UNTUK INDONESIA
Tak Lolos ke Senayan, Maruarar Sirait: Saya Ikhlas
Politikus senior PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan ikhlas apa pun keputusan KPU terkait perolehan suara dalam Pileg 2019.
Maruarar Sirait caleg dari PDI Perjuangan. (Foto: Tagar/Regita Putri)

Jakarta - Politikus senior PDIP Maruarar Sirait terancam gagal ke Senayan. Suara Ara, sapaannya, kalah tipis dengan Diah Pitaloka, di dapil III Jabar meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

Ara diprediksi gagal kembali ke Senayan keempat kali, lantaran harus bertarung di wilayah baru. Sebelumnya selama tiga periode lolos dari dapil Sumedang, Majalengka dan Subang.

Pria berusia 49 tahun itu enggan memberikan keterangan terkait peluangnya untuk lolos ke Senayan kembali.

"Ini masih proses perhitungan," ucap dia kepada Tagar beberapa waktu lalu.

Apapun keputusan KPU terkait perolehan suara para caleg dalam Pileg 2019, saya akan menerimanya dengan lapang dada dan menyerahkan semua keputusannya pada KPU. 

Saat Tagar menanyakan siapa pesaing terberatnya di Dapil Jabar III itu, pria kelahiran Medan itu seakan tak mau memberikan penjelasan detail.

"Kita ikhlas saja," kata dia.

Untuk informasi, pria berdarah batak itu sudah terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai PDI Perjuangan sejak tahun 1999. 

Sejak menjadi anggota PDIP, suami dari Shinta Triastuti itu sering menciptakan gagasan-gagasan kritis. Karena pemikirannya yang kritis, ia ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2004 silam.

Ara masuk ke Senayan dan menjadi salah satu anggota Komisi XI bidang Keuangan, Perencanaan Pembangunan, dan Perbankan DPR RI periode 2004-2009. Kemudian pada Pemilu 2009-2014, pria kelahiran 23 Desember 1969 itu kembali lolos untuk periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Sebagai anggota DPR RI fraksi PDIP, Ara mendapat kepercayaan sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat dan Ketua DPP PDI Perjuangan periode 2005-2010 dan 2010-2015.

Riwayat Pekerjaan

  • Anggota DPR-RI: 2009 - 2014
  • Anggota DPR-RI: 2004 - 2009
  • KKBM UNPAR
  • Pengusaha: 1994 - 2004
  • Potenza Sinergi sebagai : Komisaris Utama 

Riwayat Organisasi

  • DPD PDI Perjuangan, sebagai : Ketua Bidang PURA. Tahun: 2005 - 2010
  • DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, sebagai: Bendahara. Tahun: 2000 - 2005
  • DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, sebagai: Wakil Bendahara. Tahun: 1999 - 2000
  • GMKI Cab.Bandung
  • DPP Banteng Muda Indonesia, sebagai: Wakil Ketua. 
  • DPP Taruna Merah Putih, sebagai: Ketua Umum. 

Baca juga:

Berita terkait
0
Nabi Hud AS, Sebelum Angin Membinasakan Segala
Kenapa angin bertiup sehebat-hebatnya selama tujuh malam delapan hari membinasakan Ad, kaum bertubuh besar dan kuat pada zaman Nabi Hud AS.