UNTUK INDONESIA
Sehari Lockdown, Chris Woodhead Tambah Satu Tato
Banyak cara dilakukan orang untuk mengatasi kejenuhan selama lockdown. Cara yang dilakukan Chris Woodhead bisa dibilang unik, yaitu mentato.
Chris Woodhead, warga Walthamstow, London utara timur menambah satu tato setiap hari selama lockdown.(Foto: BBC).

Jakarta - Banyak negara yang menerapkan kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19. Terkurung di dalam rumah dalam jangka waktu lama tentu saja membuat orang jenuh. Banyak cara dilakukan untuk mengatasi kejenuhan selama lockdown. Cara yang dilakukan Chris Woodhead bisa dibilang unik. Ia mentato tubuhnya selama masa karantina. Setiap hari ia selalu menambah koleksi tatonya.

Chris Woodhead tengah asik duduk di sofa di rumahnya di Walthamstow, London utara timur, Inggris. Anjing kesayangannya, Pingu duduk disampingnya seolah-olah memperhatikan tuannya yang tengah sibuk mencari tempat di bagian tubuhnya yang belum tersentuh tato. Seluruh tubuh pria ini sudah penuh tertutup aneka tulisan dan gambar rajah, mulai dari kedua lengan, sepasang kaki, tubuh bagian depan hingga punggung.

Pada saat Inggris mulai memberlakukan lockdown, Chris sudah memiliki sekitar 1.000 disain tato di tubuhnya.

Baca Juga: Belgia Longgarkan Lockdown Mulai 4 Mei 2020 

Rupanya Chris masih menemukan sedikit kulitnya yang belum tersentuh tato, yakni dari ujung jari-jari ke telapak kaki. Praktis hampir setiap inci kulitnya ditutupi oleh tumpukan besar tato dengan aneka gaya.

Chris WoodheadChris Woodhead mentato tulisan insial NHS (National Health Service) di dadanya, sebagai bentuk harapan agar NHS bisa segera mentuntaskan Covid-19. (Foto: BBC News).

Ada sepasang dadu, seekor kalajengking di paha bawah bagian dalam. Ada juga ikan todak melengkung di sekitar tanda hati, pohom palem serta boneka vodoo mengapung di atas beberapa buah ceri matang dan mengkilap.

Chris mulai merajah tubuhnya sejak usai 18 tahun, sekitar 15 tahun yang lalu. Ia kemudian terobsesi dengan pemain musik punk yang personelnya penuh tato. Ia merasa beruntung bisa berkenalan dengan icon tato Inggris, Duncan X yang mempopulerkan gaya mentato kontemporer dengan tinta hitam.

"Saya mengikuti daya tato Duncan X saat usia 19 tahun. Ada sahabat saya yang menggunakan tubuh saya sebagai kanvas untuk melukis. Ia sudah membuat 400 lukisan tato di tubuh saya," ucap Chris seperti diberitakan dari BBC News, Senin, 27 April 2020.

Terkurung setiap hari membuat orang bingung, tak tahu harus berbuat apa, paling menghabiskan makanan. Jadi saya punya ide untuk mentato setiap hari. Ini membuat diriku sedikit tenang

Pada saat Inggris mulai memberlakukan lockdown, Chris sudah memiliki sekitar 1.000 disain tato di tubuhnya. Lockdown memaksa ia dan istrinya, Ema mengisolasi diri di rumah. Ia juga tidak bisa pergi bekerja ke studio tato di London timur karena ditutup. Chris pun memutuskan untuk menambah satsu tato baru per hari selama karantina.

Chris WoodheadChris menarauh harapan Covid-19 segera berakhir. Ia pun melukiskan harapannya itu di telapak kaki kirinya yang berkerut dengan kata-kata,"When will it end - kapan semua ini akan berakhir. (Foto: BBC).

"Terkurung setiap hari membuat orang bingung, tak tahu harus berbuat apa, paling menghabiskan makanan. Jadi saya punya ide untuk mentato setiap hari. Ini membuat diriku sedikit tenang," ucap Chris.

Setiap sore antara pukul 14.00 dan 16.00, Chris duduk untuk membuat sketsa disain yang terinspirasi oleh situasinya saat ini. Ia memasukkan tinta ke dalam panci dan membuka jarum, dan siap untuk memindahkan gambar ke kulitnya.

Chris  melukiskan harapannya itu di telapak kaki kirinya yang berkerut dengan kata-kata,"When will it end - kapan semua ini akan berakhir.

"Saya menemukan terapi tato. Sekarang saya menggambar apa yang ada di pikiran. Tentu yang terlintas di pikiran adalah krisis yang monumental ini," tutur Chris.

Chris menaruh harapan Covid-19 segera berakhir. Ia pun melukiskan harapannya itu di telapak kaki kirinya yang berkerut dengan kata-kata,"When will it end - kapan semua ini akan berakhir." Di kaki kanan bawah ada tato berupa partikel coronavirus berbentuk bola.

Sementara di dadanya, ada tulisan NHS (National Health Service), sebagai bentuk harapan NHS bisa segera mentuntaskan Covid-19. "Dalam situasi yang menyedihkan ini, kita harus menghargai perjuangan NHS dan menyadari bahwa pekerjaan mereka sangat sulit," ucap Chris.

Baca Juga: Lockdown di India, Pekerja Migran Mulai Putus Asa

Memasuki hari ke-12 lockdown, Chris menambah satu koleksi tato berupa harimau. Gambar harimau itu sebagai bentukpenghormatan kepada Joe "Exotic" Maldonado-Passage - bintang serial dokumenter Netflix, Tiger King, yang baru ia tonton bersama istri. []

Berita terkait
Foto Italia Seperti Kuburan Setelah Lockdown Corona
Italia seperti kuburan, kota mati, setelah diberlakukan lockdown, warga dilarang keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.
Kondisi Memburuk, India Malah Perpanjang Lockdown
Para menteri mendesak Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk memperpanjang lockdown yang akan berakhir pada Selasa mendatang.
Prancis Perpanjang Lockdown Hingga 15 April
Prancis mengumumkan perpanjangan masa karantina total (lockdown) dalam upaya membendung penyebaran virus corona Covid-19.
0
Pasien Suspek Corona asal Sibolga Meninggal di Medan
Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kota Sibolga meninggal dunia di Rumah Sakit Martha Friska Medan.