UNTUK INDONESIA
Trotoar Jakarta Dipakai Pedagang Ganggu Disabilitas
Trotoar yang dipasang guiding block untuk kaum disabilitas ternyata masih ada yang disalahgunakan sebagai tempat berdagang dan jalan pintas pemotor
Trotoar di Jalan Cikini Raya yang digunakan tempat berdagang oleh pedagang kaki lima (PKL), Selasa (29/10/2019). (Foto: Antara/Livia Kristianti)

Jakarta - Ketua Ikatan Tunanetra Muslimin Indonesia, Adjat Sudrajat, mengatakan trotoar di DKI Jakarta sudah cukup ramah bagi disabilitas (keadaan yang membatasi kemampuan fisik seseorang). Namun, dia menyayangkan masih ada sejumlah pedagang yang menyalahgunakan trotoar untuk berjualan. 

Bahkan, pemotor pun tetap ada yang memakai trotoar untuk menghindari kemacetan lalu lintas. "Kesadaran masyarakat terutama pedagang dan juga parkiran masih pakai trotoar," kata Adjat di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Selain itu, menurut Adjat, pengerjaan trotoar kadang juga tidak sesuai dengan kebutuhan khusus disabilitas. Adjat menceritakan, pernah seorang penyandang tunanetra jatuh ke dalam got karena guiding block (jalur kuning penunjuk jalan bagi tunanetra) dipasang menuju penutup saluran drainase, karena tidak kuat menahan beban akhirnya penyandang tunanetra tersebut terjatuh.

Di lain tempat, ada guiding block yang melintasi pohon, sehingga penyandang tunanetra tidak jarang menabrak pohon.

Menurut dia Gubernur DKI Jakarta sudah menginstruksikan untuk aksesibilitas di segala bidang. Hal itu tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2019 tentang penyediaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Selama ini alhamdulillah sudah cukup ramah disabilitas dan cukup perhatian. Cuma implementasinya masih kurang baik di pemerintahan apalagi masyarakat," tambah Adjat.

Pemda DKI Jakarta memperlebar sejumlah trotoar sebagai solusi mengatasi kemacetan dengan diharapkan warga beralih ke transportasi publik.

Selain aksesibilitas di fasilitas publik, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). Dengan kartu tersebut setiap bulan penyandang disabilitas mendapatkan Rp300 ribu untuk pemenuhan kebutuhan mereka.

Namun lagi-lagi, pemahaman masyarakat terhadap disabilitas masih juga ada stigma. Adjat mengatakan, masih ada pegawai pemda yang menilai pemegang KPDJ sebagai orang miskin.

Ia berharap dengan adanya KPDJ, masyarakat jadi lebih ramah disabilitas di berbagai bidang baik kesehatan, pendidikan, layanan publik termasuk juga lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan. []

Berita terkait
Stasiun Tugu Yogyakarta Ramah Disabilitas
Stasiun Tugu Yogyakarta kini disediakan kursi roda, guiding block, toilet khusus dan lainnya bagi penyandang disabilitas.
Jalur Khusus Disabilitas Rekrutmen CPNS 2019
BKN mengalokasikan kuota dua persen dalam rekrutmen calon ASN untuk jalur khusus disabilitas pada formasi 2019.
Bandara Ahmad Yani Dilengkapi Ruang Ramah Disabilitas
Bandara Ahmad Yani Semarang kini dilengkapi fasilitas eksklusif ruang multisensori untuk penyandang disabilitas terutama autisme
0
Mahfud MD Janji Beberkan Perkembangan Kasus Paniai
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bila ada kesulitan pengungkapan kasus Paniai akan dibeberkan ke publik. Laporan Komnas HAM akan ditindaklanjuti