UNTUK INDONESIA
Syahrial Alamsyah Penusuk Wiranto, Sosok yang Pendiam
Bagi warga sekitar, Syahrial, merupakan orang yang dikenal baik bertetangga, mau membantu dan selalu bersikap ramah.
Tanah kosong dan dipenuhi rumput, dulunya rumah Syahrial alias Abu Rara, digusur akibat pembangunan jalan tol. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, beralamat di Jalan Alfaka VI, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Dia adalah pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019 lalu.

Meski tercatat sebagai warga Kota Medan, Abu Rara tak lagi berdiam di sana. Itu terjadi sejak rumah orang tuanya tergusur proyek pembangunan jalan tol. Dia dan keluarga yang lain memilih pindah rumah. Orang tua Abu Rara telah meninggal sebelum adanya penggusuran tersebut.

Warga sekitar mengenal Syahrial, orang tua maupun keluarganya, sebagai orang yang baik bertetangga, mau membantu sesama dan selalu bersikap ramah.

Itu sebabnya warga sekitar kaget dan seakan tak percaya dengan tindakan Syahrial alias Abu Rara, melakukan penusukan terhadap seorang menteri.

"Dari kecil dia (Syahrial) saya tahu kali itu, rajin sekolah dan ramah dengan tetangga. Dulu dia tinggal sama orang tuanya, sewaktu dia pertama kali menikah, dia masih tinggal di rumah orang tuanya," kata Indera, pria berusia 57 tahun, rumahnya tidak jauh dari rumah orang tua Syahrial.

Indera menuturkan, Syahrial dikenal warga kampung dengan sebutan Alamsyah, sosok yang dikenal pendiam dan tidak pernah membantah perintah abang dan kakaknya.

Setelah rumah itu digusur dan mereka menerima ganti rugi, barulah mereka pindah

"Mereka kalau ngak salah ada 10 bersaudara. Syahrial itu anak nomor sembilan, orang tua mereka sudah lama meninggal, sebelum adanya penggusuran sudah meninggal orang tuanya. Setelah rumah itu digusur dan mereka menerima ganti rugi, barulah mereka pindah. Sudah sekitar tiga tahun mereka pindah dari Jalan Alfaka VI ini. Itu rumahnya dahulu yang ada pohon mangga, sekarang rumahnya sudah digusur," kata Indera, sambil menunjuk ke arah rumah Syahrial yang sekarang tinggal tanah.

Syahrial lahir dan besar di rumah yang telah digusur. Tak jauh dari sana, keluarga abang dan kakaknya mendirikan rumah yakni di Jalan Alfaka VIII dan Alfaka V, namun abang dan kakaknya sudah meninggal dunia.

Rumah kakak ipar Syahrial Alamsyah alias Abu RaraRumah kakak ipar Syahrial Alamsyah alias Abu Rara di Jalan Alfaka V, Kota Medan, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

"Keluarganya setahu saya ada di Jalan Alfaka VIII, abang iparnya yang tinggal di sana. Sedangkan kakak Syahrial (istri abang iparnya) sudah meninggal. Sedangkan di Alfaka V kakak iparnya, abang Syahrial (suami kakak iparnya) sudah meninggal, kalau keluarga dia yang lain, saya juga tidak tahu tinggal di mana," beber Indera.

Dari lelaki ini juga terungkap bahwa Syahrial Alamsyah pernah sekolah di Sekolah Dasar Bakti, berada tidak jauh dari rumahnya. "Kalau tidak salah sekolahnya di portal sana, SD Bakti," ungkap dia.

Saya dapat kabar kalau keluarga istrinya tidak setuju dan mereka bercerai, anaknya dibawa Syahrial

Kawin Cerai

Syahrial, pria berusia 30 tahun, memiliki tiga orang istri. Hanya saja istri pertama dan ke dua telah berstatus cerai atau berpisah. Dari istri pertama, dia belum dikaruniai keturunan, sehingga kemudian bercerai.

"Setelah cerai dengan istri yang pertama, dia menikah lagi. Setelah menikah, dia masih membawa istrinya itu ke rumah orang tuanya. Kemudian setelah itu, saya dapat kabar istrinya sudah tiga, istri ketiganya juga pernah dibawanya ke rumah orang tuanya," tutur Indera.

