Unnes Beri Penghargaan Doktor Honoris Causa ke Habib Luthfi

Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberi penghargaan gelar doktor honoris causa ke Habib Luthfi. Apa pertimbangannya?
Habib Luthfi bin Ali bin Yahya menerima penghargaan doktor honoris causa dari Rektor Unnes Prof Fathur Rahman, Senin, 9 November 2020. (Foto: Tagar/Humas Unnes)

Semarang - Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberi penghargaan doktor honoris causa kepada Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Senin, 9 November 2020. Ulama kelahiran Pekalongan itu mendapat gelar doktor kehormatan Ilmu Pendidikan Bahasa Bidang Komunikasi Dakwah dan Sejarah Kebangsaan. 

Penghargaan diberikan karena Habib Luthfi dinilai punya peran luar biasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan lewat kegiatan dakwah, kebangsaan dan pemberdayaan umat.

"Selama lebih dari satu semester kami melakukan kajian terhadap pemikiran, kiprah, karya, dan jasa-jasa beliau dalam bidang dakwah, kebangsaan, dan pemberdayaan umat. Berdasarkan kajian tersebut, Maulana Habib Luthfi bin Yahya adalah sosok yang lebih dari layak untuk menerima gelar tersebut," ungkap Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman. 

Menurut Fathur Rohman, penganugerahan gelar doktor kehormatan merupakan bagian dari cara perguruan tinggi mengapresiasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Pihaknya menyadari bahwa ilmu pengetahuan bukanlah monopoli masyarakat kampus. 

Gelar kehormatan diberikan hanya kepada seseorang yang diakui memiliki jasa luar biasa, sangat berarti, atau sangat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di luar perguruan tinggi masih banyak sosok dan pribadi yang memiliki keilmuan dan kontribusi yang luar biasa. Keilmuan tersebut harus diapresiasi agar dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, menjadi inspirasi bangsa dan umat manusia.

Dan penganugerahan gelar doktor honoris causa diatur dengan ketat dan diberikan dengan sangat selektif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1980 dan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2013 gelar doktor kehormatan hanya dapat diberikan oleh perguruan tinggi yang memiliki program studi doktor dengan akreditasi A. 

"Gelar kehormatan diberikan hanya kepada seseorang yang diakui memiliki jasa luar biasa, sangat berarti, atau sangat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ucapnya.

Fathur menambahkan, seperti keinginan Habib Luthfi, penganugerahan gelar ini bukanlah untuk pribadi. Lebih besar dari itu, merupakan ikhtiar bersama untuk mengukuhkan pemikiran dan semangat Habib Luthfi beliau dalam dakwah kebangsaan, menjaga nasionalisme dan semangat bhinneka tunggal ika, kerukunan sesama umat, sesama warga, juga sesama manusia. 

"Gagasan-gagasan beliau itulah yang hendak kami kukuhkan sehingga memantapkan fondasi kebangsaan kita," imbuhnya.

Baca juga: 

Sementara Habib Luthfi menyampaikan terima kasihnya atas penghargaan tersebut. Ia juga menyebut gelar doktor merupakan kehormatan bagi dirinya. 

"Dari awal saya bertanya kepada Bapak Rektor ketika bertemu dan menyampaikan bahwa Unnes akan memberi gelar pada saya berupa doktor honoris causa, apakah saya pantas, jika pantas silakan. Akan tetapi saya tidak tahu apa yang melatarbelakangi Unnes memandang saya pantas mendapatkan gelar kehormatan ini. Semoga apa yang dilakukan Unnes ini mendapat keberkahan dan rida dari Allah SWT," bebernya. []

Berita terkait
Kesan Gibran Usai Sungkem dengan Habib Luthfi
Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka langsung sungkem kepada Maulana Al Habib Muhammad Luthfi di Solo.
Habib Luthfi, Ulama NU Jadi Wantimpres Jokowi
Ulama NU, Maulana al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi terpilih menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jokowi.
UAS Dibaiat Habib Luthfi, Netizen: Semua Akan NU Pada Waktunya
UAS atau Ustaz Abdul Somad bertemu tokoh-tokoh NU, netizen antusias memberikan apresiasi positif.
0
Juventus Angkat Kembali Massimiliano Allegri Jadi Pelatih
Juventus telah menunjuk kembali mantan pelatih Massimiliano Allegri hanya beberapa jam setelah memecat Andrea Pirlo