UNTUK INDONESIA
Warga Dairi Diimbau Tidak Berkumpul di Kedai Tuak
Warga di Kabupaten Dairi diimbau untuk sementara waktu tidak berkumpul di lapo tuak atau kedai guna memutus mata rantai penularan Covid-19.
Forkopimca Kecamatan Sumbul, mengelilingi Pasar Sumbul, menyampaikan imbauan penccegahan penyebaran Covid-19 kepada warga pada Selasa, 24 Maret 2020 (Foto: Tagar/Robert Panggabean)

Dairi - Warga di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diimbau untuk sementara waktu tidak berkumpul di lapo tuak atau kedai, guna memutus mata rantai penularan Covid-19 yang kini mewabah.

Imbauan itu disampaikan sejumlah pejabat di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, saat membagi-bagikan masker, dan penyemprotan disinfektan kepada warga di Pasar Sumbul pada Selasa, 24 Maret 2020. 

Camat Sumbul, Kepala Kepolisian Sektor Sumbul (Kapolsek), dan Komandan Rayon Militer (Danramil) Sumbul, menyampaikan kebiasan berkumpul-kumpul di kedai tuak seperti selama ini sebaiknya dihentikan sementara. 

Selain memberikan imbauan, disebut akan ada tindakan terhadap warga yang mengabaikan hal tersebut.

“Kita akan turun langsung. Untuk sanksi, kita serahkan kepada kepolisian. Kita bantu kepolisian. Kita imbau dulu untuk bubar, kalau tidak diindahkan, akan diambil tindakan lebih tegas lagi,” kata Danramil 01 Sumbul, Kapten Lisben Situmorang.

Hal serupa disampaikan Camat Sumbul Roy Sinaga. Dia menyebut, forum komunikasi pimpinan kecamatan melakukan kunjungan ke lapo-lapo (kedai-kedai). 

"Malam mulai pukul 20.00 WIB, sweeping akan kita lakukan. Kepada para orang tua kami imbau agar mengajar dan mendidik anak-anaknya untuk melakukan aktivitas di rumah,” kata Roy Sinaga.

Sebelumnya, pembagian masker dan penyemprotan disinfektan di Pasar Sumbul diinisiasi anggota DPRD Kabupaten Dairi Kian Munthe.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Dairi itu, mengerahkan armada pribadi untuk penyemprotan lokasi pasar. Masker sebanyak 10 kotak dibagikan gratis kepada warga di sana. 

Godang dewan sian on. Akka namora do muse. Songonon ma nian dibaen

Pantauan Tagar di lokasi, Camat Sumbul Roy Sinaga, Kapolsek Sumbul Ajun Komisaris Polisi Dedy Ginting, Danramil 01 Sumbul Kapten Lisben Situmorang, Kepala Puskesmas Sumbul dr Lois Sihombing, beserta jajaran masing-masing ikut turun.

Sembari berjalan mengelilingi pasar, mereka bergantian menyampaikan imbauan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui pengeras suara. 

“Jangan sepele amang inang. Tidak ada korama (paduan suara laki-laki) korina (paduan suara perempuan). Ini corona, harus kita cegah bersama, ikuti anjuran pemerintah,” kata Kian.

Sementara dr Lois Sihombing menyampaikan beberapa hal dari sisi kesehatan untuk dipatuhi. “Hindarkan bersentuhan. Jangan membuat perkumpulan. Jaga kebersihan. Mari kita serius,” katanya.

Di sela kegiatan, Kian mengatakan, penyemprotan dan pembagian masker itu direncanakan secara tiba-tiba pada Senin, 23 Maret 2020. 

“Saya teringat hari ini pekan. Saya hubungi Forkopimca, semua mendukung untuk melaksanakan. Ya, kita lakukan. Kita rencanakan, ini berkelanjutan,” katanya.

Lois Sihombing membenarkan, semua peralatan dan masker yang dibagikan pada kegiatan itu disediakan oleh Kian Munthe. 

“Kalau masker yang ada di kita, stok untuk tenaga medis dan pasien. Masker yang dibagi, dari Pak Munthe,” katanya.

Sementara itu, beberapa pedagang maupun warga sekitar mengapresiasi penyemprotan dan pembagian masker. Mereka berharap kegiatan itu berkelanjutan.

“Bagus yang begini. Kalau bisa, sampai ke rumah-rumahlah maunya. Baru ini memang ada penyemprotan begini di sini,” kata Dewi Lumban Gaol, 35 tahun, penduduk Parratusan Sumbul. 

Pedagang ikan itu menambahkan, masker sangat sulit diperoleh dan kalaupun ada harganya mencapai Rp 15 ribu.

Demikian halnya dengan boru Siagian, 70 tahun, mengapresiasi kegiatan itu serta berharap agar anggota dewan lainnya melakukan hal serupa.

“Godang dewan sian on. Akka namora do muse. Songonon ma nian dibaen (Banyak dewan dari sini. Yang kaya pula semua. Beginilah maunya dibuat),” kata pensiunan guru itu.[]

Berita terkait
Antisipasi Corona Sekolah di Dairi Libur 18-31 Maret
Meminimalisasi kemungkinan penyebaran virus corona, sekolah di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diliburkan.
DPRD Dairi Pantau RSUD Sidikalang Antisipasi Corona
RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi mempersiapkan ruangan isolasi terpisah untuk antisipasi pasien terkait virus corona.
Kenapa Penyemprotan Disinfektan di Pasar Dairi Batal
Antisipasi penyebaran virus Covid 19, Pemkab Dairi batal melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Sidikalang.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.