UNTUK INDONESIA
Viral, Polisi Brebes Tenteng Pistol Tegur Sopir L300
Foto pria berbicara ke sopir L300 di Brebes sambil tenteng pistol jadi viral. Pria tersebut ternyata polisi Brebes.
Tangkapan layar salah satu foto pria berbicara dengan sopir L300 sambil menenteng pistol. (Foto: Facebook)

Brebes - ‎Foto seorang pria yang tengah berbicara dengan sopir Mitsubishi L300 sambil menenteng pistol di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, viral di media sosial. Pria tersebut belakangan diketahui seorang anggota kepolisian setempat. 

Foto yang menggambarkan si pria menegur sopir L300 diunggah akun Facebook bernama Mugi Darusman pada Rabu, 15 Januari 2020. Menjadi perhatian netizen karena menyertakan penjelasan bahwa pria pengemudi Honda Jazz tidak terima disalip, kemudian menodongkan pistol ke sopir kendaraan pick up itu. 

"Honda Jazz disalip L300 lah koq ngamuk pake nodong senpi segala cok, horang kaya gak punya etika." Begitu keterangan yang menyertai unggahan foto itu.

Informasi yang didapat Tagar, lokasi foto berada di sebuah jalan di wilayah Kecamatan ‎Tonjong, Kabupaten Brebes. Dugaan pria pembawa pistol adalah polisi setelah melihat stiker yang terpasang di kaca belakang mobil Honda Jazz.

Keberadaan pistol itu wajar karena anggota polisi boleh dibekali senjata. Yang bersangkutan juga tidak bersikap arogan‎.

‎Unggahan itu dengan cepat menyebar melalui grup-grup Facebook dan WhatsApp. Unggahan di Facebook sendiri mengundang beragam komentar dari warganet. "Aksi koboy," tulis salah satu akun. Namun saat dilihat Tagar pada Kamis, 16 Januari 2020, akun Mugi Darusman sudah menghapus postingannya.

Klarifikasi Polres Brebes

Kasubag Humas Polres ‎Brebes AKP Suraedi saat dikonfirmasi terkait viralnya foto tersebut membenarkan jika pria yang memegang pistol merupakan seorang polisi. "Yang bersangkutan anggota Polsek Tonjong berpangkat bripda," ujarnya, Kamis, 16 Januari 2020.

Meski demikian Suraedi membantah narasi yang disertakan dalam foto yang diunggah. ‎Dia menjelaskan, peristiwa yang terjadi Rabu, 15 Januari 2020 sekitar pukul 17.00 WIB tersebut bermula saat polisi yang mengemudikan mobil Honda Jazz dalam perjalanan usai mengantar ayahnya yang sedang sakit berobat.

Di tengah perjalanan, menurut Suraedi, polisi itu mendapati adanya mobil Mitsubishi L300 yang melaju ugal-ugalan sehingga membahayakan kendaraan lain, termasuk kendaraan yang dikemudikannya.

‎Karena membahayakan dan curiga mobil L300 adalah pelaku kejahatan, polisi tersebut mengejar dan berhasil menghentikan mobil L300 di pinggir jalan di sekitar Pasar Linggapura, Tonjong. 

"Mobil L300 ngebut dan ugal-ugalan, bahkan menyalip mobil Honda Jazz dari arah kiri sehingga membahayakan. Apalagi dia (pengemudi Honda Jazz) saat itu sedang membawa ayahnya yang sakit. Akhirnya dikejar dan dihentikan untuk dimintai keterangan," jelasnya.

Suraedi menegaskan tidak ada aksi penodongan pistol seperti keterangan yang diunggah di media sosial. Pistol dikeluarkan karena ‎sopir mobi L300 tidak percaya jika orang yang menghentikannya adalah seorang polisi.

"Memang itu pistol beneran. Tapi saat itu hanya dikeluarkan dan tidak ditodongkan. Keberadaan pistol itu wajar karena anggota polisi boleh dibekali senjata. Yang bersangkutan juga tidak bersikap arogan‎," tutur dia.

Suraedi menegaskan, penggunggah foto di media sosial tidak mengetahui kronologis peristiwa yang sebenarnya. "Dia hanya mengunggah potongan-potongan foto saja, jadi menimbulkan informasi yang tidak benar," imbuh Suraedi. []

Baca juga: 

Berita terkait
Camat Aceh Utara Ditodong Pakai Senjata Api
Polisi berhasil menangkap satu orang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berinisial BT, 36 tahun, di Aceh Utara, Aceh.
KAI Bahas Video Polsuska Todong Pistol ke Anak Punk
Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, membahas video dugaan anggota Polsuska menodongkan pistol kepada anak Punk yang viral di media sosial.
Sopir Lamborghini Todong Pelajar Pakai Senjata Api
Aksi koboi jalanan kembali terjadi. Kali ini menimpa dua pelajar SMA di Jalan Kemang Selatan 1, Jakarta Selatan.
0
Pendaftaran Perseorangan Pilkada Makassar Masih Sepi
Hingga hari ketiga penyetoran berkas syarat dukungan pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar melalui jalur perseorangan sepi.