UNTUK INDONESIA
Tommy Soeharto Tak Sudi Akui Muchdi Pr Ketum Berkarya
Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tidak mengakui Munaslub yang menyatakan Muchdi Pr ketum partai tersebut.
Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tidak sudi mengkui Muchdi Pr Ketua Umum Partai Berkarya. (Foto: Instagram/HPutraSoeharto)

Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, menolak mengakui hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Beringin Karya, digelar 11-12 Juli 2020 oleh sejumlah kader Partai Berkarya, yang menetapkan Muchdi Pr sebagai ketua umum partai tersebut. 

Di mata Tommy, Munaslub Berkarya beberapa waktu lalu ilegal, bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang ia pimpin.

Saya menyatakan Partai Berkarya tetap sesuai dengan SK No.MHH-04.AH.11.01 Tahun 2018 tanggal 25 April 2018.

 "Saya selaku ketua umum DPP Partai Berkarya menolak dan tidak mengakui hasil Musyawarah Nasional Luar biasa Partai Beringin Karya yang diadakan pada tanggal 11-12 Juli 2020 di Jakarta, karena Panitia Pelaksana dan Kepesertaan Munaslub itu ilegal, tidak sesuai dan bertentangan dengan AD/ART Partai Berkarya," tulis Tommy dalam surat pernyataan itu, seperti dikutip Tagar, di Jakarta, Jumat, 15 Juli 2020.

Baca juga:  Kubu Muchdi Pr Anulir Rekom Pilkada dari Berkarya

Menurut putra Presiden RI ke-2 itu, kepengurusan Partai Berkarya yang sah dipimpin olehnya selaku ketua umum. Sebagai acuannya adalah SK No.MHH-04.AH.11.01 Tahun 2018. 

"Saya menyatakan Partai Berkarya tetap sesuai dengan SK No.MHH-04.AH.11.01 Tahun 2018 tanggal 25 April 2018," ucap menegaskan. 

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham) telah menerbitkan Surat Keputusan tentang Pengesahan Kepengurusan DPP Partai Berkarya hasil Munaslub beberapa hari yang lalu.

Dalam struktur kepengurusan, nama Tommy Soeharto dicantumkan sebagai ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. 

Dia mengaku sangat keberatan namanya dicantumkan dalam struktur kepengurusan DPP Partai Berkarya hasil Munaslub itu, lantaran tidak melalui proses komunikasi dan izinnya terlebih dahulu.

"Saya amat keberatan nama saya digunakan, dicantumkan, dipublikasikan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Beringin Karya (Berkarya) tanpa seizin dan maupun sepengetahuan saya yang diumumkan di publik, sebagaimana jelas tertera dalam SK MENKUMHAM Nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020," tutur Tommy. 

Oleh karena itu, Tommy secara tegas tidak mengakui kepengurusan Partai Berkarya versi Muchdi Pr, kendati telah dapat pengesahan dari Kemenkumham. Dirinya mengaku siap bertanggung jawab terkait surat pernyataannya ini dalam proses hukum pidana dan perdata. 

Baca juga: Mengurai Sebab Partai Berkarya Tommy Soeharto Kisruh

"Demikian surat pernyataan keberatan dan penolakan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, dan saya siap mempertanggungjawabkan dalam proses hukum perdata maupun pidana," kata Tommy Soeharto.

Sebelumnya, Partai Berkarya kubu Muchdi Purwoprandono atau Muchdi Pr menganulir seluruh rekomendasi pilkada di seluruh Indonesia. Hal ini menyusul terbitnya surat keputusan (SK) dari Kemenkumham pada tanggal 30 Juli 2020 tentang pengesahan kepengurusan.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan dualisme sudah berakhir. Ia berjanji akan merangkul seluruh pihak yang memiliki visi sama dalam membesarkan partai.

"Jadi, sudah tidak ada dualisme dalam kepemimpinan Partai Berkarya. Kepengurusan baru hasil munaslub merangkul semua pihak yang sejalan untuk memperbaiki dan membesarkan partai," kata Badaruddin, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Dengan SK baru tersebut, menurut Badaruddin, terdapat perubahan struktur kepengurusan partai, yaitu peralihan dari ketua umum Hutomo Mandala Putra kepada Muchdi Purwopranjono. Kemudian dari sekjen Priyo Budi Santoso kepada Badaruddin Andi Picunang.

Kendati, Tommy sudah tak lagi menjadi ketum, namun namanya dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya. Sementara nama Priyo Budi tak lagi masuk dalam jajaran. []

Berita terkait
Usai Konflik, Berkarya Siapkan Sekolah Kader
Setelah diterpa badai dualisme, Partai Berkarya saat ini tengah fokus menyiapkan Sekolah Kader Berkarya (SKB) untuk mencetak kader militan.
Profil Muchdi Pr, Gusur Tommy Soeharto dari Berkarya
Muchdi Pr didaulat sebagai Ketua Umum Partai Berkarya 2020-2025 dalam Munaslub. Namun kubu Tommy Soeharto tetap menilai hal itu ilegal.
Kisruh Berkarya, Pengamat Kritik Gaya Tommy Soeharto
Direktur Lingkar Madani sekaligus pengamat politik Ray Rangkuti mengkritik sikap Tommy Soeharto yang melakukan pemecatan terhadap kadernya.
0
Hengkang dari Indonesia, Nissan Rekrut Pegawai di Thailand
Hingga Maret 2020, Nissan Thailand tarcatat sudah mempekerjakan sebanyak 4.171 karyawan.