UNTUK INDONESIA
Siswa SMP 2 Kudus Ikut PTS Sendirian di Sekolah
Seorang siswa SMPN 2 Kudus memilih mengikuti PTS di sekolah karena tidak memiliki smartphone untuk mengikuti pembelajaran secara daring.
Seorang siswa SMPN 2 Kudus, Issabel Carroline Haryadi menjalani PTS sendirian di sekolah karena tidak memiliki smartphone. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Kudus, Issabel Carroline Haryadi memilih mengerjakan Penilaian Tengah Semester di sekolah.  Sebab tidak memiliki ponsel smartphone untuk mengikuti PTS daring.

Berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB, kedatangan gadis 13 tahun itu disambut hangat oleh pihak sekolah. Usai mengutarakan maksud kedatangannya ke sekolah, Issabel diantar ke ruang kelas 9G untuk mengikuti ujian.

Kakak saya, kelas 9 SMP. Waktu ujiannya bersamaan, handphone-nya dipakai kakak. Makanya saya mengerjakan PTS di sekolah.

Berbekal WiFi dan laptop milik sekolah, Issabel mengerjakan PTS seorang diri di ruang tersebut. Seorang guru menemani Issabel di dalam ruangan sembari memastikan berjalan lancar tanpa kendala.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Issabel telah selesai mengerjakan soal PTS mata pelajaran Bahasa Indonesia. Meski mengerjakan ujian sendiri di sekolah, bocah kelas 8 B itu nampak semangat dan santai.

Issabel mengaku terpaksa mengerjakan PTS di sekolah sebab smartphone di rumahnya terbatas. Keluarganya hanya memiliki satu smartphone yang digunakan untuk pembelajaran daring tiga orang. Yakni, kakaknya, Issabel dan adiknya.

"Kakak saya, kelas 9 SMP. Waktu ujiannya bersamaan, handphone-nya dipakai kakak. Makanya saya mengerjakan PTS di sekolah," ujar gadis berjilbab merah tersebut, Senin, 14 September 2020.

Selama ini, pembelajaran daring yang dilakukannya memang belum maksimal. Keterbatasan smartphone membuat dia dan dua saudaranya harus saling bergantian saat belajar.

"Kalau belajar atau mengirim tugas masih bisa digunakan bergantian. Kalau PTS waktunya berbarengan, makanya tidak bisa bergantian," kata dia.

Alasan inilah, selanjutnya membulatkan tekat Issabel untuk datang dan mengerjakan PTS di sekolah. Terlebih, SMP 2 Kudus sebelumnya telah mengumumkan siap membatu fasilitas daring bagi siswanya yang membutuhkan.

"Di sini memberikan fasilitas handphone dan laptop bagi siswa yang mengalami kesulitan pembelajaran daring. Makanya saya berani datang ke sini," tuturnya.

Sementara Kepala SMP 2 Kudus, Sujarwo membenarkan jika sekolahnya memberikan fasilitas daring bagi siswanya yang membutuhkan.

"Tadi pagi saya dapat info kalau ada siswa yang mengerjakan PTS di sekolah, karena tidak punya handphone android. Untuk hari pertama ini, kami persilakan dia PTS di sekolah. Besok, siswa tersebut akan kami fasilitasi handphone agar bisa PTS di rumah seperti rekan-rekannya," tuturnya.

Jarwo sapaan akrabnya mengaku beberapa waktu lalu ada lima siswanya bernasib serupa. Mereka terpaksa belajar ke sekolah karena tidak memiliki smartphone.

Selanjutnya, oleh pihak sekolah mereka diberi fasilitas smartphone dan kuota. Fasilitas ini diberikan pihaknya secara cuma-cuma pada siswa selama proses pembelajaran masih secara daring.

"Issabel ini tidak masuk dalam lima yang kemarin kami pinjami handphone. Jadi Issabel ini jadi tambahan baru. Secepatnya akan kami belikan smartphone, agar dia bisa PTS daring di rumah," sebut dia.

Menurut Jarwo, pengadaan smartphone daring ini tidak menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Melainkan bersumber dari dana sertifikasi para guru.

"Jadi ini murni dana dari para guru untuk siswa," sahutnya.

Sebagaimana jadwal kegiatan PTS di SMP 2 Kudus berlangsung mulai tanggal 14 - 21 September 2020. PTS dilakukan dengan sistem daring menggunakan Office 365.

Ada sekitar 800 siswa yang mengikuti PTS daring ini. Setiap harinya, siswa mengerjakan dua mata pelajaran, dengan durasi satu jam per mata palajaran.[]

Berita terkait
Sanksi Masuk Kamar Jenazah, Kudus Ikut Arahan Ganjar
Kudus tidak jadi menerapkan sanksi masuk kamar jenazah bagi pelanggar protokol kesehatan. Hal ini sesuai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Tersesat, 3 Pendaki Argopiloso Kudus Ditemukan Sehat
Tersesat karena kabut saat turun dari puncak Argopiliso, tiga pendaki muda asal Kudus akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Penghijauan untuk Dukung Pariwisata di Dawe Kudus
Penghijauan di Waduk Logung Kudus dapat mendukung ragam pariwisata di Kecamatan Dawe.
0
Siswa SMP 2 Kudus Ikut PTS Sendirian di Sekolah
Seorang siswa SMPN 2 Kudus memilih mengikuti PTS di sekolah karena tidak memiliki smartphone untuk mengikuti pembelajaran secara daring.