Di Bawah Kepemimpinan Idris, Trotoar Depok Tidak Manusiawi

Anggota DPRD Depok Babai Suhaimi mengatakan, bahwa Trotoar yang ada di Kota Depok adalah trotoar yang tidak manusiawi se-Indonesia.
Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Babai Suhaimi. (Foto Tagar/Depok Raya News)

Jakarta – Anggota DPRD Kota Depok dari Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Babai Suhaimi mengatakan, dibawah kepemimpinan Idris, wajah kota depok tidak berubah atau tetap sama sejak berdiri hingga sekarang.

“Dari sejak Depok berdiri sampai sekarang, wajah kota Depok tak berubah begini ini juga”, kata Babai melalui keterangan yang diperoleh Tagar Minggu, 1 November 2020.

Yang sangat jelas adalah dan ini menjadi catatan di tingkat nasional apa itu, yaitu trotoar Kota Depok. Trotoar kota Depok adalah trotoar yang tidak manusiawi se-Indonesia.

Babai juga menyebut, bahwa Trotoar yang ada di Kota Depok adalah trotoar yang tidak manusiawi se-Indonesia.

“Yang sangat jelas adalah dan ini menjadi catatan di tingkat nasional apa itu, yaitu trotoar Kota Depok. Trotoar kota Depok adalah trotoar yang tidak manusiawi se-Indonesia”, ungkap Babai.

Dalam memberikan pandangannya, Babai juga juga membandingkan trotoar Kota Depok dengan yang ada di kota-kota lain sekitar Depok.

“Coba bandingkan dengan Bogor, bandingkan dengan kota Tangerang Selatan, sampai lagi dibandingkan dengan Jakarta. Trotoar mana yang indah yang ada di kota Depok?”, tanya Babai.

Menurut Babai, terdapat sejumlah wilayah di Kota Depok yang trotoarnya tidak manusiawi dan Babai menyebut ini sebagai sebuah kegagalan.

“Jangankah dibeberapa wilayah, Cinere kah, Sawangan kah, di pinggir Kota Cimanggis, Margonda saja Trotoarnya sangat tidak manusiawi. Ini kegagalan” tegas Babai. []


Berita terkait
Penyeberangan Jalan Margonda Depok, Jadi Sorotan se-Asia
Husnul Khotimah, berhasil memenangkan kontes foto se-Asia yang mengisahkan bahayanya penyebrangan Jalan Margonda bagi pejalan kaki.
Anggota DPRD Beberkan Keterbelakangan Kota Depok Saat Ini
Anggota DPRD Depok Babai Suhaimi membeberkan kondisi keterbelakangan Kota Depok saat ini. Ia mengungkap beberapa pembangunan yang tidak jelas.
Pradi Calon Wali Kota Depok yang Suka Mancing & Bakar Jagung
Udin, kakek berumur 60 tahun asal Jatijajar, Tapos, Depok membeberkan bagaimana Calon Walikota Depok Pradi Supriatna dalam kesehariannya.
0
Sejarah KUA, dari Lembaga Kepenghuluan Menjadi Kantor Urusan Agama
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, bahwa KUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kesejarahan Indonesia.