UNTUK INDONESIA
Wajib Diperhatikan Sebelum Rapid Test Covid-19
Akademi Ilmuwan Muda Indonsia (ALMI) menanggapi instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan rapid test Covid-19
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di halaman Gedung KPK Merah Putih di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020. Untuk mencegah penyebaran COVID-19, KPK melakukan disinfeksi di sejumlah area Gedung Merah Putih. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Jakarta - Akademi Ilmuwan Muda Indonsia (ALMI) menanggapi instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan rapid test guna mendeteksi penularan virus corona (Covid-19) secara massal di Indonesia.

Sebaiknya menggunakan automatic ektraction RNA dan automatic RT PCR sehingga waktu bisa dipersingkat.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Tagar, Jumat, 20 Maret 2020, ALMI menganjurkan pelaksanaan tes massal Covid-19 dilakukan dengan menggunakan automatic ekstraction RNA dan automatic RT PCR, sehingga tidak memakan waktu terlalu lama untuk menunggu hasilnya.

Baca juga: PUPR Siapkan RS Darurat Covid 19 dalam Tiga Hari

"Sebaiknya menggunakan automatic ektraction RNA dan automatic RT PCR sehingga waktu bisa dipersingkat," ujar Sekretaris Jenderal ALMI Berry Juliandi.

Pihaknya menyarankan agar pemerintah nantinya mempersiapkan fasilitasi Biosafety Level 2 (negative pressure), serta memastikan reagen kontrol negatif dan kontrol positif bekerja dengan baik.

"Jangan ulangi kesalahan Litbangkes karena masalah reagens. Cek ulang sampel yang pernah dites Litbangkes," tulisnya.

Selain itu, sampel yang telah diambil, sebaiknya disimpan untuk penelitian tracking mutasi virus dengan metode genome sequensing. Hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi urutan genome covid serta melakukan studi lanjutan.

ALMI menilai persiapan yang dilakukan untuk melakukan rapid test secara massal skalanya perlu diperbesar dengan melibatkan universitas atau laboratorium lainnya yang ada di Indonesia.

"Jika melibatkan universitas atau lab lain, ada penugasan yang jelas kepada ahli Bioteknologi yang mumpuni dari universitas atau lab tersebut atau satuan petugas, sehingga semua orang tidak mengerjakan hal sama," kata dia.

Pelaksanaan rapid test diharapkan mampu mendeteksi dini indikasi awal seseorang menderita Covid-19 dan mampu menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia yang semakin mencemaskan.

Baca juga: PDP Covid-19 Baru di Kudus, Pulang dari Jakarta

“Segera lakukan rapid test dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini kemungkinan indikasi awal seseorang terpapar Covid-19 bisa kita lakukan," kata Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020. 

"Saya minta alat rapid test terus diperbanyak, juga memperbanyak tempat-tempat untuk melakukan tes yang melibatkan rumah sakit (RS) baik pemerintah, milik BUMN, Pemda, RS milik TNI, Polri dan swasta dan lembaga riset yang pendidikan tinggi yang mendapatkan rekomendasi dari kemenkes,” kata Jokowi. []

Berita terkait
Zona Merah Covid-19, Pemkot Malang Segel Fasum
Pemkot Malang melakukan penyegelan fasilitas umum termasuk taman bertujuan untuk menghindari berkumpulnya orang sehingga bisa menyebarkan corona
Data dan Peta Sebaran Covid-19 di Kabupaten Bantul
Pemkab Bantul mencatat ada 12 kecamatan dari 17 kecamatan yang menjadi sebaran Covid-19.
Kasus Positif Covid-19 di Malaysia Tembus Angka 1000
Jumlah kasus positif Covid-19 di Malaysia sampai Jumat, 20 Maret 2020, tembus angka 1.000 yaitu 1.030 kasus
0
Juara Ligue 1 Prancis, PSG Bisa Cetak Treble
Ligue 1 Prancis resmi berakhir dan Paris Saint-Germain dinyatakan juara liga. PSG bisa raih treble bila final Piala Prancis dan Piala Liga digelar.