Tenaga Medis - Daerah Zona Merah Harus Prioritas Vaksin C-19

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta pemerintah memprioritaskan vaksin Covid-19 untuk tenaga medis dan warga zona merah.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, Mulyanto. (Foto: Tagar/Dokumen Mulyanto)

Jakarta - Anggota Komisi VII DPR Mulyanto meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan tenaga medis agar tidak terpapar virus corona. Hal itu bertujuan agar program penanggulangan Covid-19 bisa berjalan dengan baik.

Selain itu, Mulyanto juga menyarankan supaya masyarakat yang berada di zona merah menjadi prioritas vaksin Covid-19.

Jika Pemerintah telah memastikan kedua hal itu maka langkah selanjutnya adalah membuat skala prioritas pemberian vaksin

Dia berpandangan, warga yang berada di zona merah, sangat layak mendapat perhatian lebih agar penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut dapat dikendalikan dan tidak meluas ke daerah lainnya.

"Sekiranya vaksinasi yang direncanakan pemerintah itu benar bisa dilaksanakan pada pekan ketiga Desember 2020, saya berharap tenaga medis dan masyarakat di zona merah harus mendapat prioritas. Tenaga medis merupakan garda terdepan program penanggulangan Covid-19 sehingga layak untuk diperhatikan lebih dahulu," kata Mulyanto melalui keterangannya, Jumat, 6 November 2020.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap, pemerintah benar-benar mewujudkan program pemberian vaksin kepada masyarakat. Kata dia, jangan sampai hal ini sekadar janji seperti kejadian sebelumnya.

"Sebaiknya harus dikawal rencana tersebut agar benar-benar dapat terlaksana sesuai jadwal. Kasihan masyarakat jika harus menunggu lagi," ujarnya.

Selanjutnya, Mulyanto juga meminta pemerintah memastikan keamanan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat. Apa pun mereknya, kata dia, terlebih dahulu harus mendapat izin edar dari BPOM dan terjamin kehalalannya.

"Yang paling vital adalah apakah vaksin tersebut aman, efektif dan halal. Artinya harus telah mendapat izin edar dari BPOM yang berarti sudah lulus uji klinis tahap 3 sehingga dapat diyakini cukup memadai bahwa vaksin tersebut tersebut benar-benar efektif dan aman," kata dia.

"Begitu juga aspek kehalalannya. Vaksin ini harus sudah mendapatkan fatwa halal dari MUI. Ini penting karena terkait keyakinan religius masyarakat muslim. Jika Pemerintah telah memastikan kedua hal itu maka langkah selanjutnya adalah membuat skala prioritas pemberian vaksin," ucap Mulyanto menambahkan.[]

Berita terkait
67 Tenaga Medis di Aceh Terpapar Virus Corona
Berdasarkan hasil penelusuran tujuh dokter sebelumnya dan direktur rumah sakit langsa juga ikut terpapar virus corona.
Curhat Tenaga Medis ke Jokowi di Tengah Pandemi
Presiden Joko Widodo turut merasakan bagaimana kerasnya perjuangan para tenaga medis di rumah sakit di tengah pandemi.
Satgas Bocorkan Data Terbaru, Zona Merah Turun, Oranye Naik
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito membocorkan data terbaru zona corona di Indonesia merah turun oranye naik.
0
Gara-gara Ulah Istri Dubes Belgia di Korsel Ditarik Pulang
Belgia akan menarik pulang duta besarnya untuk Korsel di tengah kemarahan publik atas tuduhan serangan istrinya terhadap dua karyawan toko di Seoul