UNTUK INDONESIA
Sepi Order Ojek Online di Semarang, Kapan Ramainya?
Sepinya order di Semarang membuat sejumlah driver ojek online utang untuk bertahan hidup. Tapi masa paceklik diyakini segera berakhir.
Beberapa driver ojek online menunggu order di sebuah warung di Semarang, Senin, 27 Januari 2020. (Foto: Tagar/Budi Utomo)

Semarang – Sepinya order ojek online atau ojol di Semarang, Jawa Tengah pada bulan Januari ini dirasakan oleh driver maupun mitra usaha dari dua aplikasi besar ojol Tanah Air, Gojek dan Grab. Berbekal pengalaman yang ada, order kembali ramai akan terjadi tak lama lagi.

Abang ojol bernama Nugroho 48 tahun mengakui masa paceklik order pada awal tahun ini sangat parah. Jauh lebih parah daripada tahun lalu. Dia pun setuju dengan asumsi mayoritas ojol kalau sepinya order tersebut disebabkan aktivitas kampus yang libur.

“Sehari paling cuma dapat dua order. Dan bawa uang rata-rata sekitar Rp 30 ribu,” ujar pria asal Solo tersebut kepada Tagar pada Senin, 27 Januari 2020, di Banyumanik, Semarang.

Nugroho menyatakan pendapatan sebesar itu untuk makan sehari saja kurang. Untung dirinya tidak merokok, sehingga kebutuhan hidupnya cuma makan. “Untuk biaya kos, enggak tahu, mungkin utang dulu,” kata pria yang sudah bergabung dengan Gojek selama dua tahun itu.

Tapi biasanya, lanjut Nugroho, awal bulan Maret atau akhir bulan Februari, order sudah ramai lagi karena kegiatan kampus di Kota Semarang sudah berjalan seperti biasanya.

Untuk biaya kos, enggak tahu, mungkin utang dulu.

Sepinya order juga dirasakan oleh pelaku kuliner yang menjadi mitra Go Food maupun Grab Food. “Sehari paling cuma dapat enam order dari Go Food dan Grab Food,” ujar Harso 35 tahun, pemilik usaha kuliner ayam penyet di daerah Gajah, Semarang.

Harso menyatakan sepinya pesanan makanan dari ojol itu karena kurangnya promo dari perusahaan operator aplikasi. “Kalau tidak ada promo, orang juga males order lewat aplikasi ojol. Mereka memilih beli sendiri ke tempat saya,” kata Harso kepada Tagar.

Usaha kuliner yang dijalankan dengan istrinya itu sangat terbantu sejak bermitra dengan perusahaan penyedia jasa teknologi ojol. “Kalau tidak ada promo begini, order food ramainya hanya kalau pas hujan saja,” ucap Harso.

Ditambahkan, jika di musim turun, pelanggan lebih suka memesan makanan lewat aplikasi ojol. Sebab konsumen enggan keluar rumah, tak mau kena hujan, saat butuh makan.

Pantauan di lapangan di hari yang sama, saat melintasi kawasam kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, hampir tidak ada aktivitas di jurusan maupun fakultas di sana. Padahal saat kampus aktif, meski pukul 17.00 WIB, kegiatan mahasiswa sangat padat dan beragam, baik untuk kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas tambahan lain.

Liburnya para mahasiswa juga berimbas di aktivitas perkampungan warga sekitar kampus Undip. Di kawasan Kampung Banjarsari misalnya. Di wilayah itu, banyak terdapat rumah yang disewakan untuk kos mahasiswa Undip. Tapi sedikit terlihat mahasiswa yang nongkrong di kos maupun warung kuliner.

“Masih libur sampai bulan depan Mas,” ujar Sandi 21 tahun, salah satu anak kampus. 

Mahasiswa dari Sumatera Utara itu mengaku tidak pulang kampung saat libur karena sangat jauh dan butuh biaya yang tidak sedikit. Saat ditemui Tagar, ia sedang bersantai di sebuah tempat kuliner yang banyak bertebaran di sekitar Tembalang.

“Kalau untuk S1, pelajaran mulai tanggal 17 Februari. Kalau S2, mulai seminggu sebelumnya,” kata Sandi sambil tetap asyik bermain dengan telepon genggamnya di sebuah warung kopi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah abang ojol di Semarang mengeluhkan sepinya orderan penumpang maupun pesanan makanan di bulan Januari 2020. Liburnya para mahasiswa memberi pengaruh signifikan mengingat order didominasi kalangan kampus. Tapi mereka tetap bertahan lantaran masa paceklik order akan berakhir tiga pekan lagi. []

Baca juga: 

Berita terkait
Order di Semarang Sepi, Ini Pengakuan Abang Ojol
Order ojol Semarang menurun di Januari ini. Asumsi abang ojol karena kalangan kampus yang tengah libur.
Promo Ojol Di Bawah Batas Jadi Predatory Pricing
YLKI tak masalah dengan berbagai promo yang ditawarkan oleh aplikator transportasi online, misalnya untuk ojek online alias ojol.
Dari Sate Babi Grab Digugat Miliaran di Banyumas
Pengusaha kedai kopi di Banyumas menggugat Grab Rp 1,12 miliar. Bermula dari pesanan menu sate babi di kedai kopi tersebut.
0
Akibat Penunggu Pasien Tak Jujur di RSUP Sardjito
Akibat penunggu pasien di RSUP Sardjito Yogyakarta tidak jujur, akibatnya 53 tenaga medis harus menjalani tes swab.