Raksasa Perusahaan Minyak AS Chevron Akan Beli Hess Senilai 53 Miliar Dolar AS

Perusahaan energi raksasa Amerika Serikat (AS), Chevron, akan membeli saingannya Hess dalam sebuah transaksi bernilai 53 miliar dolar AS
Ilustrasi - Logo raksasa minyak AS, Chevron (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

TAGAR.id - Perusahaan energi raksasa Amerika Serikat (AS), Chevron, akan membeli saingannya Hess dalam sebuah transaksi bernilai 53 miliar dolar AS, yang keseluruhannya terdiri dari penjualan saham, demikian pengumuman perusahaan dalam pernyataan bersama pada hari Senin (23/10-2023).

Pembelian besar tersebut merupakan konsolidasi terbaru di sektor energi AS, yang terjadi kurang dari dua minggu setelah pengumuman yang menyatakan bahwa ExxonMobil akan membeli produsen shale atau produsen minyak yang berasal dari batuan sedimen, asal Texas, Pioneer, dengan harga sekitar $60 miliar.

Kesepakatan Chevron memberi ekuitas Hess nilai sebesar $53 miliar, sedangkan total nilai perusahaan dari transaksi itu, termasuk utang, adalah $60 miliar, menurut pernyataan itu.

logo chevron di asLogo Chevron di lantai perdagangan Bursa Saham New York, AS, 1 November 2021. (Foto: voaindonesia.com/Richard Drew/AP, arsip)

Akuisisi itu akan semakin menyeragamkan kepentingan Chevron, dengan aset Hess, termasuk proyek pengeboran lepas pantai di Guyana yang kaya minyak dan proyek minyak shale besar di North Dakota, serta aset di Teluk Meksiko dan Teluk Thailand.

Kesepakatan itu “akan memperkuat kinerja jangka panjang Chevron dan semakin meningkatkan portofolio unggulan kami dengan penambahan aset kelas dunia,” kata ketua dan CEO Chevron, Mike Wirth.

CEO Hess, John Hess juga menyambut baik kesepakatan itu. “Kombinasi strategis ini menyatukan dua perusahaan kuat untuk menciptakan perusahaan energi terpadu yang terkemuka,” kata Hess, yang diperkirakan akan bergabung dalam dewan direksi Chevron.

Dengan kesepakatan itu, Chevron akan mendapat 30 persen kepemilikan lebih dari 11 miliar barel setara minyak yang diharapkan berasal dari Guyana, serta kepemilikan di ladang minyak Bakken, North Dakota.

Kesepakatan itu berlangsung ketika minyak mentah diperdagangkan di atas 87 dolar AS per barel, yang merupakan tingkat tertinggi dalam sejarah, sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan-perusahaan minyak besar.

Chevron tahun lalu mencatat rekor keuntungan 35,5 miliar dolar AS. Hess mencatat laba bersih sebesar 2,2 miliar dolar AS untuk tahun 2022.

Dalam perdagangan daring sebelum pembukaan Bursa Efek New York, saham Chevron turun 3,4 persen pada 161,1 dolar AS sementara Hess naik 1,15 persen pada 164,9 dolar AS. (ps/jm)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Setelah Aset Terjual Chevron Segera Hengkang dari Myanmar
Chevron Corp mengatakan telah setuju untuk menjual asetnya di Myanmar kepada perusahaan Kanada MTI
0
Raksasa Perusahaan Minyak AS Chevron Akan Beli Hess Senilai 53 Miliar Dolar AS
Perusahaan energi raksasa Amerika Serikat (AS), Chevron, akan membeli saingannya Hess dalam sebuah transaksi bernilai 53 miliar dolar AS