Rusia Desak Agar Presiden Guinea Segera Dibebaskan

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Moskow menentang "setiap upaya perubahan kekuasaan anti-konstitusional."
Presiden Guinea, Alpha Conde. (Foto: Anadolu Agency/Cem Özdel)

Jakarta - Rusia mendesak 'pembebasan segera' presiden Guinea dan menyerukan kepada kedua pihak untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog pada Senin, 6 September 2021.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Moskow menentang "setiap upaya perubahan kekuasaan anti-konstitusional."

Pada hari Minggu, Presiden Guinea Alpha Conde ditahan oleh tentara yang dipimpin oleh seorang kolonel tentara, yang mengumumkan penahanan tersebut di televisi pemerintah.

"Kami menuntut pembebasan Alpha Conde dan kekebalannya dijamin. Kami menganggap perlu untuk mengembalikan situasi di Guinea ke jalur konstitusional sesegera mungkin. Kami mendesak semua kekuatan politik Guinea untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memicu kekerasan lebih lanjut dan untuk bekerja menuju penyelesaian damai dari situasi saat ini melalui negosiasi," kata pernyataan Rusia sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Pernyataan itu juga mengungkapkan kunjungan Menteri Luar Negeri Guinea Ibrahima Khalil Kaba ke Moskow, yang dijadwalkan pada 7 September, dibatalkan di tengah situasi di negara Afrika Barat itu.


Kami menuntut pembebasan Alpha Conde dan kekebalannya dijamin. Kami menganggap perlu untuk mengembalikan situasi di Guinea ke jalur konstitusional sesegera mungkin.


Conde, yang berkuasa selama lebih dari satu dekade, ditahan oleh tentara yang dipimpin oleh Kolonel Mamadi Doumbouya, yang menuduh presiden telah mempersonalisasikan politik dan tidak cukup berbuat untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial negara itu.

Langkah itu diprotes oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang mengecam keras "setiap pengambilalihan pemerintah dengan kekuatan senjata" dan menyerukan "pembebasan segera Presiden Alpha Conde."[]

Baca Juga:

Berita terkait
Karena Menentang Kudeta Militer Penyair Myanmar Dibunuh
Sebelum dia dibunuh, puisi-puisi penyait Myanmar, Khet Thi, mencerca dengan fasih kudeta militer Myanmar
Myanmar di Ambang Perang Saudara Sejak Kudeta Militer
Eskalasi kekerasan dalam beberapa pekan terakhir yang melibatkan warga antikudeta mengindikasikan ancaman perang saudara
100 Hari Kudeta Militer Myanmar Misi ASEAN Mandul
Sampai 100 hari kudeta militer Myanmar yang rebut kekuasaan pemerintahan de facro sipil Aung San Suu Kyi perlawanan terhadap rezim meluas
0
Rusia Desak Agar Presiden Guinea Segera Dibebaskan
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Moskow menentang "setiap upaya perubahan kekuasaan anti-konstitusional."