Covid-19 Varian Delta Merebak di Kudus Jawa Tengah

Kudus di Jeteng alami lonjakan kasus Covid-19 secara luar biasa, pemeriksaan WGS buktikan varian B 1617.2 atau Varian Delta telah merebak di sana
Seorang pasien terbaring di bangku saat antre untuk dirawat di ruang gawat darurat RSUD Dr Loekmono Hadi, di tengah pandemi Covid-19 di Kudus, Provinsi Jawa Tengah, 2 Juni 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta – Kabupaten Kudus di Jawa Tengah mengalami pelonjakan kasus Covid-19 secara luar biasa. Pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) membuktikan varian B 1617.2 atau Varian Delta (pertama kali terdeteksi di India) telah merebak di sana. Nurhadi Sucahyo melaporkannya untuk voaindonesia.com.

Penegasan mengenai masuknya Varian Delta dari India masuk ke Kudus disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kementerian Kesehatan sendiri telah memastikan hal tersebut setelah hasil pemeriksaan yang dilakukan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), Universitas Gadjah Mada (UGM) keluar pada 11 Juni 2021. Untuk membendung sebaran kasus lebih luas lagi, Ganjar mengusulkan Kudus menerapkan Gerakan Lima Hari di Rumah Saja.

“Saya butuh dukungan masyarakat, kalau masyarakat tidak mendukung ini nanti kucing-kucingan terus. Ingat varian baru sudah masuk di Kudus. Catat itu, sudah masuk di Kudus. Kenapa penularannya cepat sekali? Masyarakat musti sadar betul,” kata Ganjar dalam pernyataan kepada media di Kudus, Minggu, 13 Juni 2021.

ganjar di kudusGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (tengah), mengamati grafik kasus Covid-19 dalam kunjungan ke Kudus, Minggu 13 Juni 2021 (Foto: voaindonesia.com - Courtesy/Humas Pemda Jateng)

Selama lima hari di rumah itu, lanjut Ganjar, orang tua dan anak-anak semestinya dilarang keluar rumah. Hanya untuk keperluan yang benar-benar penting, lanjutnya, masyarakat dapat bepergian. Usulan ini tentu saja masih harus memperoleh persetujuan dari pemerintah kabupaten setempat.

Pada Sabtu (12/6), Jawa Tengah melaporkan kasus kematian akibat Covid-19 tertinggi di Indonesia, yaitu 37 kasus dalam satu hari. Dari jumlah itu, di Kabupaten Kudus sendiri pada hari yang sama jumlah pasien meninggal dilaporkan mencapai 34 kasus. Artinya hampir seluruh kasus pasien yang meninggal pada hari Sabtu hanya berasal dari Kudus.

Karena ketidakmampuan fasilitas kesehatan setempat, lebih dari 1.200 pasien positif Covid-19 dikirimkan ke asrama haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Sementara setidaknya 350 tenaga kesehatan di Kabupaten Kudus dinyatakan positif. Pemerintah provinsi telah membantu mengirimkan 120 tenaga kesehatan untuk mengatasi kondisi yang semakin memprihatinkan.

Jawa Tengah mengalami penambahan zona merah secara mengejutkan. Ganjar mengaku telah menduga bahwa varian delta dari India yang menjadi penyebab pergerakan cepat ini.

“Kita akan lakukan pemeriksaan banyak sampel di tempat lain, saya curiga dengan pergerakan ini, tiga minggu sebelumnya hanya tiga kabupaten, kemudian bertambah delapan dan jadi sebelas. Perasaan saya waktu itu yakin, ini mesti varian baru. Dan ini kita petakan, Kudus yang pertama, dari pusat sudah merilis soal ini, maka ini serius untuk semuanya,” kata Ganjar.

