UNTUK INDONESIA
Order di Semarang Sepi, Ini Pengakuan Abang Ojol
Order ojol Semarang menurun di Januari ini. Asumsi abang ojol karena kalangan kampus yang tengah libur.
Sejumlah abang ojol yang sedang menunggu orderan di Semarang. (Foto: Tagar/Budi Utomo)

Semarang - Sejumlah driver ojek online atau biasa disebut ojol di Kota Semarang, Jawa Tengah, mengaku sepi order sepanjang awal 2020. Tak hanya penumpang, order pesan antar makanan juga berkurang drastis.  

“Biasanya jam segini sudah dapat lima order. Ini cuma satu,” jelas Anto 27 tahun, abang ojol yang ditemui Tagar di kawasan Banyumanik, Rabu, 22 Januari 2019 sekira pukul 09.30 WIB. 

Pantauan di lapangan, sejumlah abang ojol terlihat berkumpul lama di beberapa tempat di Semarang yang biasa jadi pangkalannya. Selain di kawasan Banyumanik, juga di beberapa titik di kisaran kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang. 

Anto mengakui ia dan kawan-kawannya di Januari ini lebih sering dan lebih lama menunggu di beberapa titik tunggu strategis di Semarang. Biasanya maksimal 15 menit untuk mendapat order, kini bisa lebih dari 30 menit. Bahkan sering lebih dari sejam demi menunggu panggilan antar jemput.  

“Sejak tahun baru kemarin sepi, baik Gojek maupun Grab,” ujar dia. 

Pengemudi ojek layanan aplikasi berbasis Grab tersebut tidak tahu pasti kenapa order bisa menurun. Ia hanya berasumsi karena kegiatan belajar mengajar di beberapa kampus di Semarang tengah libur.

Biasanya jam segini sudah dapat lima order. Ini cuma satu.

Imbas dari sepinya order, lanjut Anto, sejak pergantian tahun hingga saat ini jarang tutup poin. Ia pun harus gigit jari, tidak bisa menikmati bonus tambahan pendapatan. “Yang sepi tidak hanya Grab, Gojek juga,” kata pria yang tinggal di daerah Tembalang, Semarang tersebut sambil sesekali mengawasi telepon genggamnya.

Hal senada disampaikan abang ojol lain, Sudirno 47 tahun. Namun ia menampik jika sepinya order lantaran pengaruh perang promo dari pemegang aplikasi. 

“Ini memang murni ordernya sepi, bukan karena perang promo karena baik Gojek atau Grab sudah tidak ada promo,” ujarnya di kawasan polder Tawang, Selasa sore, 22 Januari 2020.

Sudirno juga berasumsi kegiatan kampus yang sedang libur berimbas banyak pada order ojol. Sebab, kalangan mahasiswa, baik anak kos maupun asli Semarang, selama ini mendominasi orderan. 

“Biasanya dari jam enam sampai sepuluh malam banyak sekali order Go Food, sampai-sampai kami kewalahan. Tapi sekarang sepi, jarang banget," tutur pria yang sudah menekuni driver Gojek selama empat tahun ini.

Dari pengalamannya, Sudirno menyatakan, selama bulan Januari dan Februari order memang selalu sepi. Hal serupa juga terjadi tahun lalu. "Dua tahun ini sudah banyak ojol, jadi terasa sekali kalau kampus libur, order juga sepi,” ujar abang ojol warga Genuk. 

Sementara itu, kondisi beda terjadi di kalangan abang ojol di Jakarta. Konsumen dari kalangan kampus tidak mempengaruhi banyak sedikitnya orderan. “Di sini kampus enggak pengaruh,” aku Ebi 24 tahun, driver Gojek yang tinggal di Cawang, Jakarta Timur. 

Ebi menyatakan order di bulan Januari tetap tinggi seperti bulan-bulan sebelumnya. Pengalamannya dua tahun menjadi abang ojol memperlihatkan kalangan pekerja lebih mendominasi konsumen pengguna ojol.

“Ojol Jakarta sepi itu kalau ada demo besar kayak habis Pilpres kemarin dan juga banjir. Kalau tidak ada itu, order tetap ramai,” imbuh dia. []

Baca juga: 

Berita terkait
Promo Ojol Di Bawah Batas Jadi Predatory Pricing
YLKI tak masalah dengan berbagai promo yang ditawarkan oleh aplikator transportasi online, misalnya untuk ojek online alias ojol.
Konsumen Mengeluh Tapi YLKI Setuju Tarif Ojol Naik
Penyesuaian tarif baru untuk transportasi online, khususnya ojek online (ojol) masih sekadar wacana. Tapi konsumen sudah merasakan kenaikan tarif.
Ada Hitungan BPJS, Tarif Ojek Online Bakal Naik
Kementerian Perhubungan mengisyaratkan kemungkinan tarif transportasi online atau ojek online akan naik.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.