Suara Lantang Penyandang Disabilitas di Sumba Timur

Seorang difabel bernama Arif Rahman, 25 tahun, menjadi anggota tim pemenangan pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Sumba Timur dengan tagline SEHATI.
Arif Rahman Ketika Membawakan Puisi Elang Laut didampingi Tim Milenial dan Kandidat Paket SEHATI, Selasa 22 September 2020. (Foto: Tagar/Yos Syukur)

Sumba Timur – Suara pemuda dengan keterbatasan fisik itu terdengar lantang, seperti mencoba membelah gelapnya langit malam di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pemuda difabel itu bernama Arif Rahman. Usianya baru menginjak 25 tahun. Namun intonasi suaranya saat membacakan puisi berjudul Elang Laut, mampu menghipnotis belasan bahkan puluhan orang di tempat itu, di Kampung Baru, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu.

Sambil mendengar suara lantang Arif saat membacakan puisi malam itu, Selasa, 22 September 2020, beberapa warga terlihat menyeruput kopi hitam panas yang sudah disiapkan.

Arif merupakan salah satu anggota tim milenial yang merupakan tim pemenangan pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing dan David Melo Wadu.

Angin malam yang berembus cukup kencang seolah berusaha menyejukkan suasana di sela lantang suara Arif membacakan puisi di hadapan pasangan calon bupati-dan wakil bupati.

Meskipun mengalami keterbatasan fisik, Dia bangga berada diantara teman-temannya. Kepercayaan dirinya juga terlihat malam itu. Tidak ada kesan canggung meski harus bersuara lantang di hadapan calon bupati dan wakil bupati.

Elang Laut Adalah Paket SEHATI

Seusai membacakan puisi berjudul Elang Laut dengan lantang dan penuh semangat, Arif menyatakan terima kasihnya pada pasangan Khristofel Praing-David Melo Wadu.

"Saya senang dan terimakasih untuk teman milenial paket SEHATI dan pak Kris yang telah percayakan saya menjadi tim dan membaca puisi. Puisi Elang Laut merupakan karya teman Milenial Paket SEHATI Kampung Baru, saya dipercaya membacakannya," kata Arif.

Cerita Difabel Sumba Timur (2)Arif Rahman ketika diwawancarai Tagar, Minggu 4 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Yos Syukur)

Menurut Arif, Elang Laut itu merupakan Paket SEHATI. Pemimpin, kata dia, harus tangguh dan melihat semua kebutuhan masyarakat.

Jika dari langit elang bisa melihat semua ikan yang berada di atas permukaan laut, maka semoga Paket SEHATI bisa menjadi seperti Elang melihat semua potensi dan mengembangkannya, serta melihat persoalan dan memberikan solusi untuk kesejahteraan masyarakat Sumba Timur.

Dikatakannya, dengan melihat dan terjun ke masyarakat, pemimpin bisa merasakan dan mengetahui semua hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Dengan demikian program pemerintah ke depan bisa berjalan dengan baik dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Saya berharap Paket SEHATI menang, sehingga saya dan teman-teman yang memiliki nasib yang sama seperti saya diperhatikan oleh pemerintah dan semoga ada program pemerintah sehingga kami bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri.

Arif yang telah selesai menempuh pendidikan dasar hingga jenjang SMA di Waingapu ini juga menyatakan kebanggannya berada di tengah tim pemenangan calon bupati-wakil bupati.

Dia mengaku tidak merasa minder berada di tengah-tengah tim pemenangan meskipun memiliki keterbatasan fisik, yakni tidak bisaa berjalan seperti teman-temannya yang lain.

Arif juga menyatakan dirinya berharap banyak pada Paket SEHATI, khususnya dalam mengubah kehidupannya serta kehidupan sebagian besar masyarakat Sumba Timur lainnya.

Kesempatan yang diberikan pada pemuda kelahiran 23 Desember 1995 itu untuk turut berkontribusi dalam membangun daerah dan memenangkan pasangan Khristofel Praing-David Melo Wadu, bukan hanya membanggakan bagi Arif, tetapi juga untuk kedua orang tuanya.

Kedua orang tua Arif, yakni Samsul Bahri dan Sri Pemilu, dengan tegas menyatakan kebanggaannya terhadap anak kedua dari tujuh bersaudara tersebut yang dipercaya menjadi anggota tim pemenangan paket SEHATI.

"Kami bangga Arif bisa dipercayakan oleh teman-temannya dan paket SEHATI menjadi tim pemenang Milenial Paket SEHATI," kata Samsul ketika ditemui Tagar, 4 Oktober 2020.

Beri Ruang pada Difabel

Keberadaan Arif yang secara fisik memiliki keterbatasan dan kebutuhan khusus dalam tim milenial tersebut, tak lepas dari komitmen pasangan Khristofel dan David, yang mengusung tagline SEHATI (Sejahtera, Harmonis dan Tertib), untuk menggandeng dan memberdayakan seluruh komponen masyarakat di kabupaten itu.

Pasangan SEHATI memberikan ruang pada seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi dalam membangun daerah itu. Seluruhnya diberi ruang untuk berkreasi sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing, termasuk menjadi tim pemenangan.

