UNTUK INDONESIA
Risiko Olahraga Pakai Masker di Era New Normal
Meski masker bisa meminimalisir penyebaran virus Corona atau Covid-19, alat pelindung wajah ini bisa berdampak buruk saat berolahraga.
ilustrasi penggunaan masker saat berolahraga. (Foto: timesofindia.indiatimes.com)

Jakarta - Masker menjadi salah satu perlengkapan yang wajib digunakan saat berada di luar rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Namun, penggunaan alat pelindung wajah ini bisa berdampak buruk saat berolahraga.

Masker memang bisa membantu mencegah droplet yang mungkin membawa virus Corona saat orang batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Namun, para ahli kesehatan mengungkapkan penggunaan alat pelindung wajah ini bisa membatasi performa dan kinerja pernapasan saat berolahraga.

Sebuah makalah yang diterbitkan baru-baru ini dalam British Journal of Sports Medicine, mengamati penggunaan masker selama berolahraga bisa berisiko memperburuk keadaan. Hasilnya dalam makalah tersebut, mengenakan alat pelindung wajah bisa membatasi pernapasan hingga menyebabkan ketidaknyamanan, namun jika melepaskannya akan lebih banyak tetesan atau droplet ke udara saat bernapas akibat aktivitas yang berat.

Presiden dan kepala bidang sains di American Council on Exercise Cedric Bryant menyebutkan para ilmuwan melibatkan para atlet untuk melakukan tes terpisah dengan menggunakan masker, sebab hal tersebut bisa mempengaruhi latihan nantinya. 

"Pengalaman pribadi saya, detak jantung lebih tinggi pada intensitas relatif yang sama ketika Anda mengenakan masker. Anda harus mengantisipasi terjadinya delapan hingga 10 denyut lebih tinggi per menit," katanya seperti dikutip Irish Times dan Medical Daily.

Selain itu, menurutnya denyut jantung akan meningkat nantinya setelah menggunakan masker dan semakin tinggi saat berolahraga.

Dalam percobaan lain, seorang profesor ilmu olahraga di University of New Mexico Len Kravitz menemukan penggunaan masker mampu menyebabkan sakit kepala ringan selama proses latihan. Menurutnya, satu dari dua atlet yang terlibat dalam percobaan mengaku mengalami masalah kesehatan setelah berolahraga beberapa menit.

Menurut seorang profesor ilmu olahraga di University of Pretoria di Afrika Selatan Christa Janse van Rensburg, ada sejumlah cara untuk mengurangi atau menghindari ketidaknyamanan akibat menggunakan masker wajah, pertama harus memakai masker yang tepat dan pas. 

Selanjutnya, dia menganjurkan untuk menghindari masker bedah selama berolahraga, sebab bahan tersebut cepat menjadi basah dan kehilangan kemampuan dalam menepis atau memblokir kuman.

Masker kain yang terbuat dari bahan sintetis dianggap bisa bekerja lebih efektif dalam mencegah penumpukan kelembapan. Disarankan jangan pilih masker dengan dua lapis kain atau kurang lantaran cenderung dapat menimbulkan overheating di wajah dan penyempitan pernapasan. []

Baca Juga:

Berita terkait
Cara Aman Melindungi Anak dari Covid-19 di Luar Rumah
Diperlukan cara untuk melindungi anak-anak agar terhindar dari virus Corona atau Covid-19 saat berada di luar rumah. Berikut ini penjelasannya.
Risiko Menurunkan Masker ke Dagu Selama Corona
Tak sedikit orang yang masih salah menggunakan masker seperti menurunkannya ke dagu. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko terpapar virus Corona.
Risiko Pakai Sarung Tangan Saat Belanja Selama Corona
Selama masa pandemi Corona, ternyata menggunakan sarung tangan saat belanja tidak efektif untuk mencegah penularan virus berbahaya tersebut.
0
Risiko Olahraga Pakai Masker di Era New Normal
Meski masker bisa meminimalisir penyebaran virus Corona atau Covid-19, alat pelindung wajah ini bisa berdampak buruk saat berolahraga.