UNTUK INDONESIA
Sopir Angkot Padang Bunuh Diri, Diduga Cemburu
Seorang sopir angkot di Kota Padang, Sumatera Barat, nekat gantung diri karena diduga cemburu kepada sang istri.
Ilustrasi {Foto: Pixabay/ArtWithTammy)

Padang - Seorang pria di Kota Padang, Sumatera Barat, nekat gantung diri di rumah tempatnya mengontrak. Peristiwa menggemparkan itu terjadi di kawasan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Rabu 15 Januari 2020, sekitar pukul 18.30 WIB.

Keterangan bibinya, MS ini sedang cekcok dengan istrinya. Dia minta diantarkan makanan cepat, kalau tidak bunuh diri.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot) berinisial MS, 32 tahun. Dia ditemukan tergantung dengan sehelai kain panjang di pintu kamar mandi dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Informasinya, sebelum bunuh diri, MS sempat meminta diantarkan makanan kepada bibi angkatnya, YW, 49 tahun. Dia menyebut jika tidak makanan tidak cepat datang, maka MS akan bunuh diri.

"Keterangan bibinya, MS ini sedang cekcok dengan istrinya. Dia minta diantarkan makanan cepat, kalau tidak bunuh diri," kata Kapolsek Lubuk Kilangan, Kompol Zulkafde kepada Tagar di lokasi kejadian, Rabu 15 Januari 2020.

Menurut Zulkafde, bibinya menyebutkan MS mengaku cekcok karena dipicu cemburu kepada istrinya yang berinsial RM, 24 tahun. Namun dia tidak merincikan kronologis dan seperti apa cemburu yang dimaksud bibinya tersebut.

Merasa khawatir, Yeni pun bergegas menuju kontrakan tempat tinggal MS dan istrinya. Sayangnya sampai di lokasi, dia sudah menyaksikan orang ramai-ramai di dalam rumah dan ternyata MS sudah gantung diri.

Dari pantauan Tagar, puluhan orang berdesak-desakan melihat lokasi kejadian. Pihak keluarga begitu histeris, bahkan istrinya sempat dua kali pingsan menyaksikan suaminya sudah tak bernyawa.

Sementara itu, pihak keluarga mengaku menerima kematian ayah dua anak tersebut. Keluarga pun menolak dilakukan langkah autopsi terhadap jasad MS. Visum luar dan dalam pun juga tidak dilakukan.

"Pihak keluarga menolak dan menerima kematian MS dengan membuat surat pernyataan di atas materai 6 ribu," katanya. []


Berita terkait
Tarif Seks Kedok Lontong Malam Ibu-Anak di Padang
Tarif layanan seks prostitusi ibu-anak di Padang, Sumatera Barat, berkisar hingga Rp 300 ribu sekali kencan.
Pria Asal Padang Pariaman Tewas di Jalan Padang
Kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Padang, Sumatera Barat, merenggut nyawa warga asal Padang Pariaman.
Bupati Agam Tebar Spanduk Menuju Pilgub Sumbar 2020
Bupati Agam, Indra Catri, mulai tebar pesona lewat spanduk dan baliho menuju Pilgub Sumatera Barat 2020.
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.