Cerita Difabel Sumba Timur (3)Arif Rahman, anggota tim pemenangan Milenial paket SEHATI mengaku berterima kasih pada pasangan itu yang menggandeng difabel sebagai tim pemenangan. (Foto: Tagar/Yos Syukur)

Khristofel Praing, juga mengatakan bahwa para difabel memiliki potensi dan memiliki kesempatan yang sama dengan tim kerja lain sebagai tim pemenang paket SEHATI.

Paket SEHATI yang didukung 10 partai politik akan membuktikan bahwa Sumba Timur bisa menjadi Sejahtera, harmonis dan tertib serta ramah disabilitas dan difabel, kata dia ketika dikonfirmasi Tagar, Minggu 4 Oktober 2020.

Menurutnya, sahabat SEHATI yang penyandang disabilitas dan difabel harus mendapat perhatian khusus. "Negara juga hadir untuk mereka karena berhak mendapat pelayanan yang sama dengan orang lain," kata dia.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, menegaskan keterlibatan sahabat SEHATI yaitu para difabel dalam tim pemenangan merupakan bentuk apresiasi paket SEHATI terhadap ide dan gagasan mereka. Hal ini menunjukan kesetaraan mereka dengan tim lainnya.

"Ide dan gagasan mereka sangat dibutuhkan, karena mereka juga warga Sumba Timur. Kritik dan saran mereka juga harus kita akomodir. Mereka harus didampingi berdasarkan kemampuan dan skil yang mereka miliki, sehingga mampu berinovasi dan memperoleh pekerjaan, bahkan bisa memperkerjakan orang lain," ujar dia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua tim kerja paket SEHATI, Yonatahan Hani mengatakan, selama ini pemerintah sudah cukup memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas dengan menerbitkan regulasi tentang perlindungan terhadap penyandang disabilitas.

"Konsep pembangunan ramah disabilitas juga sudah dijalankan di Sumba Timur," kata dia.

Namun politisi Partai NasDem itu berpendapat bahwa pelaksanaan regulasi tentang difabel itu belum optimal. Masih banyak fasilitas umum yang belum memperhatikan kebutuhan para penyandang disabilitas.

Dikatakannya, ketika paket SEHATI memberi ruang kepada para difabel untuk menjadi tim pemenang, maka secara tidak langsung menghilangkan stigmatisasi terhadap kaum difabel sebagai kelompok yang lemah dan terkadang dikucilkan selama ini.

"Keterlibatan para difabel dalam Paket SEHATI mengubah stigma dan sterotype (cara pandang) yang salah tentang kaum difabel ini. Mereka memiliki kemapuan dan skil yang luar biasa sehingga ketika diberi ruang dan kesempatan maka mereka bisa terlibat aktif dalam pembangunan Kota Kota ini," kata Yonatahan.

Sekretaris Tim Kerja Paket SEHATI, Marlan Umbu Hina mengapresiasi kegiatan kaum Milenial Paket SEHATI yang merangkul teman-teman Difabel."Luar biasa, kepedulian tim Milenial. Terima kasih juga kepada Arif. Keterlibatan Arif merupakan perwakilan dari teman-temannya," kata dia.

Dikatakannya, apresiasi juga kepada calon bupati dan calon wakil bupati paket SEHATI yang dengan penuh kasih memberikan kesempatan kepada Arif untuk menjadi Tim pemenang. mungkin baru pertama terjadi di NTT, kaum difabel menjadi tim pemenang pilkada Paket SEHATI di Sumba Timur, ujar dia.

Dia menambahkan, keterlibatan Arif juga sebuah pesan kepada pemerintah agar tidak menutup mata terhadap keberadaan kaum difabel di Sumba Timur. Ia berharap Arif dan teman-temanya akan mendapat kesempatan yang sama untuk membangun Sumba Timur.

"Saya yakin jika Paket SEHATI menang, maka teman-teman Difabel akan mendapat kesempatan yang sama dengan yang lain dalam membangun Sumba Timur. Mereka harus diberi pelatihan keterampilan untuk mengasah kemampuan mereka sehingga bisa mendapat pekerjaan yang layak sesuai kemampuan mereka miliki," kata Marlan.

Selama ini, lanjut dia, perhatian pemerintah terhadap difabel masih rendah. Keterlibatan Arif sebagai tim Milenial Paket SEHATI membawa angin segar agar ke depan mereka di berikan ruang dan kesempatan untuk berkontribusi terhadap pembangunan Sumba Timur. []

Berita terkait
Cerita Tegang dan Bahagia Khitanan Massal di Medan
Sejumlah anak mengikuti khitanan massal yang dilaksanakan di Sekretariat Bersama (Sekber) Rumah Kolaborasi Bobby Nasution, Jalan Cut Mutia, Medan.
Menggiurkan, Usaha Bibit Pohon Anggur di Yogyakarta
Usaha pembibitan pohon anggur menjadi salah satu usaha yang hasilnya cukup menggiurkan, terlebih laan yang dibutuhkan tidak harus luas.
Cerita Budidaya Ikan Lele di Lahan Sempit Yogyakarta
Budidaya ikan lele dalam tong menjadi salah satu alternatif pemanfaatan lahan sempit di kawasan dalam Kota Yogyakarta.
0
Klub-klub Top Eropa Kehilangan Pendapatan 6,1 Miliar Euro
Pandemi Covid-19 turunkan nilai klub-klub top Eropa turun 5,27 miliar pond sterling, Real Madrid dan Barcelona klub paling berharga di Eropa