Data kasus Covid KudusData kasus Covid-19 Kabupaten Kudus, Minggu 13 Juni 2021, dalam tangkapan layar (Foto: voaindonesia.com)

Kabupaten-kabupaten di sekitar Kudus, seperti Grobogan, Demak, dan Pati, telah diingatkan mengenai potensi penyebaran kasus. Ganjar meminta seluruh pihak bekerja sama dengan baik. Jika peringatan tidak diindahkan, operasi yustisi dapat ditegakkan.

Kelabuhi Sistem Imun. Ketua Tim WGS SARS CoV-2, FKKMK UGM, dr Gunadi, PhD, SpBA, kepada VOA menjelaskan kasus di Kudus membuktikan bahwa varian delta sudah mengalami transmisi lokal. Penularan tidak lagi terjadi antara warga negara asing kepada warga Indonesia, tetapi antarwarga Indonesia sendiri, khususnya di Kudus.

Dia menambahkan, interaksi sosial dalam skala besar meningkatkan resiko timbulnya varian baru Covid-19. Apalagi, jika interaksi sosial besar itu tidak mempedulikan protokol kesehatan. Catatan kasus di Kudus membuktikan kegiatan pengumpulan warga dalam jumlah besar seperti hajatan dan penyelenggaraan acara tradisi lainnya, menjadi penyebab penyebaran kasus.

vaksinasi lansia kudusPemerintah Kabupaten Kudus, Jateng, menggelar vaksinasi bagi Lansia di kawasan Pura Terban, Sabtu, 12 Juni (Foto: voaindonesia.com - Courtesy/Humas Pemprov Jateng)

Upaya serius harus dilakukan untuk menekan penyebarannya karena varian baru ini memiliki dua dampak, yaitu lebih cepat menular dan bisa mengelabuhi sistem imun manusia.

“Bisa mempengaruhi efektivitas vaksin. Dia seperti tidak dikenali oleh sistem imun manusia. Ada dua variasi di varian delta, satu menyebabkan transmisi lebih cepat. Satu mutasi lagi menyebabkan dia mampu mengelabuhi sistem imun kita,” kata Gunadi kepada VOA.

Gunadi menjelaskan, varian delta memiliki dua mutasi di Receptor Binding Domain (RBD). Ini adalah bagian dari protein virus, yang berkaitan langsung dengan reseptor manusia. Mutasi di RBD inilah yang membuat varian delta memiliki dua kemampuan baru tersebut.

sosialisasi masker di kudusPetugas kepolisian membantu sosialisasi pemakaian masker kepada pengguna jalan di Kudus, Jateng, Minggu, 13 Juni 2021 (Foto: voaindonesia.com - Courtesy/Humas Pemkab Kudus)

Imun manusia terbentuk melalui dua jalan, yaitu terinfeksi Covid-19 kemudian sembuh, atau melalui vaksinasi. Kedua imun bentukan ini diketahui dalam penelitian, mampu dikelabuhi oleh varian delta. 

Dia menambahkan, masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut untuk memetakan dampaknya di dalam populasi. Namun, sebagai langkah antisipasi, sebelum dipastikan lebih rinci, masyarakat harus mewaspadai dampak mutasi ini (ns/ah)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan
Empat langkah pemerintah tangani lonjakan kasus Covid-19 pascara libur lebaran di Kudus dan Bangkalan
TNI-Polri Kendalikan Kasus Covid-19 di Bangkalan dan Kudus
Panglima TNI sebut TNI dan Polri telah melakukan sejumlah langkah untuk mengendalikan laju kasus Covid-19 di Bangkalan dan Kudus
Menkes Minta Ganjar Pranowo Dampingi Bupati Kudus Tangani Covid
Menkes secara khusus menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memintanya mendampingi Bupati Kudus tangani lonjakan Covid-19.
0
Covid-19 Varian Delta Merebak di Kudus Jawa Tengah
Kudus di Jeteng alami lonjakan kasus Covid-19 secara luar biasa, pemeriksaan WGS buktikan varian B 1617.2 atau Varian Delta telah merebak di sana