurahan Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta membentangkan spanduk di jalanan (Foto Tagar/Evi Nur Afiah).

“Suara bisingnya itu beresiko bagi warga khususnya saya sendiri punya penyakit lemah jantung. Soalnya ketika mereka menggrong motornya suaranya keras jadi sering kaget,” ujarnya.

Supargito tidak menampik bahwa Jalan Kaliurang sering dilewati pengendara terutama mereka yang ingin berwisata. Namun sejak dua minggu terakhir ini, pengendara yang melintas sudah sangat kelewatan.

Saat malam hari di mana warga sedang beristirahat, suara bising knalpot blombongan sangat mengganggu warga. Terlebih bagi rumah yang tepat berada di pinggir jalan raya. “Terkadang komunitas motor itu seenaknya sendiri seakan jalan milik mereka,” ujarnya.

Dimohon kepada pengendara motor yang blombongan, jalanan ini bukan sirkuit.

Meskipun demikian, warga sekitar tidak mempunyai kewenangan untuk menangkap para predator blombongan yang sudah mengganggu warga. Mereka berharap aparat kepolisian bisa menindak tegas para pengendara tersebut.

Baca Juga:

Melalui spanduk yang warga bentangkan di jalan, harapannya dapat pengendara motor baca kemudian diterapkan. “Saya yakin pengendara bisa membaca tapi enggak tahu dibaca apa enggak. Harapannya dibaca dan diterapkan imbauan yang warga tulus,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Pakem Ajun Komisaris Polisi (AKP) Chandra Lulus saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. “Kami akan segera berkoordinasi dengan warga untuk mengatasi pengendara yang menggunakan knalpot blombongan,” ucap AKP Chandra. []

Berita terkait
Cerita Kakek Pembuat Gantungan Knalpot di Semarang
Seorang kakek berusia 98 tahun di Semarang hidup dengan menjadi produsen sekaligus penjual gantungan knalpot. Per unit dihargai Rp 2 ribu.
Ratusan Knalpot Racing Dimusnahkan Polres Bantaeng
Polres Bantaeng memusnahkan knalpot Racing saat peringatan Hari Lalu Lintas ke-65. Knalpot racing tersebut hasil penindakan selama 7 bulan.
Polisi Razia Balap Liar dan Knalpot Bising di Sumbar
Polisi juga sempat mencegat salah seorang pengendara yang kedapatan menggunakan knalpot bising persis di depan rumah Kapolda Sumbar.
0
Sindir Politik Dinasti, PKS: Ini Bukan Perusahaan Keluarga
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto mengaku prihatin dengan sikap abai Pemerintahan Presiden Jokowi atas perkembangan politik dinasti saat ini.