UNTUK INDONESIA
Tips Agar Tubuh Kuat Puasa di Cuaca Panas
Suhu udara di awal Ramadhan sekarang ini terasa sangat panas. Berikut tips agar tubuh kuat dan fit menjalankan puasa, meski cuaca panas.
Ilustrasi tubuh lemas selama puasa. (Foto: Pixabay/geralt)

Jakarta - Suhu udara di awal Ramadhan sekarang ini terasa sangat panas. Namun bagaimana tubuh bisa kuat dan fit menjalankan puasa jika cuaca tidak mendukung, pasti hal itu menjadi persoalan bagi mereka yang sedang berpuasa. 

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Samuel Oetoro mengatakan hal terpenting ketika berpuasa di tengah suhu udara yang panas, yaitu dengan memastikan tubuh cukup terhidrasi.

"Yang terjadi pada orang yang sedang berpuasa itu hanya beda jam makan. Jadi sehari cuma makan kali, tidak ada makan siang. Artinya ada 14 jam kosong. Implikasi saat perut kosong selama 14 jam apa? Kadar karbohidrat atau yang biasa," kata dr Samuel, Jumat, 24 April 2020, seperti diberitakan Antara

Dilansir darai Antara, berikut panduan dari dr Samuel mengenai makan sahur dan berbuka puasa agar tubuh selalu kuat dan fit, meski cuaca panas. 

1. Sahur

Saat sahur sebaiknya mengonsumsi makanan menu lengkap dengan gizi yang seimbang, yaitu karbohidrat, lemak dan sayur.

"Karbohidrat, pilih yang kompleks yang mengandung serat tinggi karena serat akan mengganggu penyerapan gula sehingga saat puasa gula darah turunnya pelan-pelan sehingga puasa sampai maghrib pun tetap kuat," kata dr Samuel.

Dokter yang berpraktik di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi itu mencontohkan makanan berkarbohidrat kompleks di antaranya adalah nasi merah, roti gandum, dan kentang yang masih ada kulit.

"Kulit kentang jangan dikupas karena seratnya ada di kulit itu. Hindari karbohidrat sederhana seperti gula, sirup agar gula darah tidak cepat naik dan tidak cepat habis. Kalau makan yang seperti itu jam 10 saja sudah lemes," ucap dia.

Sedangkan protein hewani dan nabati yang diperlukan tubuh berfungsi untuk menjaga imunitas tubuh. "Setiap makan sahur harus ada lemak nabati dan hewani, misal ada ikan ada tahu, ada telur ada tempe," ujarnya.

Makanan lain yang perlu dikonsumsi adalah lemak baik dan makanan tidak digoreng.

"Makanan jangan digoreng ya karena minyak akan merangsang haus. Untuk lemak pilih lemak seperti pada ikan patin yang kaya Omega 3, kedelai, minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, dan canola oil." tutur Samuel.

2. Jelang Imsak

Jelang imsak, disarankan untuk kembali makan makanan sumber karbohidrat.

"Masukin lagi sumber karbo, buah dan sayur tinggi serat. Biar cepet diblender saja, minum sama ampasnya, jangan disaring," kata dr Samuel.

Disarankan menghindari makanan bercita rasa asam dan pedas serta menghindari kafein karena bisa membuat cepat haus.

"Hindari juga diet yang tinggi protein enggak ada lemak atau karbo misalnya putih telur saja, ikan saja karena itu akan menarik air sehingga pasti cepat haus," ucap dia.

Dia menambahkan konsumsi air saat sahur sebaiknya 3 sampai 4 gelas atau lebih agar tidak dehidrasi. Hindari minuman berkafein seperti kopi dan soft drinks karena bersifat diuretik yang membuat tubuh cepat kehilangan cairan.

3. Berbuka

Saat berbuka puasa sebaiknya segera mengonsumsi makanan yang bisa menaikkan kadar gula darah. Samuel menyarankan konsumsi jus buah yang manis.

"Minum jus yang tanpa ampas karena serat dari ampas akan menghambat penyerapan gula darah. Pilih buah semangka, melon, pokoknya yang tidak asam. Kalau mau kurma Ajwa bisa 3-4 butir tapi kalau jenis Mejool yang besar itu 1-2 saja," tuturnya.

Setelah salat magrib, Anda baru boleh mengonsumsi makanan besar dan sehat. "Habis magrib baru makan besar, jangan gorengan, jangan yang lemak-lemak pakai santen itu bisa bikin gangguan lambung," ucapnya.

Habis tarawih bisa dilanjutkan dengan konsumsi karbohidrat dan sayur serta protein. "Jangan lupa minum setidaknya lima gelas saat malam," kata dr Samuel.

Dokter Ayman al-Hady dilansir Egypt Independent mengatakan hindari konsumsi makanan asin yang bisa meningkatkan asam lambung, sehingga membuat tubuh memproses cairan yang bisa menimbulkan haus.

Jika diperlukan, bisa ditambah dengan mengonsumsi suplemen berupa vitamin C dosis 1.000 mg, vitamin E 200 IU atau 400 IU, vitamin D3 dosis 1000-3000 IU, serta vitamin B Complex.

"Tujuannya supaya menambah imunitas tubuh, apalagi saat seperti ini sedang di tengah pandemi virus Corona. Tapi yang utama tetap harus dari makan buah dan sayur yang banyak. Suplemen hanyalah sebagai pilihan tambahan saja," kata dr Samuel.

Selain itu, Anda disarankan untuk tetap di dalam rumah dan tidak terlalu banyak terpapar sinar matahari. Terlebih di masa pandemi virus Corona atau  Covid-19 yang masih terus berlangsung di bulan Ramadan tahun ini.

BMKG memprediksikan selama Maret hingga April, suhu cenderung menghangat di sebagian besar wilayah Indonesia. Secara klimatologis, April hingga Juni tercatat sebagai bulan dimana suhu maksimum mencapai puncak di Jakarta, selain pada Oktober sampai November. []

Baca juga:

Berita terkait
Menu Mantap Buat Buka Puasa Hari Pertama
Hari pertama Ramadan, para ibu rumah tangga hingga kawula muda akan kebingungan dengan menu berbuka puasa. Berikut menu mantap buka puasa.
Promo Makanan Menggiurkan Selama Ramadan
Selama Ramadan, tak sedikit restoran ternama di Indonesia menyediakan promo yang menggiurkan. Berikut sejumlah promosi makanan bulan Ramadan.
Buah Penambah Energi Wajib Dikonsumsi Selama Puasa
Asupan makanan bergizi sangat penting diperhatikan selama bulan puasa atau Ramadan agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.