Tanah Longsor di Kulon Progo Timbun Jalan di Desa Gerbosari

Tanah longsor di Kulon Progo menimbun jalan desa di Gerbosari. Warga terpaksa melewati jalan lain.
Tanah longsor di Pedukuhan Keceme, Desa Gerbosari, Kulon Progo, menutup jalan desa setempat. (Foto: Tagar/Harun Susanto)

Kulon Progo - Hujan intensitas tinggi sejak Minggu siang, 25 Oktober 2020 hingga malam hari menyebabkan terjadinya tanah longsor di sebuah bukit di wilayah Dusun Keceme, RT 77 RW 38, Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. 

Longsor terjadi pada Senin dini hari, 26 Oktober 2020, sekitar pukul 03.00 WIB. Longsoran sepanjang delapan meter dan lebar empat meter itu menimbun badan jalan desa yang juga merupakan jalan lingkar kabupaten di pedukuhan setempat. 

Lurah Gerbosari Damar mengatakan material longsoran memutus akses lalu lintas warga, khususnya yang menuju masjid di RW 38.

"Menutup akses sebagian warga. Akses kendaraan masih bisa karena masyarakat dapat melalui akses jalan lain," ucap Damar, Senin, 26 Oktober 2020.

Untuk membuka akses jalan di lokasi longsoran, warga gotong royong membersihkan timbunan tanah. Rencananya kerja bakti digelar hingga dua sampai tiga hari ke depan.

Akses kendaraan masih bisa karena masyarakat dapat melalui akses jalan lain.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Edi Wibowo mengatakan berdasarkan laporan yang masuk, pada Senin 26 Oktober 2020, terdapat dua titik longsor. 

"Pertama, longsor di jalan Keceme - Suroloyo, di Kalurahan Gerbosari. Satu kejadian lainnya adalah bangkel di rumah penduduk di RT 40 RW 17, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengimbau masyarakat Kulon Progo untuk mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi yang diakibatkan fenomena La Nina.  

Baca juga: 

Fenomena alam tersebut bisa menaikkan intensitas curah hujan 20-40 persen dari kondisi normal sehingga berpotensi memunculkan bencana hidrometeorologi mulai dari banjir, tanah longsor hingga angin kencang.

”Kami harap pemangku kepentingan dan masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat adanya fenomena La Nina. Dalam upaya meminimalisir dampak, bisa diperhatikan kelayakan saluran drainase, kapasitas aliran sungai serta memotong pohon atau dahan yang sudah lebat," beber dia. []

Berita terkait
Lima Kapanewon di Kulon Progo Rawan Bencana Tanah Longsor
BPBD Kulon Progo sudah melakukan pemetaan sejumlah wilayah rawan bencana tanah longsor saat musim hujan. BPBD menyiapkan anggaran Rp 5 miliar.
2 Warga Kudus Korban Longsor, Ini Rekomendasi BNPB
Menyusul tanah longsor yang menewaskan dua warga Kudus, BNPB merekomendasikan sejumlah hal ke daerah yang rawan bencana akibat gerakan tanah.
BMKG Yogyakarta: Waspada La Nina, Curah Hujan Naik 40 Persen
BMKG Yogyakarta mengingatkan warga waspada La Nina karena curah hujan naik 20-40 persen. Hal ini berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.
0
Pulihkan Ekonomi, Kementerian PDTT Dukung Work From Bali
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mendukung program pemerintah work from Bali dalam rangka memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi Covid.19