UNTUK INDONESIA
Tips Membeli Rumah Bagi Generasi Milenial
Saat ini harga tanah dan bangunan melonjak tinggi, sehingga generasi milenial harus memiliki perencanaan yang matang sebelum membeli rumah.
Ilustrasi - Rumah. (Foto: Kerala House Planner)

Jakarta - Kaum milenial harus punyal planning untuk masa depan, termasuk dalam urusan kepemilikan rumah tinggal.

Diketahui, saat ini harga tanah dan bangunan melonjak tinggi, sehingga generasi milenial harus memiliki perencanaan yang matang untuk menjatuhkan keputusan membeli sebuah rumah.

Maka dari itu, ada sejumlah strategi untuk mengatur anggaran agar bisa mencapai hunian impian. Apalagi bagi mereka yang memiliki gaji pas-pasan. 

Berikut Tagar merangkum tips untuk generasi milenial agar sukses untuk mendapatkan rumah yang diimpikan.

1. Tinggal di rumah orang tua 

Sembari menabung, selagi masih muda bisa memanfaatkan hunian bersama orang tua. Selain menghemat, juga bisa menekan pengeluaran untuk sewa kontrakan atau indekos (kos) yang dianggap tidak perlu.

Terlebih bagi kaum milenial yang masih belum memiliki pasangan. Sehingga bisa fokus bekerja dan menabung dengan konsisten.

Kisah sukses memiliki hunian dialami oleh Jessica Booth (28) dan suaminya (26) di Los Angeles, Amerika Serikat, yang memanfaatkan tinggal sementara di rumah orang tua mereka dan menabung untuk membeli rumah senilai 360 ribu dolar AS atau sekitar Rp 5 miliar.

Dalam membeli rumah, Booth harus membayar uang muka sebesar 5 persen dari harga rumah dan membayar tagihan sebesar 3.000 dolar AS atau sekitar Rp 41,8 juta per bulan dengan jangka waktu 30 tahun.

"Tekan pengeluaran Anda, pikirkan seberapa penting rumah yang Anda impikan tersebut untuk Anda. Lakukan riset terlebih dahulu mengenai harga jual rumah agar Anda dapat menemukan yang tepat," ujar Jessica.

2. Manfaatkan jasa perencana keuangan

Masih di Los Angeles, Remi Ishizuka (30 tahun) berhasil membeli rumah seharga 875.000 dolar AS atau sekitar Rp 12,2 miliar dengan cara mengatur tabungan dan memanfaatkan jasa perencana keuangan.

"Aku memperketat pengeluaran dan menggunakan jasa perencana keuangan untuk membantu keuanganku tetap stabil," katanya.

Ia diharuskan membayar uang muka sebesar 30 persen dari harga total, yang berarti nominalnya adalah 262.500 dolar AS atau sekitar Rp 3,7 miliar dan membayar tagihan bulanan sebesar 3.800 dolar AS atau sekitar Rp 53 juta.

3. Sewakan bagian rumah yang kosong

Strategi ini juga menarik, jika generasi milenial memiliki ruang kosong di rumahnya. Dari pada tidak terpakai bisa disewakan kepada orang yang membutuhkan.

Pengalaman ini pernah dilakukan oleh Paula Pant dan suaminya berhasil membeli rumah 3 kamar seharga 225 ribu dolar AS atau sekitar Rp 3,1 miliar dengan uang muka sebesar 26 ribu dolar AS atau sekitar Rp 362 juta.

Tagihan bulanan mereka mencapai 1.200 dolar AS atau sekitar Rp 16,7 juta. Paula akhirnya memutuskan untuk menyewakan ruangan yang tersisa kepada orang lain atau biasa disebut house hacking.

4. Manfaatkan program pemerintah

Di Jacksonville, Florida, Willy Harris (24) dan pacarnya yang membangun rumah seharga 204.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,8 miliar dengan memanfaatkan program asistensi dari pemerintah.

Kini, Willy Harris telah memiliki rumah dengan tagihan bulanan sebesar 1.053 dolar AS atau sekitar Rp 15 juta. 

Kemudian, Atlanta juga berhasil menabung dan memiliki rumah dengan budget 400 ribu dolar AS atau sekitar Rp 5,5 miliar.

Pihaknya fokus untuk menekan biaya pengeluaran bulanan dan sedikit menggunakannya untuk hal yang bersifat opsional seperti liburan.

Dia diharuskan membayar 20 persen uang muka, sebesar 80 ribu dolar AS atau Rp 1,1 miliar dan menyetor tagihan bulanan sebesar 2.000 dolar AS atau sekitar Rp 27,9 juta. []

Berita terkait
Milenial Bisa Ikut Kurangi Beban BPJS Kesehatan
Penyelesaian masalah defisit BPJS Kesehatan pemerintah bisa mengandalkan kaum milenial yang memiliki jiwa kreatif.
Alasan Jokowi Pilih Milenial untuk Menteri
Pertanda apa di balik pernyataan Jokowi mau merekrut kalangan milenial untuk duduk di kursi menteri, membantunya dalam periode kedua.
PUPR dan Bappenas Rancang Perumahan di Ibu Kota Baru
Kementerian PUPR masih menunggu konsep dari Bappenas untuk merancang perumahan di ibu kota baru.
0
Menanti Nama dan Kementerian Kabinet Jokowi Jilid II
Dalam berbagai kesempatan Jokowi menyebut kriteria (calon) menteri yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II, ini membuat banyak kalangan penasaran