Vaksin Virus Corona Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang

Seorang ilmuwan terkemuka Pakistan katakan vaksin virus corona Pfizer tidak cocok untuk Pakistan, atau negara-negara berkembang lain
Logo perusahaan Pfizer di kantor pusatnya di New York. (Foto: Dok/voaindonesia.com/AP).

Islamabad - Seorang ilmuwan terkemuka pemerintah Pakistan menyatakan vaksin virus corona Pfizer tidak cocok untuk Pakistan, atau negara-negara berkembang lainnya, karena suhu minus 80 derajat Celsius diperlukan untuk menyimpannya serta kebutuhan untuk dua dosis imunisasi.

Perusahaan farmasi Amerika Serikat itu, 9 November 2020, mengumumkan uji tahap akhir pada vaksin potensial dua dosis mengisyaratkan efektivitasnya lebih dari 90% dalam mencegah virus pada partisipan yang tidak terinfeksi sebelumnya.

Pengungkapan itu disambut baik sebagai kabar positif yang jarang muncul dalam perang melawan pandemi virus corona yang secara global telah menjangkiti lebih dari 50 juta orang di dunia, dengan 1,2 juta kematian dan 33 juta orang sembuh.

Tapi, Profesor Atta Ur Rahman, yang memimpin Gugus Tugas Sains dan Teknologi Pakistan, 10 November 2020, mengatakan “terlalu dini sedikitnya” bagi negaranya atau negara-negara berkembang lainnya dalam menyambut baik vaksin Pfizer itu.

“Ini adalah vaksin messenger RNA dan ini harus dikirim pada suhu minus 80 derajat Celsius, sehingga vaksin ini tidak cocok untuk negara-negara berkembang,” kata Rahman kepada VOA. “Infrastruktur ruang penyimpan cold storage dan rangkaiannya untuk membawa vaksin dari bandara ke kota-kota dan berbagai penjuru negara, tidak ada di dunia berkembang,” jelas profesor itu.

Rahman terus menyatakan bahwa pasien Covid-19 akan memerlukan dua dosis vaksin Pfizer dalam rentang waktu tiga pekan dan keharusan “tempat penyimpanan bersuhu rendah” (minus 80 derajat Celsius) membuat itu semua semakin sulit di Pakistan, di mana suhu rata-rata musim panas di bagian selatan dan barat daya negara itu membubung antara 40 dan 50 derajat Celsius. (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Hasil Rapid Test dan Swab Test Virus Corona Bukan Vaksin
Liburan di masa pandemi ke destinasi wisata diskrining virus corona melalui tes, hasil tes bukan vaksin sehingga ada risiko tertular virus corona
Ketua MPR Picu Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19
Ketua MPR, Bambang Soesatyo, dorong Bio Farma segara produksi vaksin Covid-19 untuk keselamatan masyarakat Indonesia
0
1 Miliar Dolar AS Untuk Dana Teknologi Ramah Lingkungan
Uni Eropa dan Bill Gates janjikan tambahan 1 miliar dolar AS untuk mewujudkan teknologi ramah lingkungan di Eropa