UNTUK INDONESIA
Selamat Tinggal Bisnis Esek-Esek Sunan Kuning
Penutupan bisnis esek-esek ditandai dengan pembukaan tirai papan bertuliskan larangan aktivitas prostitusi.
Papan larangan aktivitas prostitusi terpasang di gerbang utama pintu masuk Sunan Kuning (Foto: Tagar/Agus Joko Mulyono)

Semarang – Aktivitas prostitusi Lokalisasi Sunan Kuning, di Kampung Argorejo, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat resmi ditiadakan, Jumat 18 Oktober 2019.

Penutupan bisnis esek-esek di tempat bernama lain Resosialisasi Argorejo tersebut ditandai dengan pembukaan tirai papan bertuliskan larangan aktivitas prostitusi.

Seremoni penutupan prostitusi di Sunan Kuning dimulai pukul 09.00 WIB, pipimpin langsung Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Di sana juga ada deklarasi perwakilan wanita pekerja seks (WPS) soal komitmen tidak akan membuka lagi pelayanan prostitusi, pulang ke asalnya dan menaati aturan yang berlaku.

"Bismillahirrahmanirrahim. Kami dukung niat baik para warga dan semoga menjadi berkah bagi semua dan Kota Semarang," kata Hendrar sesaat sebelum membuka tirai papan larangan prositusi yang terpasang di sekitar gerbang utama kompleks lokalisasi.

Usai prosesi penutupan, Pemkot Semarang lewat Bank Jateng membagi buku tabungan berisi uang bantuan sosial sebesar Rp 5 juta. Tali asih tersebut diberikan kepada 448 WPS yang telah terverifikasi. Ratusan WPS pun mencairkan tabungan ke mobil tabungan Bank Jateng yang standby di Sunan Kuning.

Dengan penutupan aktivitas prostitusi di lokalisasi yang telah berdiri sejak 1963 itu, Pemkot Semarang telah menyiapkan sejumlah rencana ke depan untuk Sunan Kuning.

Perkampungan Argorejo akan disulap jadi kampung tematik agar warganya tetap dapat berkreasi dan mendapat penghasilan sepeninggal para WPS.

"Pembuatan kampung tematik, kami sudah komunikasi dan public hearing dengan organisasi keagamaan," kata wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Rencananya, pada 2020-2021, kampung tematik Argorejo mulai dirintis.

"Optimalisasi Kampung Religi di Sunan Kuning. Karena di atas itu ada makam, salah satu penyebar agama Islam, Soen An Ing, akan kami percantik. Dengan kehadiran kampung religi ini nanti diterapkan usaha-usaha yang awalnya untuk mensuport prostitusi bisa berubah untuk mensuport kegiatan pariwisata," beber dia.

Untuk pengawasan yang masih bandel nanti ranahnya Satpol PP untuk penertiban

Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi mengapresiasi langkah humanis dari Pemkot Semarang menutup aktivitas prostitusi Sunan Kuning.

"Dengan penutupan maka hari ini dimulainya perubahan di Resosialisasi Argorejo. Terima kasih kepedulian Pemkot Semarang atas kebijaksanaannya. Karena memang sudah waktunya prostitusi hilang di seluruh wilayah Indonesia," ungkapnya.

Tokoh Sunan Kuning yang juga Ketua RW 4, Kalibanteng Kulon ini berterima kasih ke Pemkot Semarang lantaran telah memperhatikan WPS dengan memberi tali asih Rp 5 juta. Juga dengan rencana ke depan Sunan Kuning yang bertujuan tetap menghidupkan usaha kecil warganya.

"Kaitannya untuk menyambung hidup bahwa di resos ini ada potensi wisata kuliner, sehingga warga saya bisa menindaklanjuti kehidupan masa mendatang. Sedang dibahas dengan warga dan pemerintah, tema untuk kampung tematik di sini, apakah wisata kuliner atau wisata religi," kata dia.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Muthohar menyatakan semestinya para WPS sudah langsung meninggalkan Sunan Kuning sejak mereka menerima bantuan sosial.

"Untuk pengawasan yang masih bandel nanti ranahnya Satpol PP untuk penertiban," katanya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menyampaikan sesuai pembicaraan dengan pengurus resosialisasi, mami dan WPS, pihaknya masih memberi kesempatan waktu ke para WPS untuk pulang ke tempat asal.

"Mulai tanggal 18-21 Oktober 2019, WPS tinggalkan tempat dan karaoke tutup. Setelah tanggal itu karaoke boleh buka tapi tidak boleh ada prostitusi. Kalau ada, kami tutup. Dan per hari ini, Posko Pantau efektif beroperasi, fokus mulai tanggal 22 Oktober 2019 kami mulai pengawasan di masing-masing wisma maupun karaoke," tukasnya.[]

Berita terkait
Gara-gara Ditutup, WPS Sunan Kuning Dirawat di RSJ
WPS lokalisasi Sunan Kuning Semarang dilarikan ke Rumah Sakit jiwa akibat depresi saat mengetahui lokalisasi Sunan Kuning ditutup.
WPS Sunan Kuning Semarang Tolak Pulang Bareng
Sejumlah WPS di Lokalisasi Sunan Kuning menolak dipulangkan bareng menggunakan armada yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Mahasiswi Pelacur Setelah Sunan Kuning Semarang Ditutup
Ia mengaku bernama Cindy, seorang mahasiswi, bekerja sebagai pelacur di lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, Jawa Tengah.
0
Ulama di Madura Tuntut Sukmawati Dipenjara
Pernyataan kontroversial Sukmawati Soekarnoputri mengetuk amarah ulama dan umat Islam di Madura.