Syahrial Alamsyah alias Abu RaraSyahrial Alamsyah alias Abu Rara pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Tagar/Istimewa)

Tetangga Syahrial lainnya, biasa disebut Wak Ipul mengakui, sikap dan tindak tanduk Syahrial tidak pernah ada yang aneh semenjak tinggal di Alfaka VI. Bahkan setiap pulang salat, dia selalu tersenyum dan ramah dengan tetangga.

"Dia pernah buka salon dengan istri pertamanya, kalau ngak salah namanya Yuni, anak Jalan Kawat III. Setiap pulang salat, dia selalu menegrr saya, dengan sebutan Wak Ipul," katanya.

Wak Ipul tidak tahu apa penyebab Syahrial cerai dengan istri pertama. Dia hanya tahu, sebelum bercerai usaha salon mereka sudah tutup.

"Tidak lama buka usaha salon, kemudian usaha itu tutup, lalu saya dapat kabar mereka sudah bercerai, dan Syahrial menikah lagi dan mendapatkan karunia dua orang anak," kata Ipul.

Dari istri ke dua Syahrial memiliki anak. Namun keluarga istrinya tidak setuju pernikahan itu, hingga dia dilaporkan ke Polrestabes Medan dan dia ditangkap.

"Saya dapat kabar kalau keluarga istrinya tidak setuju dan mereka bercerai, anaknya dibawa Syahrial. Kemudian saya dapat kabar kalau Syahrial telah menikah lagi dan tinggal di Brebes dan dia juga telah menusuk seorang menteri, ngak menyangka juga saya dengan kelakuan itu," tutur Ipul.

Abang Ipar Syahrial, bernama Jen Purba ketika dikunjungi di rumahnya di Jalan Alfaka VIII, tidak banyak berkomentar tentang sosok Syahrial, yang sampai berani menusuk Menteri Polhukam Wiranto.

Jen Purba dan keluarga dari Syahrial memang tidak begitu dekat. Bahkan setelah Jen Purba menikah dengan kakak kandung Syahrial, keluarga mereka jarang sekali bersilaturahmi.

"Iya, Syahrial itu adik ipar saya. Tapi jujur, saya tidak pernah tahu bagaimana dia dan di mana kerjanya. Karena sehabis saya menikah, mereka tidak pernah datang ke rumah, bahkan mertua saya (orang tua Syahrial) tidak begitu suka jika anaknya menikah dengan saya," ungkap Jen, lelaki yang kini berusial 65 tahun.

Guna menelusuri lebih dalam, Tagar mendatangi rumah kakak ipar Syahrial yang beralamat di Jalan Alfaka V. Di rumah bercat warna kuning dan ada pohon mangga ini, tidak diperoleh informasi lebih jauh tentang Syahrial. Kakak ipar Syahrial yang diketahui bernama Kalimah dalam kondisi kurang sehat.

"Tidak bisa wawancara sekarang, Dek. Ibu sedang kurang sehat," kata seorang wanita gemuk.

Hingga sejauh ini, menurut pengakuan wanita ini, petugas kepolisian hanya satu kali mendatangi rumah Kalimah. "Mana ada datang lagi, cuma satu kali itu saja banyak polisi yang datang ke sini," ungkapnya.

Iya, ini sekolah nasional, bukan khusus untuk agama Islam. Semua agama boleh sekolah di sini

Sekolah di Bakti

Syahrial Alamsyah alias Abu Rara diketahui pernah mengenyam pendidikan di SD Bakti, Jalan Perjuangan atau Jalan Pelajar, Kecamatan Medan Timur.

Di sekolah itu, Tagar tak berhasil menemui kepala sekolah atau pemilik Yayasan Pendidikan Bakti. Sekolah itu tak hanya mendidik siswa beragama Islam. Di sana Syahrial berbaur dengan siswa dengan agama berbeda.

SD Bakti, di mana Syahrial Alamsah alias Abu RaraSD Bakti, di mana Syahrial Alamsah alias Abu Rara pernah bersekolah. (Foto: Tagar/Reza Pahlevi)

"Iya, ini sekolah nasional, bukan khusus untuk agama Islam. Semua agama boleh sekolah di sini," kata seorang guru yang enggan ditulis namanya.

Pengakuan guru wanita ini, sekolah Bakti berdiri sejak tahun 1957 dan telah banyak meluluskan siswa. Dia juga tidak begitu kenal dengan yang namanya Syahrial.

"Waduh, saya juga baru di sekolah ini, jadi saya tidak tahu apakah Syahrial Alamsyah sekolah di sini atau tidak," kata dia.

