UNTUK INDONESIA
Rumah Makan Bu Fat, Klaster Baru C-19 Kota Semarang
Klaster baru Covid-19 ditemukan Kota Semarang. Yakni Rumah Makan Bu Fat yang terkenal dengan masakan mangut kepala manyung.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M Abdul Hakam saat di sebuah kegiatan beberapa waktu lalu. Hakam mengungkap ada klaster baru penyebaran Covid-19, klaster Rumah Makan Bu Fat di Krobokan, Semarang Barat. (Foto: Istimewa)

Semarang - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, menemukan klaster baru penyebaran Covid-19. Klaster baru dari sebuah rumah makan di kawasan Krobokan, Semarang Barat. 

Rumah Makan Bu Fat di Jalan Ariloka, tempat kuliner yang khas dengan masakan mangut ndas (kepala) manyung. Dinas Kesehatan Kota Semarang telah melakukan antisipasi dengan menutup sementara untuk upaya sterilisasi. 

Tidak ada penambahan klaster, cuma satu itu saja tambahannya klaster rumah makan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr M Abdul Hakam mengungkapkan temuan klaster baru ini bermula dari salah satu karyawan Rumah Makan Bu Fat yang dirawat di rumah sakit. Hasil swab memastikan yang bersangkutan positif terkonfirmasi covid. 

Upaya tracing langsung digelar ke kontak terdekat, yakni sesama karyawan di rumah makan itu berikut keluarganya. "Ada 20 sampai 25 yang di-swab. Awalnya ketemu lima, terus berkembang," ujar dia. 

Hakam mengaku hingga saat ini pihaknya masih mendalami dari mana sumber penularan karyawan Bu Fat. Petugas puskesmas sudah melakukan penulusuran namun mentok dengan tingginya mobilitas dari karyawan maupun pengunjung yang datang. 

"Penularannya dari mana kurang tahu. Selain bekerja di situ, kami juga tidak bisa mengekang mobilitas mereka," ucap dia. 

Hakam minta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan lantaran upaya melokalisir penyebaran sudah dilakukan. Selain menutup dan sterilisasi rumah makan, karyawan yang positif covid juga sudah dikarantina. 

"Sekarang sudah ada yang sembuh atau negatif. Warung juga sudah ditutup, didisinfektan, sudah steril, silakan kalau mau operasi lagi, kan yang positif juga sudah dikarantina," ujarnya.

Terkait klaster corona, Hakam menyebut hingga saat ini di Kota Semarang sudah ditemukan 40 titik dan komunitas yang terdeteksi sebagai sarana penyebaran. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan klaster komunitas. 

"Ada klaster perkantoran, pasar, pabrik hingga klaster tenaga kesehatan. Sekitar 22 merupakan klaster komunitas," kata dia. 

Baca juga: 

Dinas Kesehatan masih melakukan pengawasan terhadap sejumlah klaster-klaster tersebut. Namun ada juga klaster yang sudah dipastikan berhenti penyebarannya, seperti klaster rusunawa. Artinya dari tracing kontak erat, tidak lagi ditemukan kasus positif covid. 

“Tidak ada penambahan klaster, cuma satu itu saja tambahannya klaster rumah makan,” ucap dia. []

Berita terkait
Penyebab Beda Data C-19 Pusat dan Kota Semarang
Terjawab sudah penyebab perbedaan data Covid-19 antara pusat dengan Kota Semarang. Pusat diminta melakukan pendataan secara terstruktur.
Ganjar Minta Semarang Klarifikasi Data C-19 ke Pusat
Data Covid-19 pusat dengan Kota Semarang beda jauh. Gubernur Ganjar Pranowo minta Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi klarifikasi ke pusat.
Seni Bertahan UMKM Semarang Hadapi Pandemi Tanpa PHK
Inovasi produk dan harga, serta melihat kebutuhan pasar menjadi kunci tiga pelaku UMKM di Semarang mampu bertahan di pandemi tanpa ada PHK.
0
Hujan Batu dan Gas Air Mata Demo Omnibus Law di Banyuwangi
Polresta Banyuwangi menyelidiki mencari provokator yang menyebabkan demo tolak omnibus law berakhir rusuh.