UNTUK INDONESIA

Pulau Sibandang di Kawasan Danau Toba, Ada Mangga dan Hoda-hoda

Salah satu destinasi wisata di Kawasan Danau Toba adalah Pulau Sibandang. Pulau ini berada di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumut.
Pulau Sibandang di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, berada di kawasan Danau Toba. (Foto: Tagar/Edwrad Tigor Siahaan)

Medan - Salah satu destinasi wisata di Kawasan Danau Toba adalah Pulau Sibandang. Pulau ini berada di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumut.

Merupakan pulau terbesar kedua di Kawasan Danau Toba setelah Pulau Samosir. Luasnya mencapai 461 hektare, dengan ketinggian sekitar 910 meter di atas permukaan laut.

Pulau ini dihuni empat marga, yaitu marga Ompusunggu, Rajagukguk, Simaremare, dan Siregar dengan jumlah penduduk keseluruhan sebesar 1.200 jiwa. 

Empat marga tersebut disimbolkan dengan adanya Pohon Hariara yang tumbuh di Desa Sibandang sebagai pendiri Sibandang.

Pulau Sibandang juga merupakan salah satu dari 16 geosite yang ada di Geopark Kaldera Toba. 

Sejumlah hal yang bisa dinikmati di sana, nuansa pedesaan tradisional dan unsur-unsur geopark.

Hasil perkebunan menunjang produksi pertanian di kawasan ini. Khususnya komoditas mangga udang, yaitu mangga khas Pulau Sibandang.

Komoditas mangga dapat menjadi daya tarik agrowisata melalui beberapa olahan kuliner yang diproduksi masyarakat setempat, seperti dodol mangga dan selai mangga.

Selain mangga, terdapat pula hasil kebun lainnya, seperti alpukat, kopi, jagung, kakao, kacang tanah, bawang merah, dan ubi-ubian.

Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani. Sektor ekonomi lainnya, yaitu berasal dari hasil tangkapan ikan air tawar, seperti ikan mas, mujair, dan pora-pora.

Baca juga: Danau Toba Tak Perlu Hotel Berbintang, Benahi Rumah Batak

Beberapa ritual adat yang masih dilakukan di Pulau Sibandang, seperti Gombura berupa ritual meminta hujan pada musim hujan.

Lumban Pasir, yaitu ritual memuja, dan Situnggung berupa ritual berdoa sambil memainkan ogung atau alat musik berbentuk gong sekaligus alat komunikasi yang digunakan masyarakat Batak.

Selain ritual, terdapat juga kesenian sakral seperti Hoda-hoda, sejenis kuda lumping. 

Saya berharap juga pengembangan pariwisata ke pulau ini bagaimana dengan marsolu bolon dari Muara ke Pulau Sibandang

Atraksi ini bisa ditemukan di Desa Sampuran. Selain menyaksikan atraksi Hoda-hoda, di desa ini juga bisa dilihat proses pembuatan perahu yang biasa digunakan di Danau Toba.

Mangga MuaraPedagang mangga dari Desa Sibandang raup rezeki di HUT Bhayangkara, di Hutaginjang Muara, Taput, Rabu 10 Juli 2019. (Foto: Tagar/Jumpa P Manullang)

Kemudian, ada Tarian Tor-tor, dan kerajinan yang berkembang, yaitu menenun ulos tradisional di Desa Papande. 

Bisa dilihat langsung mulai dari proses pembuatan tali, motif hingga pengerjaan. Jenis ulos yang paling terkenal dari Sibandang adalah Ulos Harungguan.

Kegiatan menarik lainnya yang bisa dilakukan dan disaksikan di Pulau Sibandang adalah memancing ikan di tengah danau. 

Sebagian besar masyarakat di sini juga bermata pencaharian sebagai nelayan.

Desa ini juga memiliki situs peninggalan sejarah berupa rumah kepala nagari yang telah berdiri selama ratusan tahun, sejak zaman kolonial Belanda.

Ada juga rumah adat Rajagukguk yang kini dijadikan sebagai tempat wisata. Rumah ini merupakan raja pertama di Sibandang yang sudah berusia kurang lebih 300 tahun.

Puncak Bukit Sibandang juga termasuk spot yang banyak dikunjungi wisatawan karena keunikannya. Dari sini kita bisa menikmati sisi tengah Danau Toba. 

Di desa ini bisa dilihat pula makam Raja Sorta Uluan yang dikenal sebagai Raja Sibandang.

Ada lagi situs partungkoan, yakni merupakan kursi batu tempat raja-raja dahulu melakukan rapat atau musyawarah.

Oloan Marulitua Naibaho, tokoh masyarakat di sana mengatakan, keunikan Pulau Sibandang cukup banyak, termasuk tumbuhan. "Mangga lah khususnya," ungkapnya.

Dan di desa ini ada festival panen mangga yang digelar secara rutin setiap tahunnya. 

Daya tarik Pulau Sibandang telah mampu menarik wisatawan mancanegara yang berasal dari negara Singapura, Cina, dan Malaysia pada tahun 2019.

Pulau SibandangPulau Sibandang di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut. Pulau yang berada di Kawasan Danau Toba. (Foto: Tagar/Mangaliat Simarmata)

Bagi wisatawan yang mau berkunjung dan menginap di sana sudah tersedia fasilitas berupa 35 homestay dengan tarif per malamnya Rp 80.000 - Rp 150.000, satu unit cottage yang terdiri dari empat kamar.

Disediakan pula pusat informasi pariwisata, pelabuhan kapal feri untuk penyeberangan ke Pulau Sibandang dan pelabuhan kecil di Pulau Sibandang. 

Desa Wisata Sibandang bisa dijangkau lewat tiga jalur, yaitu Pelabuhan Muara, Balige dan Nainggolan.

Baca juga: Keliling Danau Toba di Tengah Pandemi dengan Rp 100.000

Mangaliat Simarmata, aktivis lingkungan dari Jendela Toba mengatakan, salah satu ciri Pulau Sibandang adalah mangga. 

Dia menyebutnya, mangga dengan rasa yang khas itu merupakan bekas letusan Gunung Toba, hingga kulitnya enak dimakan.

Selain ada mangga, kata Mangaliat, aktivitas memancing ikan juga sangat menarik di sekeliling pulau tersebut.

"Saya berharap juga pengembangan pariwisata ke pulau ini bagaimana dengan marsolu bolon dari Muara ke Pulau Sibandangnya, PP para wisatawannya. Saya yakin pasti diminati banyak orang karena belum ada yang mengembangkannya di kawasan Danau Toba," katanya.[]


Berita terkait
Sebulan di Lapas, Aktivis Danau Toba Sebut Dirinya Tugas Belajar
Aktivis lingkungan Danau Toba, Sebastian Hutabarat bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Pangururan, Kabupaten Samosir.
Harimau Sumatera "Danau Putra" Dikembalikan ke Habitatnya
Tim gabungan melepasliarkan Harimau Sumatera bernama “Danau Putra” ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser Kabupaten Aceh Tenggara.
Dukung Pariwisata Danau Toba, MSC Gelar Tur Toba Kaldera
Mendukung program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Medan Sport Club menggelar fun bike Tour Toba Kadera.
0
Pulau Sibandang di Kawasan Danau Toba, Ada Mangga dan Hoda-hoda
Salah satu destinasi wisata di Kawasan Danau Toba adalah Pulau Sibandang. Pulau ini berada di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Sumut.