Dinas Pendidikan Kota Medan juga tidak memiliki data seluruh siswa yang ada di SD Bakti. Sebab, dinas hanya memiliki data peserta yang akan mengikuti ujian nasional.

"Kalau masalah data siswa, yang paling paham itu sekolah. Jadi kita dari dinas tidak begitu tahu data siswa yang ada di sekolah Bakti itu, apakah Syahrial sekolah di sana atau tidak. Kita juga tidak tahu," kata Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan Kota Medan, Masrul Badri.

Tapi, menurut dia, jika memang benar Syahrial sekolah di SD Bakti, pasti sekolah tersebut memiliki data setiap siswanya.

"Karena sekolah pasti menyimpan nomor induk atau buku induk siswanya masing-masing, tahun berapa siswanya mulai sekolah dan tahun berapa siswanya tamat. Itu semua ada data sama mereka. Mereka tidak bisa menyebut bahwa data lama tidak ada lagi. Kalau di dinas, kita hanya menyimpan file peserta yang akan mengikuti ujian, jadi tahun berapa siswa ujian nasional, di situlah sekolah memberikan data-data peserta itu," terang Masrul.

Proses Hukum

Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Andi Rian membenarkan Syahrial Alamsyah alias Abu Rara pernah menjalani proses hukum di Polrestabes Medan.

"Iya, informasi itu sudah ada kita terima. Jadi setelah diketahui Abu Rara beralamat di Kota Medan, kita bersama tim melakukan cek ke lokasi, ke alamat yang dimaksud, yaitu di Jalan Alfaka V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Akan tetapi, dia tidak tinggal di situ lagi sejak tahun 2017 setelah adanya pembangunan jalan tol," kata Andi.

Kemudian, kata Andi, Abu Rara pernah ditahan di Mapolrestabes Medan terkait kasus membawa lari seorang wanita. Keluarga istri ke dua Abu Rara tidak setuju dan mengadu ke penegak hukum.

"Jadi ini masih kami cek, kami ketahui istri Abu Rara ada tiga, yang tidak setuju keluarga dari istri ke duanya. Sedangkan dia ditangkap di sana (Pandeglang) bersama dengan istri ketiganya," ungkap Andi.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masalah Abu Rara dengan wanita yang dinikahi kemudian orang tua wanita tidak setuju, tidak ada kaitan dengan kasus terpapar teroris.

"Berarti kasus itu tidak ada kaitannya dengan kasus terpapar teroris. Tapi kalau ada jaringannya akan kita kembangkan, dan Densus 88 pasti juga akan mengembangkan informasi itu," kata Agus.

Agus juga mengaku tidak mengetahui ada anak Abu Rara tinggal di Medan dan dibawa oleh tim Densus 88 Mabes Polri.

"Terima kasih atas informasinya, kita akan tindaklanjuti informasi itu, setahu saya anaknya yang di Medan tidak ada, tetapi kalau anaknya yang ada di sana, menurut saya pasti Densus 88 dan Polda Banten juga sudah mengamankannya. Kalau untuk di Kota Medan ini, selama dia tinggal di sini, dia tidak terpapar teroris," tandas Kapolda.

Menko Polhukam Wiranto menjadi korban tusukan Syarial Alamsyah alias Abu Rara saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten.

Akibat penusukan tersebut, Wiranto mengalami luka di bagian perut. Wiranto kini dirawat RSPAD Gatot Subroto di Jakarta. Abu Rara tak sendiri saat beraksi, dia membawa serta istri ketiganya, Fitria Diana. Keduanya kini ditahan.[]


Berita terkait
Wiranto Dilecehkan di Akun Facebook Imam Nurcahyono
Akun Facebook atas nama Imam Nurcahyono dilaporkan ke Polda Jawa Tengah atas unggahan yang dinilai melecehkan Menko Polhukkam Wiranto.
Setelah Wiranto Ditusuk, Densus 88 Tangkap 22 Teroris
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 Antiteror telah menangkap 22 tersangka terorisme.
Jangan Lihat Wiranto, Lawanlah Radikalisme dan Terorisme
Banyak nitizen yang memanipulasi di medsos kalau hal tersebut hanya sebuah rekayasa.
0
Siswa Aceh Singkil Ikut Ujian di Tengah Banjir
Banjir melanda kawasan Aceh Singkil sejak beberapa hari terakhir termasuk sekolah Madrasah Tsanawilayah Negeri (MTsN) Aceh Singkil, Aceh.