Warga Demo dan Paparkan 30 Dosa Plt Gubernur Aceh

Dalam aksi ini, massa juga memaparkan 30 ‘dosa’ Plt Gubernur Aceh terhadap rakyatnya.
Sekelompok warga yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Aceh (GERAM) kembali menggelar aksi di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis, 10 September 2020. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh – Sekelompok warga yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Aceh (GERAM) kembali menggelar aksi di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis, 10 September 2020. Dalam aksi ini, massa juga memaparkan 30 ‘dosa’ Plt Gubernur Aceh terhadap rakyatnya.

Ini merupakan aksi kedua mereka dalam memprotes sejumlah kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang dinilai yang tak pro rakyat. Aksi pertama dilakukan pekan lalu di depan Masjid Raya Baiturrahman, kantor DPR Aceh dan kantor Gubernur Aceh.

Dalam aksi kedua ini, mereka melakukan orasi secara bergantian. Selain itu, massa juga ikut membentangkan spanduk berisi tuntutan dan protes terhadap kebijakan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

“Dalam aksi ini kami ingin memastikan apa yang telah kita sampaikan minggu lalu, ini harus segara direalisasikan oleh Pemerintah Aceh,” ujar Koordinator Aksi, Fakhurrazi kepada wartawan.

30 poin ini merupakan sebagian besar dosa Pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh harus segera merealisasikan terhadap 30 poin ini.

Dalam aksi kedua ini, kata Fakhrurrazi, pihaknya datang dengan membawa 30 poin dosa Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Poin-poin tersebut di antaranya Program Gebrak Masker Aceh (GEMA) yang dinilai pemborosan uang rakyat.

Kemudian, pemasangan stiker BBM pada mobil rakyat berdasarkan Surat Edaran Gubernur Aceh No. 450/9186 tahun 2020. Menurut Fakhrurrazi, ini merupakan penghinaan atau pelecehan terhadap rakyat Aceh.

Dosa lainnya, lanjut Fakhrurrazi, Plt Gubernur Aceh sudah berulang kali tidak hadir dalam sidang paripurna DPRA. Menurutnya, ini merupakan bentuk pelecehan terhadap lembaga legislatif atau wakil rakyat Aceh.

“30 poin ini merupakan sebagian besar dosa Pemerintah Aceh. Pemerintah Aceh harus segera merealisasikan terhadap 30 poin ini,” tutur Fakhurrazi.

Baca juga: 

Ia menambahkan, akibat kebijakan Plt Gubernur Aceh yang tak pro rakyat, dampak perubahan sosial sangat terlihat pada masyarakat di 23 kabupaten/kota di Tanah Rencong.

“Kita sudah merencanakan apabila Plt tidak merealisasikan terhadap apa yang kita ingin sampaikan, maka kita akan melakukan konsolidasi di 23 kabupaten/kota di Aceh,” ujarnya.

“Mungkin setelah ini kita akan ke daerah untuk menggalang kawan-kawan di daerah ke Banda Aceh, untuk melakukan protes, mungkin ini klimaks aksi akbar yang akan kita lakukan di Banda Aceh,” tambah Fakhrurrazi. [PEN]

Berita terkait
IDI: 1 Juta Warga Aceh Rawan Jika Terpapar C-19
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh khawatir pandemi C-19 terus melebar di Aceh.
Seekor Gajah Liar Mati di Pidie Aceh
BKSDA Aceh belum bisa merincikan penyebab kematiannya gajah liar yang ditemukan mati di perkebunan warga di Aceh.
Diserang Gajah Liar, Seekor Gajah Jinak Mati di Aceh
Seekor gajah jinak jantan mati akibat diserang gajah liar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
0
Amerika Dorong Vaksinasi Covid-19 Dengan Hadiah Jutaan Dolar
Mulai dari hadiah uang tunai yang sangat besar hingga layanan tertentu secara cuma-cuma, merupaka upaya dorong warga untuk divaksinasi Covid-19