UNTUK INDONESIA
Sandiaga Uno Support Ahok Jadi Komisaris Pertamina
Sandiaga Uno sebagai lawan Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 memberikan support dan apresiasi atas kinerja di Pertamina.
Sandiaga Uno di lokasi upacara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Mantan rival Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Sandiaga Uno mengatakan rekam jejak Ahok selama menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) menunjukkan niatan memberantas korupsi.

Saya harapkan juga masukan-masukan yg disampaikan kemarin ditempatkan secara proporsional.

Menurut dia, Ahok baru memulai kinerjanya di Pertamina dengan transparansi dan perlu diberikan apresiasi. Selain itu, kata Sandiaga, suami dari Puput itu mempunyai rekam jejak di pemerintahan maupun di dunia usaha. 

Baca juga: Tanggapi Jokowi, Sandiaga Uno Singgung Kerja Nyata

"Jadi mari kita beri kesempatan beliau bekerja, kita beri support," ujar Sandiaga di Rumah Siap Kerja, Jakarta, Sabtu 22 Februari 2020, seperti diberitakan Antara.

Ia mengatakan seluruh praduga keterlibatan Ahok dalam kasus korupsi bisa disampaikan melalui jalur hukum yang sudah disediakan negara. 

"Saya harapkan juga masukan-masukan yg disampaikan kemarin ditempatkan secara proporsional, kita kedepankan hukum dan hukum ini harus berkeadilan, tidak tajam ke bawah tumpul ke atas dan hukum ini tidak boleh pilih kasih jadi saya tentunya serahkan pada penegak hukum," tutur Sandiaga.

Sebelumnya, salah seorang orator aksi 212 Marwan Batubara meminta Ahok mundur dari jabatannya di Pertamina. Pasalnya, pria yang sering mengatakan alumni Mako Brimob ini banyak terlibat kasus korupsi yang tidak menutup kemungkinan turut serta menjadi koruptor dalam kasus-kasus tersebut. 

Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Jokowi Rampungkan Omnibus Law

"Supaya Anda sadar bahwa di samping kasus penistaan agama, sebetulnya Ahok itu punya sekitar 6-10 kasus korupsi lagi," ujar Marwan saat berorasi di Aksi 212 'Berantas Mega Korupsi dan Selamatkan NKRI' di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Februari 2020.

Marwan tidak menyebut secara rinci kasus apa yang melatarbelakangi tudingannya ke Ahok. Ia hanya menyebut Ahok bisa lolos karena pimpinan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) era Agus Rahardjo.

"Agus Rahardjo, Basaria, dan Saut Situmorang, mereka ini adalah pelindung koruptor, jangan sok suci mereka membela kok, padahal mereka untuk kasus konglomerat mereka melindungi konglomerat, termasuk melindungi Ahok," ujarnya. []

Baca juga: Penyesalan Ahok Tertuang di Buku Panggil Saya BTP

Berita terkait
Sandiaga Uno Kritik Jokowi Lagi
Politikus Partai Gerindra Sandiaga Uno mulai mengkritik pemerintahan Jokowi-Maruf dalam peluncuran buku #KamiOposisi oleh Mardani Ali.
Niat Ahok Siap Presiden Kandas di Status Narapidana
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuka kemungkinan dirinya menjadi calon presiden. Namun, niat itu akan kandas terkait statusnya narapidana.
Ahok Unggul di Survei, PKS: Anies Dapat Penghargaan
Ketua Fraksi PKS Mohammad Arifin menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lebih baik ketimbang Ahok dan Jokowi, dalam penanganan banjir-macet.
0
7 ASN Kabupaten Solok Diperiksa Bawaslu
Bawaslu Kabupaten Solok memanggil 7 orang ASN yang diduga melanggar netralitas dalam Pilkada 2020.