UNTUK INDONESIA
Segar Es Tape Ini Jamuan Tamu Keraton Yogyakarta
Kesegaran es tape Pak No sudah melegenda di Yogyakarta. Minuman segar ini kerap diundang Keraton untuk menjamu tamu penting di sana.
Segar es tape. (Foto: cookpad.com/Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta - Es tape milik Tukino, sudah melegenda di Yogyakarta. Minuman yang menyegarkan ini kerap diundang Keraton Yogyakata sebagai jamuan tamu penting di sana.

Tagar mengunjungi Es Tape milik Tukino ini di Jalan Kusumanegara No.3 Semaki, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, tepatnya di depan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI). Ternyata Pak No, sapaan akrab Tukino, sudah menjual es tape sejak 1969 lalu. Dia menjajakan es tape ini sejak masih berusia 18 tahun.

Pak No mengatakan, sampai saat ini usianya menginjak 69 tahun. Sejak usia remaja sampai sekarang masih setia berjualan demi meraup pundi-pundi rupiah. ”Saya mulai tahun 1969 berjualan hingga saat ini,” kata Tukino, saat ditemui Tagar belum lama ini.

Es tape segar milik Pak No sudah memiliki pelanggan setia. Es berwarna seperti putih tulang ini ternyata banyak digemari orang untuk melepas dahaga di siang bolong seperti saat ini. Anggota Korps Bhayangkara sering jajan minuman berasa kecut segar ini.

Bahkan, es tape buatan Pak No ini juga kerap dijadikan hidangan Keraton Yogyakarta saat ada tamu penting. "Alhamdulillah pernah berkesempatan menjamu tamu Keraton juga," ungkapnya.

Tagar saat mencicipi es tape ini, ternyata lapaknya tidak pernah sepi. Pembeli silih berganti, baik dari siswa sekolah, pegawai, juga orang-orang yang melintas dan menyempatkan mampir.

Alhamdulillah pernah berkesempatan menjamu tamu Keraton juga.

Ketika disinggung ide membuka usaha es tape dari mana, Pak No menjawab mulanya, Ide membuat es tape itu terinspirasi dari seorang kawannya yang berada di Ciamis, Jawa Barat. ”Waktu main ke rumah teman, nah sebelah rumah teman itu ada markas es tape asalnya dari Ciamis, Jawa Barat. Nah saya kepingin ngerti, mencoba dalam satu minggu belajar jual sendiri, akhirnya saya bisa jualan sampai sekarang,” ucapnya.

es tapeEs tape segar milik pak Tukino yang sudah melegenda di Yogyakarta (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Pantauan Tagar, lapak es tape Pak No ini begitu sederhana. Untuk menyeruput es tape Pak No di tempat, sudah disediakan bangku kecil yang menghadap ke jalan. Tiap hari, kakek empat orang cucu ini mempersiapkan dagangannya sejak pagi.

Pak No berjualan dibantu sang istri yang setia menemaninya mulai dari penyiapan bahan hingga penyuguhan es tape kepada pembeli. Pak No berjualan es tape segar hingga dagangannya habis, sekitar jam 15.00 atau 16.00 WIB.

Kula mulai saurunge subuh pun blonjo. Demugi mriki jam 10 ngantos setengah 11 (saya sejak sebelum subuh sudah belanja. Sampai sini jam 10 setengah 11),” ucapnya di sela-sela melayani pembeli.

Lantas apa bahan es tape Pak No? Bahannya sederhana, antara lain es batu yang digosrok, tape ketan, vanili, santan, kelapa muda. Rasa es tape pak No memang nikmat, tak heran es ini digemari lintas usia.

Salah satu pembeli, Rizal menceritakan kegemarannya minum es tape milik Pak No. “Saya sudah langganan sejak lama di sini, soalnya enak sekali,” ucap pria asli wonosari ini.

Es tape segar ini dapat dibeli dengan harga yang sangat murah. Segelas es tape harganya Rp 4.000. Bila ingin menikmati es dengan roti tawar, tambah Rp 2.000 saja. []

Baca Juga:

Berita terkait
Enam Minuman Khas Natal dari Penjuru Dunia
Merayakan hari natal dan tahun baru memiliki keseruan tersendiri, biasanya setiap negara mempunyai minuman khas untuk merayakannya.
Kawa Daun Tanah Datar Minuman Populer Indonesia
Kawa daun Tanah Datar terpilih menjadi minuman terpopuler kedua di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019.
Pondoh Minuman Keras Ilegal Hidupi Petani Salak
Aroma salak tercium saat memasuki ruangan berukuran sekitar lima kali enam meter, tempat produksi minuman keras atau miras dari bahan salak.
0
Jakarta Banjir, KPK Batal Periksa Orang KPU dan PDIP
Pelaksana Tugas Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan batal memeriksa anggota KPU dan PDIP karena permasalahan banjir