Satgas Covid-19 Jelaskan Perkembangan Terbaru Vaksin Corona

Satgas Penanganan Covid-19 memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan vaksin virus corona yang sudah uji klinis fase 3.
Satgas Penanganan Covid-19 memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan vaksin virus corona yang sudah uji klinis fase 3. (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden).

Jakarta - Satgas Penanganan Covid-19 memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan vaksin virus corona yang sudah masuk tahap uji klinis fase 3, agar nantinya aman digunakan manusia.

Menurut Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan vaksin adalah virus yang dilemahkan dan pada prinsipnya vaksin tidak berbahaya.

Agar Indonesia segera terbebas dari pandemi Covid-19.

Dijelaskannya, vaksin yang masuk ke tubuh manusia akan menstimulasi imunitas tubuh. Kata dia, vaksin Covid-19 tidak hanya melindungi diri sendiri.

Baca juga: Survei Populi Center Sebut 40 Persen Masyarakat Tolak Divaksin

"Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 aman untuk digunakan manusia, karena harus melalui tahapan uji praklinis dan klinis untuk memastikan keamanan, efektivitas dan dosis yang aman untuk digunakan manusia. Risiko yang ditimbulkan vaksin sangat rendah dan manfaat jauh lebih tinggi," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa, 10 November 2020.

Dia melanjutkan, untuk pembangunan laboratorium milik TNI di Pulau Galang, saat ini masih dalam tahap perencanaan. 

"Laboratorium yang akan dibangun ditujukan untuk penelitian virus yang akan dikembangkan menjadi vaksin," ujar dia.

Baca juga: Wartawan Diusulkan Jadi Prioritas Disuntik Vaksin Corona

Wiku juga mengingatkan masyarakat untuk bekerja memerangi pandemi Covid-19. Ia menyarankan masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian, dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

"Agar Indonesia segera terbebas dari pandemi Covid-19," ucapnya. []

Berita terkait
Vaksin Virus Corona Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang
Seorang ilmuwan terkemuka Pakistan katakan vaksin virus corona Pfizer tidak cocok untuk Pakistan, atau negara-negara berkembang lain
KSP Minta Jangan Ragu, Vaksin Corona dari Sinovac Lebih Baik
KSP sebut vaksin virus corona dari Sinovac lebih baik daripada yang lain untuk Indonesia.
Tenaga Medis - Daerah Zona Merah Harus Prioritas Vaksin C-19
Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta pemerintah memprioritaskan vaksin Covid-19 untuk tenaga medis dan warga zona merah.
0
Simak 5 Aplikasi dan Situs Simulasi Tes CPNS
Terdapat lima aplikasi dan situs simulai tes CPNS 2021 yang sudah disiapkan untuk mengisi kota sebanyak 105.777 dari 189.102 formasi ASN yang ada.