UNTUK INDONESIA
Seorang Petani di Samosir Babak Belur Dikeroyok
Seorang petani di Kabupaten Samosir, dikeroyok hingga mengalami luka. Datang ke warung wartawan bertanya bagaimana cara mengadu ke polisi.
Tono Sitinjak, warga Kabupaten Samosir yang mengaku dikeroyok sekelompok pria di kampungnya. (Foto: Tagar/Fernando Sitanggang)

Samosir- Sebuah warung yang biasa jadi tempat nongkrong para jurnalis di Pangururan, Kabupaten Samosir, tiba-tiba saja dikejutkan dengan kedatangan seorang laki-laki berperawakan gempal, Selasa 25 Februari 2020 sore.

Namun laki-laki itu datang dengan wajah bengkak dan lebam-lebam hitam yang diduga akibat pukulan. Belakangan pria itu diketahui bernama Tono Sitinjak, 38 tahun.

Dia datang untuk bertanya kepada para jurnalis yang sedang nongkrong di Kedai Om Regar, di mana kantor Kepolisian Resor (Polres) Samosir dan bagaimana cara melapor ke polisi.

"Pak, gimana cara melapor ke polisi," kata Tono, bertanya sambil mengerang kesakitan memegang wajahnya yang penuh dengan lebam hitam.

Merasa iba dengan pria itu, seorang advokat yang kebetulan berada di sana, Intan Situmorang spontan menawarkan diri untuk membawa Tono membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Samosir. "Mari sini saya antar, Lae," ujar Intan.

Setibanya di hadapan petugas polisi, Tono bercerita bahwa dia dikeroyok sejumlah orang pada Minggu, 23 Februari 2020 pukul 23.00 WIB, di simpang rumahnya di Dusun III Desa Sitinjak, Kecamatan Onanrunggu.

Saya berharap polisi segera menangkap pelaku yang memukuli saya

"Saya dipukuli, dikeroyok empat orang dekat rumah saya, hanya karena masalah sedikit," ujarnya.

Pria yang kesehariannya sebagai petani itu mengaku baru melapor pada hari Selasa karena tidak ada keluarga yang membawanya ke polisi dan wajahnya baru bengkak sejak hari Senin.

"Saya kurang kenal siapa saja yang mengeroyok saya. Karena gelap dan hanya satu yang saya kenal ikut memukul saya, bernama Dagur Sitinjak," ungkapnya.

Ceritanya, ketika hendak pulang ke rumah pada malam kejadian, Tono merasa sudah diincar para pelaku dan kemudian dia dicegat di tempat gelap.

"Saya langsung dipegang. Kedua tangan saya dipegangi lalu dipukuli. Kaki saya dipegang dan saya dibalikkan terus dipukuli lagi pinggang saya dari belakang. Kepala saya juga dipukuli terus," terang Tono.

Setelah para pelaku puas melakukan aksi pemukulan, Tono ditinggalkan begitu saja tergeletak tanpa ada yang menolong sampai pagi harinya. "Siapa yang menolong, nggak ada yang berani," jelasnya.

Akibat pemukulan, Tono mengalami lebam dan bengkak di wajah sehingga sulit melihat. Dua giginya juga patah dan kedua kaki memar. "Saya berharap polisi segera menangkap pelaku yang memukuli saya," kata Tono.

Kepala Unit II SPKT Polres Samosir Agus Sinaga menerima pengaduan Tono. Hal itu dibenarkan KBO Reserse Kriminal Polres Samosir Inspektur Satu JW Saragih, dikonfirmasi pada Rabu, 26 Februari 2020.

"Banar, laporan itu sudah kita terima dan sudah kita lakukan visum. Setelah sampai kepada Reskrim kita akan langsung tindak lanjuti," ujar Saragih. []

Berita terkait
Kasus Hutan Tele, Mantan Bupati Samosir Diperiksa
Mantan Bupati Samosir Mangindar Simbolon diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengalihan status kawasan hutan Tele.
PDIP Usung Petahana di Humbahas dan Samosir
Dosmar Banjarnahor diusung PDIP sebagai bakal calon Bupati Humbahas pada Pilkada 2020. Di Samosir, nama Rapidin Simbolon kembali disebut.
Kantor Polsek Palipi di Samosir Rusak Parah
Fasilitas kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Palipi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mengalami kerusakan cukup parah.
0
Imbas Covid-19, Relaksasi Kredit BRI Capai Rp 57 T
BRI menyatakan bakal terus memberikan fasilitas restrukturisasi kredit bagi nasabah perseroan yang terimbas pandemi virus corona.