UNTUK INDONESIA
Sembilan Hal yang Keliru Soal Virus Corona
Beragam isu bermunculan sejak virus Corona atau Covid-19 mewabah di sejumlah negara. Berikut penjelasan WHO.
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19. (Foto: cbs7.com/MGN Image)

Jakarta - Beragam isu bermunculan sejak virus Corona atau Covid-19 mewabah di sejumlah negara. Padahal kabar yang beredar mengenai virus mematikan tersebut belum bisa dipercaya kebenarannya, sehingga perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kekeliruan dan keresahan di tengah masyarakat.

Tak sedikit isu yang tersebar ternyata salah atau keliru. Jika hal itu dibiarkan tentu akan berbahaya karena membuat sejumlah orang mulai berspekulasi tentang tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk membasmi virus Covid-19 itu. 

Dilansir dari Indian Express, World Health Organization (WHO) beranggapan sejumlah isu yang beredar mengenai pencegahan Corona dinilai keliru. Sehingga, WHO ingin meluruskan hal tersebut agar masyarakat tidak salah kaprah. Berikut sejumlah hal yang keliru dan harus diluruskan terkait pencegahan virus Covid-19

1. Makan Kari atau Asam

WHO menyatakan kedua hal tersebut tidak benar. Hal ini tidak terbukti ilmiah untuk mencegah dari infeksi virus Corona atau Covid-19. 

2. Boleh atau Tidak Menggunakan Kolam Renang

Kolam renang yang terawat dan diklorinasi dengan baik, tentu aman digunakan. Namun, dianjurkan untuk menghindari semua area yang ramai dan padat oleh pengunjung seperti kolam renang. Jaga jarak setidaknya satu meter dari orang yang batuk atau bersin, bahkan di lokasi berenang.

3. Lemon atau Kunyit Tidak Dapat Cegah Virus Corona

WHO mengatakan tidak ada bukti ilmiah jika lemon atau kunyit mampu mencegah virus Corona. Namun, WHO menganjurkan untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang cukup sebagai bagian diet sehat.

4. Sinar Matahari Tak Mampu Membunuh Virus Corona

Menurut WHO, tidak ada bukti sinar matahari bisa membunuh virus Corona baru itu. Hal ini penting untuk diketahui agar masyarakat bisa memilah-milah informasi yang beredar mengenai virus berbahaya tersebut. 

5. Tak Perlu Minum Setiap 15 Menit

Tak ada bukti ilmiah yang menunjukkan sering minum air putih bisa melindungi diri dari Covid-19 atau menghilangkan virus. Namun, disarankan seseorang mengonsumsi air putih setidaknya delapan gelas per harinya.

6. Batuk Kering Bukan Satu-satunya Gejala Corona

Batuk yang kering ternyata bukan satu-satunya gejala yang merujuk seseorang terjangkit Corona. Hal ini lantaran sejumlah pasien yang terinfeksi virus tersebut menunjukkan gejala seperti pilek atau dahak.

7. Makan Mangga Membunuh Virus Corona

Tidak ada bukti ilmiah jika buah mangga bisa membunuh virus Corona. Tetapi, WHO menyarankan untuk mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai bagian dari diet sehat.

8. Makan Ayam

Tak sedikit orang yang menghindari mengonsumsi daging, terlebih saat merebaknya Covid-19. WHO menjelaskan bila ingin mengonsumsi daging, khususnya ayam tidak jadi masalah selama proses pengolahannya baik. 

"Makan ayam yang dimasak secara higienis dan dimasak dengan baik adalah aman dan tidak menyebabkan penyebaran virus Corona baru," tutur WHO.

9. Bolehkah Mengonsumsi Makanan Beku dan Es Krim?

Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah, jika mengonsumsi makanan beku yang dibuat secara higienis dan es krim bisa menyebarkan virus Corona. Inilah yang harus diperhatikan agar masyarakat tidak selalu menerima informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. []

Baca juga:

Berita terkait
Tips Makeup Aman Wabah Virus Corona
Menggunakan makeup menjadi salah satu kegiatan yang penting untuk diperhatikan saat merebaknya virus Corona.
Tips Asyik Manfaatkan Waktu Isolasi Corona di Rumah
Akibat virus Corona atau Covid-19 membuat banyak orang mulai berkegiatan di rumah dan mengisolasi diri.
Tips Mudah Meningkatkan Imunitas Tubuh Cegah Corona
Virus Corona sangat rentan menyerang sistem kekebalan tubuh yang lemah. Berikut Tagar berikan Tips meningkatkan imun tubuh.
0
Anggota DPR Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki
Anggota DPR, Intan Fauzi menyebutkan penyaluran dana bansos masih kerap salah sasaran akibat data penerima tidak valid.