UNTUK INDONESIA
Walhi: Adanya Pembiaran Kasus Tambang Emas Ilegal di Aceh
Walhi Aceh menilai aktivitas penambangan emas ilegal di Aceh terkesan adanya pembiaran.
Direktur Eksekutif WALHI Aceh Muhammad Nur. (Foto: Tagar/ Agam Khalilullah)

Aceh Barat – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh menilai aktivitas penambangan emas ilegal yang ada di enam Kabupaten termasuk di Kabupaten Aceh Barat terkesan adanya pembiaran.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur saat dikonfirmasi mengatakan kasus penambangan emas ilegal di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten lainnya ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Sebenarnya sudah kita dorong untuk penegakan hukum, dari dulu itu sejak tahun 2009 sudah kita dorong, tapi kalau dampak itu sebenarnya ya pasti terjadilah kerusakan hutan, penggalian lahan tanah itu kan,” kata Muhammad Nur, Selasa, 10 November 2020.

Kami menduga ada pola-pola komunikasi atau pembagian hasil dari tambang itu yang tidak adil atau dia tidak lagi sanggup memenuhi biaya.

Walhi Aceh terus mendesak pemerintah untuk mengambil sikap tegas terhadap praktek penambangan emas ilegal yang sudah berlangsung selama bertahun tahun ini sehingga banyak lingkungan dan ekosistem di kawasan hutan ikut menerima dampak aktivitas tambang emas liar.

“Memang adanya penangkapan karena kalau penangkapan itu bisa jadi akibat tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam kegiatan ilegal makanya bisa jadi ditangkap, kalau ditangkap kan ditangkap semua sebenarnya tapikan ketika ditangkap satu atau dua artinya ada yang melanggar diantara mereka sendiri,” katanya.

Kata dia, meski penegak hukum dan pemerintah sudah mengimbau dan melarang adanya aktivitas penambangan emas ilegal namun masih saja ada penambang emas ilegal yang membandel dan tetap melakukan penambangan.

Menurutnya meskipun aparat penegak hukum sudah melakukan penindakan dan penangkapan terhadap para penambang emas ilegal namun hanya sebagian saja yang di tangkap dan masih banyak lagi penambang emas ilegal lainnya yang tidak ditindak.

“Kami menduga ada pola-pola komunikasi atau pembagian hasil dari tambang itu yang tidak adil atau dia tidak lagi sanggup memenuhi biaya-biaya tak terduga lainnya, jadi yang jelas kalau itu kan tidak bisa kita buktikan tapi bisa kita lihat dari cara menangkap satu atau dua ditangkap sementara seratus dilepas, bisa jadi karena pemain baru ditangkap kan gitu,” ujar Muhammad Nur.

Meskipun demikian pihaknya masih terus melakukan upaya advokasi terhadap aktivitas penambangan emas liar tersebut supaya tidak berlanjut dan dikhawatirkan akan menjadi negatif terhadap lingkungan dan memicu terjadinya bencana.

“Advokasi kita sebenarnya sederhana saja, yang pertama kita ingatkan bahwa teah terjadi kerusakan hutan dan lahan dalam jumlah yang cukup besar dan luas, yang kedua kita adukan lah perkara ini kepada penegak hukum dan lembaga teknis seperti SDM untuk kemudian dihentikan, yang ketiga kita memang mendorong kebijakan seperti agenda-agenda politik untuk memperbaiki model-model kelola,” ujarnya.

Baca juga:

Dia berharap agar aktivitas penambangan emas ilegal segera diberhentikan dulu sementara waktu untuk kemudian panambang mengajukan pengelolaan tambang secara resmi dan legal kepada pemerintah.

“Solusi dari kami sebenaranya sederhana saja, lebih baik hentikan seluruhnya dulu, tarik semua alat berat dari hutan, kemudian ajukan pengelolaan secara resmi kepada pemerintah, baik koperasi atau perusahaan,” katanya. []

Berita terkait
Ternyata Perampok Toke Sawit di Aceh Keponakan Tetangganya
Salah satu pelaku perampokan seorang toke sawit di Desa Sukaraja, Kacamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Aceh ternyata keponakan dari tetangga korban.
Polisi Masih Buru Satu Pelaku Perampokan Toke Sawit di Aceh
Polisi hingga saat ini masih memburu satu pelaku perampokan toke sawit di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. 3 di antaranya ditangkap.
Ternak untuk Maulid Nabi Muhammad dan Kepercayaan Warga Aceh
Sebagian warga Aceh memiliki kepercayaan bahwa ternak yang diniatkan untuk disembelih pada perayaan maulid Nabi Muhammad bisa menghindarkan bahaya.
0
Walhi: Adanya Pembiaran Kasus Tambang Emas Ilegal di Aceh
Walhi Aceh menilai aktivitas penambangan emas ilegal di Aceh terkesan adanya pembiaran.